Rabu, 2 September 2026

Solusi Harga Beras

Nur Sangadji. Foto: Istimewa

(Mari memulainya dari konsumsi )

Bagian ke Dua

By, Nur SANG ADJI

Kompilasi atas tulisan Saleh Awal dengan judul .. “Kenaikan harga beras dan tantangan perekonomian Indonesia”.

————
Mengapa harus dari konsumsi. Alasannya sederhana sekali. Kalau tidak banyak lagi orang Indonesia konsumsi nasi. Maka, kita tidak perlu susah susah menyediakan beras yang banyak. Tapi, bagaimana caranya..?

Ajari generasi tentang bahaya konsumsi nasi berlebihan. Juga, tentang manfaat pangan non beras. Sebagai contoh, nasi akan memicu gula yang beresiko diabetes. Sementara, pangan non beras seperti sagu memiliki ketahanan pati (resistance Starch) tinggi. Amat bermanfaat terutama, untuk detoksifikasi bagi kesehatan usus.

Begitu juga, mempromosikan sayur dan buah buahan. Ini semua selain mengerem konsumsi nasi. Bermanfaat juga untuk pemenuhan gizi yang seimbang. Dengan begitu, berguna untuk tujuan kesehatan.


Pengetahuan yang menggugah kesadaran pangan sehat ini harus dimulakan sejak sekolah dasar. Diikuti dengan revitalisai sejumlah program penunjang. Misalnya, program diversifikasi pangan.

Semboyan “one day no rice” atau two days no rice. Harus didengungkan ulang dan terus menerus melalui kampanye berstruktur.

Tindakan ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi perkapita beras kita. Bila angka ini telah turun maka pacuan produksi untuk penuhi permintaan menjadi makin ringan.


Hal berikut berkaitan dengan suplai alias penyediaan. Hal yang ini berkaitan dengan tingkat produksi. Setiap tanaman punya potensi produksi optimal. Misalnya kalau ada daerah di Indonesia mampu mencapai 8 ton gabah kering per hektar. Dan, di tempat kita hanya mencapai 4 ton saja untuk varietas yang sama. Berarti, masih ada potensi produksi 4 ton yang bisa kita genjot.

Periksa segera sarana produksi dan sistem usaha taninya. Pastikan masalahnya ada di mana ? Apakah pada ketersediaan bibit, pupuk dan pestisida ? Atau, pada lahan dan irigasi ? Dan atau, pada aspek hilir berkaitan dengan pemasaran ?

Saat artikel ini saya tulis, di radio saya dengar pernyataan petinggi di Jakarta. Katanya, harga beras naik karena harga gabah di tingkat petani melambung tinggi. Angka standar yang harusnya 5000 an, menjadi sekitar 8000 an. Inilah yang memicu meroketnya harga di tingkat konsumen.


Saya merenung dalam kesedihan. Bukankah, kalau harga beras di tingkat petani naik, itu bagus bagi picuan produksi. Bukankah selama ini nasib petani kita seperti sapi perah ? Membanting tulang menyiapkan pangan untuk kita, tapi menderita dalam perolehan imbalan harga ? Karena itu, nilai tukarnya (NTP) selalu rendah ?

Pemerintah tentu akan berfikir menyeluruh. Karena selain memperhatikan kesejahteraan petani sebagai produsen, juga daya beli masyarakat sebagai konsumen. Namun dalam fakta, kebijakan terkadang tidak seimbang.

Misalnya, kebijakan “Floor and Ceiling Price”, harga bawah dan atas pada gabah petani. Dikontrol ketat. Sementara harga Saprodi, bibit, pupuk, pestisida. Dan atau, harga alsinta yang tidak punya batas atas bawahnya. Membuat petani tercekik. Tidak boleh jual harga gabah mahal. Tapi, dipaksa membeli sarana produksi yang harganya naiknya semaunya. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan jebakan tengkulak. Jadi, kita butuh kehadiran pemerintah secara adil untuk semua secara konsisten. Tanpa itu, semuanya sia-sia. Sayaaang sekali. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam