Dirjen Bimas Islam Harapkan Dai Produktif Dakwah, Manfaatkan Teknologi Informasi

  • Whatsapp
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi harus menjadi perhatian bagi para Da’i saat ini.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Foto: Humas Kemenag

Palu, Paluekspres.com  – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi harus menjadi perhatian bagi para Dai saat ini.

Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Islam usai mengukuhkan Pengurus Wilayah Majelis Da’i Kebangsaan (MDK) Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2023-2026 sekaligus Rapat kerja Wilayah Badan Kesejahteraan Masjid Provinsi Sulawesi Tengah.

Salah satu alasan keberadaan MDK dijelaskan Dirjen Bimas Islam, tujuan utamanya untuk menjadikan agama ini (Islam) sebagai instrumen, wasilah, sarana yang akan berkontribusi terhadap pembangunan.

Menurutnya, agama tidak hanya berkaitan dengan moralitas, integritas, akhlak urusan akhirat, urusan metafisik, namun agama itu juga berkaitan dengan urusan, bahkan berkontribusi langsung dengan kehidupan di dunia ini.  Pembangunan bersentuhan dengan isu global, agama tidak boleh disimpan di ruang privat, agama tidak bisa hanya urusan domestik tidak terlibat di ruang publik.

“Maka kita bersama-sama membawa agama ini, semakin berkualitas bermutu, diantaranya dapat berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kualitas kehidupan beragama bernegara dan berbangsa,” ujarnya.

Kamaruddin menjelaskan, saat ini semua bisa mengakses informasi keagamaan melalui media sosial, sehingga para da’i harus bertransformasi sebagai tantangan kemajuan teknologi informasi.

“Da’i harus beradaptasi, tidak lagi cukup memadai tampil konvensional di ruang tradisional, tidak cukup ceramah berkumpul dalam ruang, kecuali pada pondok pesantren atau komunitas-komunitas. Secara umum di daerah perkotaan tidak mudah lagi menjangkau anak muda, generasi Z. Kita harus menggapai mereka menjangkaunya melalui media sosial, aktif dan produktif memilih ruang media sosial,” ujar Kamaruddin, Jumat (24/11/2023).

Tantangan yang dihadapi Bangsa Indonesia semakin besar besar. Dunia modern akibat tren globalisasi. Menurut Dirjen Kamaruddin, para Da’i berkewajiban menjangkau anak muda Indonesia, mendekatkan generasi muda dengan agamanya (Islam).

“jika tidak mampu mencapai mereka, jangan sedih kalau lima sampai sepuluh tahun mendatang, anak-anak kita semakin tidak religius, menganggap agama menjadi tidak penting, cukup di hati saja, atau cukup spiritualitas saja,” ujar Kamaruddin.

Pos terkait