oleh

Berjuang Menolak Pabrik Semen, Ibu Patmi Sampai Meregang Nyawa

JAKARTA, PE – Band punk asal Jakarta, Marjinal turut berduka atas meninggalnya petani bernama Patmi usai melakukan aksi menyemen kaki.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk demo menolak pabrik semen di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

“Innalillahi Wainnailahi Rojiun. Selamat jalan Ibu Patmi, perjuanganmu akan selalu menjadi amanah bagi kami untuk tetap terus melawan. Ini adalah perjuangan kita bersama, perjuangan untuk melindungi kelestarian alam bumi ini demi anak cucu kita nanti dari kerakusan orang-orang serakah,” tulis Marjinal di akun media sosial Instagram, Selasa (21/3).

“Perjuanganmu tak akan pernah mati, perjuanganmu berlipat ganda. Selamat jalan pejuang, semoga Allah SWT memberikan tempat terindah untukmu di sana,” sambung akun Marjinal.

Grup musik yang dimotori Bob dan Mike ini memang terkenal dekat dengan petani Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

Bahkan Marjinal kerap ikut serta turun ke jalan untuk melakukan demo penolakan pabrik semen.

Seperti diketahui, Ibu Patmi yang berusia 48 tahun dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (21/3) dini hari di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia.

Berdasarkan siaran pers dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Patmi merupakan salah satu petani yang memilih untuk pulang kampung usai perwakilan petani Kendeng menemui Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.

Bongkahan semen yang membungkus kakinya pun dilepas. Dia sempat dinyatakan dalam keadaan baik oleh dokter.

Namun, sekitar pukul 02.30 dini hari, Patmi mengeluh badannya tidak nyaman usai mandi. Dia pun mengalami kejang-kejang dan muntah di LBH.

Dokter yang mendampingi dan bertugas di LBH segera membawa Patmi ke RS St. Carolus Salemba. Menjelang sampai di RS, dokter mendapatkan bahwa Patmi meninggal dunia.

(Fajar/PE)

News Feed