Sabtu, 8 Agustus 2026

Sandiaga Uno Ungkap Skema Penjualan Saham BUMD Produsen Bir

PALU EKSPRES, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih versi real count, Sandiaga Uno tetap kepada keputusannya terkait PT Delta Jakarta. BUMD yang memproduksi minuman beralkohol jenis bir terebut bakal dilego.

Sandiaga mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bagian komitmennya menyejahterakan masyarakat. “Memiliki saham di perusahaan bir itu tidak sesuai dengan visi sebuah kota yang ingin menyejahterakan warganya,” tegas Sandiaga di Jakarta, Jumat (28/4).

Dia mengatakan, penjualan saham tersebut tetap akan melalui proses pengkajian terbuka. “Kami akan lelang, dipastikan harus merangkul konsultan yang paling mumpuni milik pemerintah, seperti Dana Reksa, Bahama atau Mandiri Sekuritas,” ujarnya.

Sandiaga memberikan gambaran mengapa saham di PT Delta Djakarta Tbk tersebut layak untuk dijual.

Pengusaha sukses di Indonesia itu menjabarkan, keuntungan yang didapat PT Delta Djakarta Tbk per tahun hanya berada di kisaran Rp 40-50 miliar. Dari jumlah tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat bagian di kisaran 23 persen.

“Berarti dari Rp 40 miliar itu yang dibagi hanya sekitar Rp 20 miliar. Dari Rp 20 miliar yang dibagi 23 persen hanya Rp 4 miliar. Rp 4 miliar kalau kami jual saham itu bisa laku Rp 1 triliun. Coba dari Rp 4 miliar ke Rp 1 triliun itu butuh berapa tahun?” ungkap Sandiaga.

Sementara, jika saham dijual dengan jumlah yang signifikan dapat digunakan untuk kemaslahatan warga.

“Misalnya (pembangunan) infrastruktur untuk memastikan transportasi kita lebih baik. Atau investasi di OK Otrip sehingga skema Rp 5.000 bisa tercapai,” kata dia.

Tak hanya itu, tambah Sandiaga, anggaran yang didapat dari penjualan saham tersebut juga dapat digunakan untuk penyertaan modal pemerintah di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berpartisipasi di program perumahan tanpa uang muka.

“Itu juga jauh lebih bermanfaat bagi warga. Sekarang ini dengan keuntungan Rp 4 miliar tadi, yang ngerasain itu seperti garam di lautan, nggak ada yang merasakan warga masyarakat,” pungkasnya.

(ipk/rmol/mam/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital