oleh

Novalince: Pemenuhan Listrik Kota Palu Aman

PALU,PE- Direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palu, Novalince Pamosu memastikan pemenuhan kebutuhan listrik di Kota Palu dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana tidak akan terganggu. Meski kemampuan PLTA Sulewana menghasilkan daya listrik akibat debit air Danau Poso mengalami penyusutan.
Menurutnya daya listrik yang didistribusikan dari PLTA Sulewana ke Kota Palu melalui Gardu Induk di Desa Sidera, Kabupaten Sigi masih lebih besar dari jumlah kebutuhan listrik di Kota Palu yang beban puncaknya pada malam hari mencapai 66 Mega Watt (MW).

Pemenuhan listrik di Kota Palu kata Novalince, bukan hanya disuplay dari PLTA Sulewana saja, tetapi juga bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kelurahan Mpanau dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kelurahan Silae.

“Pemenuhan listrik di Kota Palu melalui PLTA Sulewana tidak akan terganggu. Daya yang didistribusikan PLTA Sulewana untuk Kota Palu kan masih lebih besar dari kebutuhan listrik di Kota Palu karena ditambah dengan PLTA Mpanau dan PLTD Silae,”kata Novalince, Rabu, 7 Oktober 2015. Saat ini katanya, daya yang didistribusikan PLTA Sulewana ke Kota Palu melalui Gardu Induknya yang ada di Desa Sidera, Kabupaten Sigi kurang lebih sebesar 47 MW.

Belum ditambah dengan PLTA Mpanau yang kemampuan menghasilkan daya listrik kata Novaline, sebesar 25 sampai 26 MW. Kemudian PLTD Silae kurang lebih sebesar 16 MW dari potensi yang mampu dihasilkan PLTD Silae jika semua mesin pembangkitnya beroperasi, sebesar 40 MW. “Jadi tidak akan defisit. 47 MW itu kan bukan hanya untuk Kota Palu saja,”ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, debit Air di Danau Poso berkurang akibat musim kemarau yang melanda Sulawesi Tegah beberapa bulan terakhir. Terlihat dari penyusutan debit air yag mencapai 500-800 meter dari garis batas terluar ke arah posisi tengah sungai. Debit air Danau Poso inilah yang dimanfaatkan PLTA Sulewana untuk menjalankan mesin pembangkitnya dan menghasilkan daya listrik. (ndy)

News Feed