oleh

Gubernur Akan Lihat GMT di Ngata Baru

Pemprov Sulteng Siap Sambut  Turis Manca Negara

PALU, PE – Pemerintah Provinsi Sulteng menyatakan sudah sangat siap untuk menyambut peristiwa alam, Gerhana Matahari Total (GMT) yang diprediksikan terjadi pada 9 Maret 2016.  Ada tujuh Kabupaten/kota yang dinyatakan siap untuk menerima para turis manca negara dan lokal untuk menyaksikan GMT yang  diprediksi hanya berlangsung 1 kali dalam 50 tahun bahkan lebih. “Karena Sulteng  merupakan salah satu provinsi yang paling banyak kabupatennya  dilewati GMT  ini. Yaitu  Palu, Sigi, Parigi, Poso, Tojo Unauna dan Luwuk. Maka  Pemprov Sulteng juga melakukan berbagai

Kegiatan di beberapa titik tersebut.” Demikian Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 25 Februari 2016. Masing-masing kabupaten telah menyediakan lokasi titik pengamatan GMT. Misalnya di Kabupaten Sigi.  Ada empat titik pengamatan yaitu Wayu (Mantantimali), Ngata Baru, Gumbasa dan Dolo. Poso di Kalora, Tojo Unauna di kantor Bupati, dan Donggala di Tambu.

Gubernur sendiri berencana akan melihat fenomena alam ini di Ngata Baru. “Kemungkinan saya akan di Ngata Baru (Sigi) dan setelahnya baru ke Palu, TVRI karena di sini juga ada Slank,” ujar Longki yang didampingi Kepala Dinas Parekraf Sulteng Siti Norma Mardjanu, kemarin. Karena prosesnya gerhana ini mulai terjadi sejak pukul 07.00 sampai gerhana Matahari Total pada jam 8.37 wita. “Pada saat itu, kita bisa ke Ngata Baru, lalu nanti terakhir di Palu,” ujarnya. Longki sendiri antusias terhadap peristiwa alam ini.

Dia berharap dapat mengundang  Presiden RI, Joko Widodo untuk hadir di Sulteng. Meskipun presiden sendiri dijadwalkan akan berada di Bangka Belitung pada hari GMT terjadi. Menurut Longki, Pemprov sendiri sangat siap karena momen langka ini akan menjadi pintu masuk  promosi bagi Sulawesi Tengah.

“Mudah mudahan acara di Palu bisa menarik dan mempromosikan Sulteng ke turis asing. Karena kegiatan ini memang bertujuan untuk memperkenalkan Sulawesi Tengah ke manca negara. Selain objek GMT  juga  potensi dan budayanya,” tandas Longki. Ada berbagai  kegiatan yang akan digelar  Disparekraf Sulteng. Semua berbeda-beda acara, ada yang bersifat adat juga doa.

Contohnya di Parigi Moutong akan menggelar dzikir dan doa bersama. Sementara di Palu, menggelar konser Slank, yang dimulai pukul 07.00 wita. Pemprov sendiri telah membangun sejumlah fasilitas yang akan dibutuhkan para turis. Seperti toilet dan fasilitas umum lainnya. Inidiperuntukkan terutama bagi turis yang memilih untuk tinggal di lapangan terbuka seperti di Mantantimali dan Ngata Baru. Pemprov Sulteng juga menerima bantuan dari Kementerian Pariwisata berupa kacamata gerhana sebanyak 2500 unit.

*Hotel Penuh
Dipastikan tingkat okupansi Hotel meningkat tajam pada 9 Maret nanti. Saat ini saja, seluruh hotel besar dan kecil sudah terisi. “Sudah ada 4392 kamar yang terisi,” ujar Longki. Bahkan home stay dan lapangan terbuka pun rata-rata sudah digunakan untuk membangun kamp-kamp para turis asing. “Mereka mengadakan kemping. Kempingnya sudah dimodernisasi sehingga buat turis asing tidak menjadi hambatan,” ujar gubernur terpilih Sulteng rakyat itu. Modernisasi tersebut, misalnya toilet  untuk para turis sifatnya knock down (sementara). Pada hari H itu, dipastikan ada  lima kementerian yang hadir di Palu. Empat kementerian yaitu Pariwisata, Pendidikan, Menristek, Maritim dan MK. (aaa)

News Feed