Minggu, 9 Agustus 2026

Litbang dan PT Diminta Ciptakan Teknologi Terapan

SERAHKAN BUKU – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola menyimak buku yang berisikan rangkuman kegiatan Sail Tomini 2015 yang diserahkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, di sela-sela kegiatan Panen udang Vanamae ke-7 hasil Budidaya Supraintensif di Mamboro, Sabtu 27 Februari 2016. Foto : Anita Anggriany Amier

Gubernur Longki Djanggola Panen Udang Vanamae di Mamboro

PALU, PE – Gubernur Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola meminta Lembaga Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) serta Perguruan Tinggi di Sulteng untuk terus mencari dan menciptakan teknologi terapan. Sehingga kata dia, teknologi itu dapat dimanfaatkan rakyat untuk memajukan Sulteng sesuai dengan visi Maju, Mandiri dan Berdaya Saing.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam sambutannya pada panen terakhir Kolam percontohan budidaya Udang Vanamae Suprainsentif milik Dinas Perikanan dan Kelautan Sulteng di Mamboro , Sabtu, 27 Februari 2016.
Menurut Longki, kemajuan negara tak terlepas dari kemajuan teknologi. Apalagi saat ini menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dimana daerah harus siap dari segi SDM, ketersediaan lapangan kerja serta investasi.

Itu sebabnya, Longki mengapresiasi teknologi budidaya udang Vanamae Supraintensif hasil penemuan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Dr Hasanuddin Atjo ini. Menurut Longki, penemuan Atjo pada budidaya Udang Vanamae membuka pintu industri-industri lain di sektor ini. “Ini membuka peluang untuk industri Induk udang dan industri pakan,” ujar Longki.

Tidak hanya itu, budidaya Udang Vanamae supraintensif ini kata Longki, mengangkat nama Sulteng sebagai provinsi yang pertama mengembangkan budidaya Udang di Indonesia. “Teknologi budidaya udang Vanamae ini tercatat menghasilkan panen tertinggi di dunia. Mengalahkan Mexico yang sebelumnya paling tinggi budidaya udangnya,” ujar Longki.

Gubernur Sulteng terpilih periode 2016-2021 itu sejak awal mendukung penerapan teknologi budidaya udang Vanamae ini. Dia ikut mendukung tiga kabupaten, yaitu Tojo Unauna, Parigi Moutong dan Donggala telah mereplikasi kolam percontohan budidaya Udang Vanamae ini. Dia juga mengapresiasi ketika provinsi NTT ikut pula membudidayakan Udang Vanamae supraintensif ini. “Ini sesuai dengan visi kita untuk mengejar ketertinggalan Sulteng dari daerah lain,” tandasnya.

Namun, karena teknologi ini masih membutuhkan biaya yang yang besar, maka satu kabupaten di Sulteng, cukup membuat satu kolam percontohan seperti di Mamboro. Selanjutnya, Longki mendorong upaya DKP untuk menyerahkan pengelolaan Kolam budidaya vanamae itu dikerjakan oleh pihak koperasi.
Dia juga berharap, pihak perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya bersedia untuk ikut membantu mengembangkan budidaya Vanamae ini dengan memudahkan akses pembiayaan bagi pihak-pihak yang ingin mengembangkan teknologi ini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Dr H Hasanuddin Atjo mengatakan panen ke tujuh kali ini, menunjukkan bahwa teknologi budidaya udang Vanamae dapat diterapkan di masyarakat. “Karena teknologi ini mapan dan konsisten, bahkan cenderung semakin meningkat hasilnya,” demikian Atjo.
Dibandingkan dengan budidaya udang secara tradisional yang menurut hitung-hitungannya dalam satu hektar hanya menghasilkan 500 kg. Di bandingkan dengan Supraintensif yang dalam satu hektarnya bisa menghasilkan 150-200 ton.

Menurut Atjo temuannya yang diperoleh dari hasil disertasi doktoralnya di Universitas Hasanuddin ini sangat sejalan dengan misi Gubernur Sulteng untuk bisa sejajar dengan provinsi lain. “Ini sudah menjadi benchmarking (studi banding) dari Jawa bahkan dari luar negeri. Meskipun lahirnya di Sulawesi Selatan, tetapi teknologi ini terkenal dari Sulawesi Tengah,” ujar Atjo di hadapan tamu dan undangan panen tersebut. Hadir sejumlah kepala dinas dan Kepala Biro Pemprov Sulteng Kapolresta Palu, Kasrem, dan Dandim serta tamu dari perbankan dan instansi terkait. (aaa)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization