Senin, 10 Agustus 2026

PA Palu Tertinggi Angka Perceraian Sulteng 2016

Nuranah, MA (foto: IMAM/PE)

Penyebab Tertinggi Faktor Perselisihan

PE – Angka perceraian yang diputus di Pengadilan Agama (PA) Palu meningkat. Pada 2016 berdasarkan data dari Pengadilan Tinggi Agama Sulteng, mencapai 675 kasus. Meningkat dari tahun 2015 yang berjumlah 643 kasus.

Angka ini, merupakan jumlah kasus perceraian tertinggi di Sulteng sepanjang tahun 2016, dibandingkan dengan 9 PA lainnya se-Sulteng. Di urutan kedua, PA Luwuk dengan 465 angka perceraian, diikuti PA Parigi dengan 326 angka perceraian.

Secara keseluruhan, angka perceraian di Sulteng pada tahun 2016, mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Data dari Pengadilan Tinggi Agama Sulteng menyebut, angka perceraian di Sulteng pada tahun 2016 mencapai 2.699 kasus, meningkat sebanyak 209 kasus dibandingkan tahun 2015, yang mencapai 2.490 kasus.

Menurut Panitera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Agama Sulteng, Nuranah, MA, kasus-kasus perceraian di Sulteng tersebut, biasanya terjadi akibat beberapa factor, di antaranya masalah ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Yang paling dominan, katanya, diakibatkan oleh faktor perselisihan yang terjadi terus menerus.

“Yang dominan adalah akibat perselisihan terus menerus. Misalnya, keika suami yang tidak punya pekerjaan yang menentu, sementara istri punya tuntutan yang tinggi, seperti itu biasa menjadi pemicunya,” jelas Nuranah, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 1 Februari 2017.

Hal ini sesuai data dari Pengadilan Tinggi Agama Sulteng, dari 2.699 kasus perceraian di Sulteng tahun 2016, paling dominan diakibatkan oleh faktor perselisihan terus menerus, yakni akibat gangguan pihak ketiga ataupun tidak adanya keharmonisan dalam rumah tangga, yang total mencapai 1.650 kasus.

Sisanya, disebabkan oleh faktor poligami yang tidak sehat (20 kasus), krisis moral (185), cemburu (20), kawin paksa (19), ekonomi (122), tidak ada tanggung jawab (441), menyakiti jasmani (219), menyakiti mental (1), dihukum (7), cacat biologis (2), serta gangguan lain-lainnya (13).

Menurut Nuranah, untuk mencegah terjadinya perceraian dalam sebuah rumah tangga, hendaknya pasangan yang akan menikah terlebih dahulu memantapkan komitmen, serta saling memahami satu sama lain.

“Mestinya, yang pertama adalah saling pengertian dalam membina rumah tangga, saling memahami kondisi masing-masing, dan punya komitmen sebelum menikah,” kata Nuranah menyarankan.

Selain itu, Nuranah juga menekankan, pentingnya peran orang tua, dalam memberikan pemahaman kepada anak-anaknya yang ingin menikah, misalnya dengan menjelaskan secara langsung kepada anaknya, tentang konsekuensi dari pernikahan yang tidak memiliki dasar kuat.

“Misalnya, orang tua menjelaskan tentang konsekuensi dari pernikahan, jika kondisinya belum mapan seperti apa jadinya, jadi harus mapan dulu secara psikis dan materi. Juga perkuat pondasi komitmen dan pemahaman agama,” pungkasnya. (mg01)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization