oleh

Hidayat: Kita Ingin Bangun Infrastruktur dengan Ornamen Lokal

PALU EKSPRES, PALU– Meski sempat menjadi sorotan kalangan DPRD Palu, jembatan V atau Lalove akhirnya selesai dibangun dengan dua kali adendum kontrak. Jembatan ini dipersiapkan untuk mengurai kemacetan akibat runtuhnya jembatan IV atau jembatan kuning akibat gempa dan tsunami 2018 silam.

Jembatan dengan ornamen alat musik tradisional Lembah Palu, lalove’ ini dibangun sejak Rabu 10 Juli 2019. Menghubungkan Jalan Anoa Kelurahan Tatura Utara dan Kelurahan Nunu.

Selasa 26 Agustus 2020, jembatan dengan panjang kurang lebih 100 meter ini akhirnya diresmikan Wali Kota Palu. Sekaligus menandai jembatan tersebut dibuka untuk umum.

Hidayat mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberi dukungan maupun kerjasamanya sehingga jembatan yang mulai direncanakan tahun 2017 ini bisa digunakan masyarakat

Ia mengatakan jembatan segera bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat khususnya di kelurahan Tatura Selatan dan kelurahan Nunu.

“Semoga kemacetan di kota Palu dapat terurai,”katanya.

Selain jembatan, infrastruktur lain yang diresmikan bersama adalah Lapangan Vatulemo, Taman Gor, Hutan Kota Kaombona, Eco Tourism Puncak Salena, Tugu Nol Kilometer, Makam Pue Njidi, Makam Dayompuluku. Termasuk monumen mutiara bangsa atau patung Bung Karno.

Hidayat menyebut, pihaknya sebenarnya ingin melakukan pembangunan atas usulan masyarakat. Dan berharap usulan usulan itu dibangun dengan ornamen kearifan lokal Lembah Palu.

“Sebenarnya kita membangun atas dasar pengajuan masyarakat juga. Kita ingin bangun ruang-ruang di kota Palu dengan ornamen-ornamen kearifan lokal kita,”katanya.

Pembangunan infrastruktur di kota Palu jelas Hidayat berbarengan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Contohnya menggratiskan biaya pendidikan di tingkat TK, SD, dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Palu.

Dengan demikian, maka untuk membangun SDM bukan hanya dari aspek intelektualnya saja. Akan tetapi juga aspek spiritualnya dengan menambah jam pelajaran agama di seluruh SD dan beberapa SMP

“Selain itu, aspek-aspek lain yang perlu dibangun lagi agar wisatawan bisa berdatangan ke Palu, antara lain yakni Kebersihan, Keindahan, Keamanan, Ketertiban dan Kenyamanan atau K5,”pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed