oleh

Sempat Tertunda Pelaksanaannya, Ini Beberapa Pesan dari Rakerwil DDI Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Pengurus Wilayah Darud Da’wah Wal Irsyad (PW DDI) Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW DDI Sulteng melalui aplikasi zoom, setelah sebelumnya sempat tertunda pelaksanaannya karena pandemi Covid-19.
Rakerwil kali ini mengusung tema “Tantangan Dan Harapan Warga DDI Menuju Kebangkitan Di Era Disrupsi” bertempat di Masjid Al Irsyad Jalan Sungai Sausu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Kamis (21/01/2021).
Meski sempat tertunda beberapa hari yang lalu, sama sekali tidak mengurangi rasa antusiasme seluruh kader DDI untuk hadir dalam pelaksanaan Rakerwil tersebut. Hal ini ditandai dengan hadirnya para sesepuh DDI dalam dan luar negeri secara virtual. Selain dihadiri pengurus wilayah Sulteng, juga dihadiri langsung ketua-ketua Pimpinan Daerah (PD) DDI kabupaten dan kota, pejabat lingkup Provinsi Sulteng serta beberapa kader senior maupun junior DDI se-Indonesia.
Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh pemandu acara, Muhammad Subair, S.Pd.I., M.Pd.I, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alqur’an oleh Qari Internasional H. Abd. Aziz, M. Selanjutnya pembacaan doa oleh kader senior DDI lulusan Al Azhar Mesir, Dr. KH. Masud Arib Mustari, Lc., MA, dirangkaikan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya.
. Acara kemudian dilanjutkan parade sambutan diawali oleh Ketua PW DDI Sulteng, Prof. Dr. H. M. Asy ‘ari, M.Ag. Kemudian, Sekjen PB DDI Drs. K.H. Helmy Ali Yafie dan sambutan penutup oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki DJanggola, M.Si yang diwakili Plh. Sekdaprov Sulteng, Mulyono.
Mulyono dalam membacakan sambutan Gubernur, mengatakan bahwa pemerintah sangat mengapresisasi kehadiran DDI dalam tubuh NKRI, di mana konsep dan prinsip organisasi mengedepankan kebersamaan dan musyawarah, serta menjauhkan diri dan organisasi dari tindakan anarkis.
“Maka terkait dengan hal ini, pemerintah mengharapkan keikutsertaan DDI dalam menjawab tantangan kemajuan teknologi dan sistem informasi global,” ujarnya.
Ada tiga point penting yang menurutnya harus bisa direfleksikan DDI. Pertama, DDI harus bisa beradaptasi dengan kondisi kekinian di masa pandemi Covid-19. Maka, konsekuensinya adalah warga DDI jika ingin bertahan harus menguasai informasi dan teknologi, harus menemukan hal baru, tingkatkan kreativitas inovatif.
Kedua, karena DDI sebagai lembaga yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan maka seluruh warga DDI harus menjadi contoh, menyampaikan narasi dakwah yang rahmatan lil ‘alamin, moderat, tidak ekstrim kiri dan kanan. “Kata kuncinya mengikuti metode yang moderat dan meninggalkan ekstrimisme dalam beragama,” imbuhnya.
Ketiga, warga DDI sebagai anak spritual anak Andre Gurutta Ambo Dalle, harus memprioritaskan keikhlasan. Karena kerja keras dan kerja cerdas tidak cukup bila tidak dibarengi dengan kerja ikhlas.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara tertib dan tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan COVID 19, tampil menjadi narasumber adalah AG. Prof. Dr. KH. Faried Wadjedy, MA yang menjabat sebagai ketua Dewan Majelis Syuyukh PB DDI dan AG. Prof. Dr. H. Andi Syamsul Bahri Galigo, MA yang menjabat sebagai Ketua Umum PB DDI.
Disela-sela diskusi kembali AG. Prof Dr. KH. Faried Wadjedy, MA menekankan satu prinsip utama yang ditanamkan oleh AG KH Abdul Rahman Ambo Dalle selaku pendiri DDI. Yaitu prinsip rela berkorban dalam memajukan DDI. “Ingat pesan Gurutta, “Anumu, Anunna DDI (Milikmu adalah miliknya DDI), sedangkan Anunna DDI Tania Anunnu( Sedangkan miliknya DDI adalah bukan milikmu),” ujarnya. (***/bid/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed