oleh

Polisi Buru Tersangka Kasus Video Syur Mirip Gabriella Larasati

PALU EKSPRES, JAKARTA– Polres Metro Jakarta Barat menaikan status kasus video asusila mirip artis Gabriella Larasati ke tahap penyidikan. Artinya, penyidik menemukan adanya dugaan pelanggaran pidana, dan saat ini tengah mencari tersangka untuk kasus tersebut.
“Saat ini perkara tersebut berdasarkan hasil dari informasi yang didapat penyidik sudah kami tingkatkan jadi proses penyidikan di mana hasil gelar peredaran video tersebut ada tindak pidana di dalamnya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi kepada wartawan, Jumat (19/3).
Arsya menuturkan, penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup. Sehingga kasus tersebut dinaikan ke tahap penyidikam.
“Itu berdasar alat bukti kami temukan, kami gelar dulu untuk prosesnya. Untuk saat ini rata-rata sudah naik ke proses penyidikan,” jelasnya.
Selain itu, penyidik juga telah memeriksa kembali Gabriella selaku terlapor dalam kasus tersebut. Namun, sampai saat ini, Gabriella masih berstatus saksi. “Kami laksanakan pemeriksaan dengan 33 pertanyaan dimulai 15.30 WIB dan selesai 17.30 WIB jadi dua jam. Semua dijawab baik oleh GL sehingga buat terang perkara,” jelas Arsya.
Sebelumnya, Gabriella Larasati menjadi sorotan publik sejak Rabu (10/2/2021) terkait beredarnya video berdurasi pendek 14 detik di media sosial. Dalam video tampak perempuan tanpa busana berambut panjang diduga pemain sinetron Cinta Karena Cinta tersebut tengah meremas bagian payudaranya.
Pengambilan video sepertinya dilakukan bukan candid, karena perempuan tampak menghadap ke arah kemera sambil memeras area payudara dengan tangannya sendiri. Kemungkinan video itu direkam sendiri oleh yang bersangkutan.
Kasus ini kemudian dilaporkan oleh seorang warga, M. Senanatha. Laporan ini dibuat karena video asusila tersebut dianggap meresahkan masyarakat. Terlebih pemeran video tersebut mirip publik figur.
“Kami melaporkan adanya video pornografi yang diduga sebagai publik figur. Kita kan semua punya sodara dan ponakan yang masih di bawah umur. Dan yang menggunakan teknologi ini semua umur,” kata Senanatha di Polres Metro Jakarta Barat, pada 11 Februai.
Dalam laporan itu pelapor memberikan barang bukti berupa print out video tersebut. Pelapor berharap laporan ini ditindak lanjuti dan diproses hingga tuntas oleh aparat kepolisian. (jawa pos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed