oleh

4.600 Anak di Palu Diproyeksikan Stunting

PALU EKSPRES, PALU – Wakil Wali (Wawali) Kota Palu Reny A Lamadjido menyatakan kurang lebih 4.600 atau14 persen anak di Kota Palu diproyeksikan gizi kurang yang bisa menyebabkan stunting.

“Stunting di Kota Palu 14 persen. Walau persentasenya di bawah skala nasional yakni 20 persen . Tapi apa kita mau 4.600 anak kita akan menjadi stunting,” kata Wawali saat membuka workshop Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Senin (12/4/2021) di salahsatu hotel di Palu.

Terkait tema workshop, yakni peran PKK dan digitalisasi data dalam penurunan angka stunting di Palu, Wawali mengaku sangat mendukung.

Sebab masalah kurang gizi kronis bisa terjadi karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Hal itu berdampak pada kekerdilan karena tumbuhkembangnya tidak sesuai usia.

Keberadaan PKK merupakan tulang punggung terdepan di tingkat kelurahan untuk melakukan program pemberdayaan terhadap kesejahteraan keluarga.

“Jangan bilang PKK tidak bisa berbuat apa-apa. Justru PKK yang sangat berperan karena langsung terjun ke masyarakat,”jelasnya.

Menurutnya, masalah kekurangan gizi kronis adalah masalah yang sangat kompleks di masyarakat, sehingga membutuhkan peran lintas sektor terkait termasuk TP-PKK Kota Palu.

“TP-PKK kota Palu harus berperan aktif dalam mencegah stunting khususnya di kota Palu,” katanya.

Wawali menyatakan ada tiga hal yang harus ditekankan dalam penanganan stunting yaitu pertama pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi, dan Balita terutama dalam 1.000 HPK.

Kedua pola asuh, dimana pola asuh orang tua sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama pertumbuhan dan perkembangan otak itu penting dalam 1.000 HPK.

“Dan yang ketiga adalah kesehatan lingkungan atau yang lebih dikenal dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” lanjutnya.

Melalui Workshop ini TP-PKK Wawali berharap mampu merumuskan program strategis dan inovatif untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, sehingga TP-PKK kota Palu diharapkan dapat bersinergi dengan Pemerintah maupun dengan lembaga swadaya masyarakat. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed