oleh

Besok, 63 Kades di Parimo Dilantik di Tinombo

PALU EKSPRES, PARIMO– Sebanyak 58 Kepala Desa (Kades) terpilih pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar serentak beberapa waktu lalu di Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) akan dilantik. 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Parimo, Zulfinachri Ahmad mengatakan, kegiatan pelantikan direncanakan digelar di Kecamatan Tinombo, Kamis (15/4/2021).

Ia menjelaskan, dari total 58 desa yang menggelar Pilkades tersebut, ada 51 desa di antaranya yang masa jabatan kepala desanya, berakhir di tahun 2020. Kemudian, tujuh desa lagi berakhir di tahun 2021, dan lima desa lainnya merupakan pengganti antar waktu (PAW) karena kepala desanya meninggal dunia.
“Jadi insyaallah besok itu, kepala desa yang dilantik sebanyak 63 orang. Berdasarkan arahan pimpinan, pelantikan dilaksanakan di Tinombo,” kata Zulfinachri kepada wartawan di kantornya, Rabu (14/4/2021).
Menurut dia, pascapilkades beberapa waktu lalu, ada kurang lebih tujuh laporan gugatan sengketa Pilkades yang masuk ke tim penyelesaian sengketa di Dinas PMD Parigi Moutong. Namun, gugatan itu terpaksa ditolak karena laporan gugatan masuk di luar batas waktu yang ditentukan. 
Kemudian kata dia, pelapor tidak menyertakan ketentuan yang disyaratkan dalam proses pelaporan sengketa Pilkades. Di antaranya, KTP, laporan yang ditulis tidak bermaterai, dan tidak adanya surat keputusan hasil penetapan kepala desa terpilih.
“Sehingga, berdasarkan hukum, sah untuk tidak dibahas, secara tidak langsung tertolak,” ungkapnya.
Menurut dia, untuk kepala desa terpilih diharapkan dapat bersinergi dengan masyarakat. Sehingga, tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dalam hubungan vertikal dan horizontal di desa. 
Apalagi tambahnya, persoalan di tengah-tengah masyarakat desa, dapat diselesaikan dengan hubungan silaturahmi yang baik. Jika, silaturahmi putus, maka dipastikan akan memunculkan riak-riak di masyarakat.
“Saya harap kepala desa terpilih bisa jadi pemimpin, bisa jadi orang tua di wilayahnya. Sebab, suka tidak suka, terima tidak terima, dialah yang paling tokoh di desa tersebut,” ujarnya. (asw/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed