Sosialisasi 4 Pilar, Warga Diberi Pemahaman Bahaya Covid-19

  • Whatsapp
SOSIALISASI - Anggota MPR RI Muhidin M Said melakukan sosialisasi 4 pilar di Desa Lonja - Sigi. Foto: Kia/PE

PALU EKSPRES, SIGI – Momen sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara dimanfaatkan oleh anggota MPR RI Muhidin M Said, untuk mengingatkan bahaya pandemi Covid-19 yang terus mengintai. Hal ini sampaikannya di depan warga Desa Lonja, Sigi dan siswa LDII Desa Lonja.

Saat ini ungkap Muhidin, India adalah salah satu negara di dunia dengan penambahan pasien Covid-19 mencapai 300 ribu lebih per hari. Eskalasi Covid-19 yang tidak terkendali ini disebutnya, dipicu oleh upacara keagamaan di negara itu, berkumpul ribuan orang dan memicu virus Covid yang tidak terkendali.

Bacaan Lainnya

Karena itu, sekalipun di desa, warga harus tetap waspada. Menjaga jarak, tidak berkerumun dan memakai masker sambung Muhidin adalah langkah efektif untuk menekan sebaran virus yang belum ada obatnya itu. Sekalipun sudah divaksin hingga dua kali, namun itu tidak menjamin kebal virus. ”Karena itu harus tetap hati-hati, ikuti protokol kesehatan,” imbaunya.

Jika warga tidak mengikuti protokol kesehatan, maka sebaran virus tidak bisa dikendalikan. Gilirannya kehidupan bernegara akan terganggu karena dunia usaha tidak bisa berjalan optimal.

JAGA EMPAT PILAR

Walau disibukan dengan kehidupan sehari-hari, warga diminta tetap menjaga empat pilar berbangsa, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Empat pilar inilah ungkap Muhidin yang bisa menjamin bangsa ini bisa tegak sampai saat ini bahkan sampai nanti. Di tengah kehidupan bangsa yang majemuk, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI adalah pilar penting yang mempersatukan bangsa.

Melemahnya pemahaman terhadap konsensus berbangsa, bisa dipicu olah banyak hal. Salah satunya datang dari dalam, seperti lemahnya pemahaman Pancasila, sistem sentralisasi yang melemahkan daerah. Penyebab lainnya adalah kurangnya pemahaman agama yang benar serta kurangnya keteladan masyarakat kepada seorang pemimpin. Muhidin menyebut sedikitnya ada 9 poin tantangan internal yang harus diatasi agar empat konsensus berbangsa dan bernegara bisa terus menjadi pegangan bagi bangsa ini.

Sosialisasi yang ini dikuti seratusan warga dan siswa dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum masuk ruangan semua dites antigen serta posisi duduk yang berjarak. (kia/palu ekspres)

Pos terkait