Ketika Musim Bunga Tak Bersemi Lagi

  • Whatsapp
adv

Oleh Kasman Jaya Saad*

TULISAN ini tentang bunga, ya bunga beneran, bukan tentang bunga bank, yang digandrungi banyak orang tanpa musim. Dan ini bukan pula tentang judul film atau sinetron, tapi tentang suatu realitas bagaimana musim bunga itu tak lagi bersemi di kota ini. Tengoklah tetangga kita, atau simak media sosial, tak lagi bunga yang menjadi topik, tak lagi ada bunga dalam diskursus ibu-ibu, dan tak lagi berbanjar jualan bunga itu di pasar-pasar. Pun kalau ada, sudah sepi peminat. Di rumah-rumah juga seperti itu, tak seperti saat musim semi itu, tak ada lagi euforia tentang bunga. Yang tersisa hanya pot putih dengan tanah yang kering, gersang tak terurus. Semua seakan lenyap, ditelan hiruk pikuk berita meningkatnya angka pandemi Covid-19 di kota ini.
Sekedar ingin mengulang cerita musim semi tentang bunga itu, betapa indahnya bila musim bunga itu tak cepat berlalu. Maka di tengah pandemi seperti ini, kita tetap menatap lingkungan yang nyaman, asri dan pasti meningkatkan imun. Dan diskursus bunga dengan berbagai harga dan jenis menghiasi alam pikir ibu-ibu, tentu sangat menyehatkan dan menyenangkan.
Saya sering terkesimak bila ibu-ibu ‘waktu itu’ hafal berbagai nama jenis bunga dan cara menanamnya dengan benar hingga syarat iklim mikronya. Adalah jenis bunga Aglonema dengan berbagai varian daun yang menarik dan Caladium dengan warna batik yang menawan atau Monstera versi variegata yang memikat dan Anthurium dengan gelombang cintanya. Hingga nama-nama yang unik seperti bunga janda bolong sampai lidah mertua, contoh jenis bunga paling populer, paling dicari dan harga yang menakjubkan, kala itu.

Bacaan Lainnya

Manfaat Bunga

Bunga adalah jaminan indah dan bahagia bagi pencintanya, bukan bagi mereka yang hanya sekedar ikut-ikutan (musiman). Bagi mereka, tak kenal musim, karena bunga selalu diartikan dengan keindahan dan keharuman. Itu karena sebagian besar bunga memiliki kedua hal tersebut, yaitu indah dan harum. Soal estetika bunga memang tak perlu diperdebatkan. Bandingkan saja, halaman rumah yang ada bunga atau tanamannya, dengan yang tidak ada. Pasti lebih indah yang ada tanaman bunganya. Ya, selain menambah kesejukan dan keasrian, juga menjadi indah. Tak bosan dilihatnya.
Namun bukan hanya itu, bunga juga memberi banyak manfaat lain, seperti menghilangkan partikel beracun dari udara. Ada beberapa jenis bunga mampu menyaring dan menghilangkan kandungan benzena, formaldehida, trichloroethylene, xylene, dan amonia dari udara – bahan kimia yang sering menyebabkan sakit kepala, pusing, iritasi mata, gangguan saluran pernapasan, dan alergi. Bunga juga dapat menyerap debu yang bertebaran di udara karena bunga dapat melepaskan 95-97% air yang dikandungnya ke udara. Kadar air ini akan menciptakan kelembaban yang mampu menangkap dan menyerap debu dalam ruangan.
Selain itu, manfaat bunga juga dapat menjaga kesehatan mental dan stres. Bentuk dan warna bunga hidup yang begitu cantik, ditambah warna hijaunya yang alami, serta bau segar yang alami akan memancarkan getaran positif bagi kehidupan kita. Inilah mengapa sekedar melihat atau menghirup aroma tanaman di halaman atau di ruangan yang tertata bunga hidup dinilai mampu memelihara kondisi mental manusia dari desakan kesibukan sehari-hari, dan tentu saja dengan kecantikan dan estetika yang dimiliki, sekaligus dapat mengurangi stres.
Dan penting pula dipahami, bahwa bekerja di halaman atau di ruangan dengan pajangan bunga indoor akan membuat kita lebih fokus dan konsentrasi. Hal ini disebabkan kadar karbondioksida atau CO2 yang berlebih dalam ruangan dapat membuat kita mudah lelah, letih, dan lesu. Kondisi ini tentu mengganggu kelancaran aktivitas dan menurunkan tingkat produktivitas.
Dengan adanya tanaman hias (bunga) di halaman atau dalam ruangan, CO2 akan terserap dan tergantikan oleh oksigen atau O2 yang dibutuhkan tubuh. Dan itu menyebabkan kita dapat kembali lebih fokus dan konsentrasi.
Begitu banyak manfaat bunga, seharusnya tak menjadikan kita berhenti untuk meluangkan waktu untuk menyamai dan merawatnya, tak sekedar hobi musiman, ikut-ikutan, tak paham makna dan manfaatnya, layaknya musim batu-batuan kala itu. Jauh dari itu, penting dimaknai bahwa bunga bukan hanya untuk kesehatan fisik saja. Bunga juga memiliki dampak positif bagi mental kita. Oleh karena itu, selayaknya di tengah pandemi seperti ini, kita kembali menjadikan bunga sebagai bagian dari kebutuhan untuk hidup secara harmoni dan bahagia dengan alam/lingkungan. Terlebih kita yang tinggal di kompleks perumahan dengan terbatas halaman, tentu kehadiran bunga indor dan outdoor menjadi sangat penting, bukan hanya secara estetika itu menambah keindahan namun juga dapat berperan sebagai penyangga ekosistem dan sebagai suplai oksigen yang cukup penting untuk sirkulasi udara yang segar dan bersih bagi penghuni rumah dan lingkungan sekitar. Semoga tulisan ini mencerahkan, dan musim bunga itu kembali bersemi dan terus bersemi.

*Penulis Dosen Unisa Palu

Pos terkait