Seleksi Atlet Bukan Lagi Karena Faktor Keluarga

  • Whatsapp
Ketua KONI Sulteng Nizar Rahmatu saat menghadiri pembukaan Porkab Ke-V di Parimo. Foto : ASWADIN/PE

PALUEKSPRES, PARIMO – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, Nizar Rahmatu menegaskan, bahwa saat ini pihaknya melakukan seleksi terhadap para atlet benar-benar prestasi yang diutamakan
“Di KONI saat ini tidak ada lagi yang namanya keluarga, tidak ada lagi seleksi karena faktor kedekatan, jadi saya ingatkan untuk KONI Kabupaten, biarpun atlet itu berasal dari kaki gunung, kalau mereka berprestasi silahkan diambil, dan beri kesempatan,” kata Nizar saat menghadiri pembukaan Porkab di Parimo, Minggu (5/12/2021).
Dia mengatakan, meskipun situasi pandemi COVID-19 berakhir, kegiatan Porkab tetap saja dilaksanakan. Menurutnya, untuk Sulawesi Tengah sendiri yang melaksanakan Porkab baru dua Kabupaten yakni, Parigi Moutong dan Kabupaten Banggai.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Berbicara soal pandemi COVID-19, tentu tidak terlepas yang namanya olahraga. Karena bagaimana kita sehat jika tidak berolahraga.” ujarnya.
Sebab menurutnya, jika berbicara olahraga tentunya tidak terlepas dari harga diri dan kebanggaan, yang notabene tetap menjunjung tinggi sportivitas yang tak terukur.” Alhamdulillah, Porkab ini bagian dari rangkaian seleksi dalam hal pembinaan prestasi cabor-cabor untuk menuju pekan olahraga provinsi tahun 2022 nanti, ujarnya.
Dia mengatakan, untuk Porprov Sulteng tahun 2022 nanti, pihaknya belum memastikan daerah yang akan melaksanakan, setelah Kabupaten Buol dinyatakan belum siap untuk menjadi tuan rumah.” Saya belum bisa katakan, pelaksanaan Porprov itu dimana, karena masih dalam peninjauan ulang.” jelasnya.
Namun, selaku ketua KONI Sulteng, ia memastikan, bahwa Porprov tahun 2022 tetap dilaksanakan.” Saya selaku ketua umum KONI Provinsi Sulteng memastikan Porprov 2022 tetap dilaksanakan, entah itu dimana, karena SK Gubernur menunjuk Kabupaten Buol sebagai tempat pelaksanaan Porprov 2022.” ungkapnya.
Tetapi kata Nizar, sekaitan hal in pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur Sulteng.” Alhamdulillah, dalam kepengurusan kami tercatat dalam sejarah bahwa dari 18 Cabor pada PON di bumi cendrawasih kita mendulang sebanyak 12 medali dan itu tercatat medali terbanyak sepanjang Sulteng ikut PON.” sebut Nizar.
Lanjut dia mengatakan, dalam kepengurusan pihaknya tidak ada lagi janji-janji bonus untuk para atlet.” Jadi begitu mereka pulang ke daerah usai bertanding bonus langsung kami bayarkan. Karena kita harus menempatkan olahraga juga sebagai garda terdepan sebagaimana harga diri dan kembagaan kita bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam undang-undang nomor ; 3 tentang sistem keolahragaan nasional, daerah diwajibkan untuk menganggarkan Porprov dalam APBD, baik melaksanakan maupun sebagai peserta Porprov.” Tetapi tidak terlepas dari itu saya berharap, kepada pemangku kepentingan baik itu swasta untuk terlibat membangun olahraga di daerah ini.” harapnya. (asw/paluekspres)

Pos terkait