Sabtu, 8 Agustus 2026

Simak Kabar Terbaru Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam

KUALA LUMPUR, PE – Kasus pembunuhan King Jong-nam yang melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI) terus diproses.

Teranyar, Pemerintah Malaysia memastikan pria yang melapor ke pihak keamanan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) karena diserang dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit pada 13 Februari lalu adalah Kim Jong Nam.

Pria tersebut disebut-sebut sebagai kakak satu ayah beda ibu dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. “Kami punya bukti bahwa Kim Chol adalah Kim Jong-nam,’’ kata Ketua Polis Negara Malaysia, Khalid Abu Bakar.

Ketika memasuki wilayah Malaysia, Jong-nam memang menggunakan paspor dengan identitas Kim Chol.

Pihaknya sudah melakukan proses pembuktian secara resmi sesuai dengan hukum yang berlaku. Hanya, Khalid menolak memberi tahu bukti yang dimaksud dengan alasan tidak mau membahayakan saksi yang membantu identifikasi.

Sejak kematian Jong-nam, Malaysia meminta keluarga yang bersangkutan untuk datang. Mereka juga mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Korut terkait contoh DNA untuk membuktikan identitas Jong-nam. Namun, negara yang sangat tertutup itu tidak merespons dengan baik.

Akibatnya, hubungan dua negara yang dulu terbilang mesra itu merenggang. Bahkan sempat diwarnai saling sandera masing-masing warga negara. Kasus kematian Jong-nam melibatkan banyak negara. Korban adalah warga negara Korut, pembunuhan terjadi di Malaysia, sedangkan dua perempuan yang ditangkap karena diduga sebagai pelaku berasal dari Vietnam dan Indonesia. Kedua pelaku adalah perempuan.

Yakni, Doan Thi Huan dan Siti Aisyah. Saat ini mereka menjalani proses hukum yang berlaku dan terancam hukuman mati.

Intelijen Malaysia menyebut zat yang digunakan untuk membunuh Jong-nam sering dipakai militer Korut. Namun, tidak ada bukti yang bisa menguatkan tudingan tersebut. Selain dua perempuan yang mengira sedang syuting video konyol saat menyerang Jong-nam, ada tujuh lelaki asal Korut yang diduga terlibat.

Empat orang langsung pulang ke negaranya saat Jong-nam tewas, sedangkan tiga lainnya saat ini diyakini bersembunyi di Kedubes Korut di Malaysia.

(Fajar/jpg/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital