Selasa, 20 Oktober 2026

Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Palu Berisi Sejumlah Prestasi

Upacara Memperingati Hari Ulang Tahun Kota Palu Berisi Sejumlah Prestasi
Ultah Kota Palu Diperingati, Gubernur Sulteng Rusdi Mastura menyebut Kota ini punya sejumlah prestasi.

Upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Kota Palu tahun 2022 yang berlangsung di halaman kantor Wali Kota Palu, berisi sejumlah data prestasi.

Hadir sebagai inspektur pada upacara memperingati Hari Ulang Tahun pada Selasa, (27/9/2022), Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura.

Baca juga: HUT Ke-43 Kota Palu, Gubernur Sulteng Terima Penghargaan Bangga Kencana

Pada upacara memperingati Hari Ulang Tahun Kota Palu itu Gubernur Rusdy mengatakan persentase penduduk miskin di Kota Palu tercatat paling rendah se Provinsi Sulawesi Tengah yaitu 7,17.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia Kota Palu secara konsisten terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Kini berada di angka 81,70. Nilai ini paling tinggi di antara kabupaten se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Dia menyampaikan kabar terbitnya Inpres nomor 8 tahun 2022 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi di Sulteng.

Dia bersyukur karena Senin (26/9/2022) Kementerian PUPR RI telah melakukan ground breaking pembangunan Huntap Talise.

Baca juga: Puncak Hut Kota Palu, Wali Kota Minta Maaf

“Saya mohon doa dan dukungan semua pihak untuk percepatan pemulihan pascabencana 2018 silam,” ujarnya.

Gubernur Rusdy yang juga mantan Wali Kota Palu dua periode ini mengucapkan Dirgahayu Kota Palu yang ke-44 tahun 2022.

Menurutnya, HUT ke-44 Kota Palu adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi strategi dan program yang telah berlangsung selama ini.

Ada lima sektor yang berkontribusi pada pencapaian yang dominan khas perkotaan dan jasa konstruksi, administrasi pemerintahan dan perdagangan, informasi dan komunikasi, serta sektor pendidikan.

Hadir Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, Wakil Wali Kota, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes, para unsur Forkopimda, sejumlah instansi, pejabat di lingkup Pemerintah Kota Palu, dan tokoh masyarakat.

Sejarah Kota Palu

Kota Palu adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah yang dijuluki Kota Lima Dimensi karena memiliki lansekap alam yang lengkap mulai dari laut, teluk, lembah, sungai, dan pegunungan.

Letak Kota Palu berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah barat dan Utara, Kabupaten Sigi di sebelah selatan, dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah timur.

Adapun luas wilayah Kota Palu adalah 395,06 km² yang terbagi menjadi 8 kecamatan dan 46 kelurahan.

Asal usul nama kota Palu adalah dari kata Topalu’e yang artinya tanah yang terangkat. Hal ini beralasan karena daerah ini dulunya merupakan lautan yang terangkat dan membentuk lembah.

Sementara versi lain menyebut bahwa kata asal usul nama Kota Palu berasal dari bahasa Kaili yaitu kata volo yang berarti bambu yang tumbuh dari daerah Tawaeli sampai di daerah Sigi.

Bambu memang sangat erat kaitannya dengan masyarakat suku Kaili, karena mereka memanfaatkan bambu yang diolah menjadi alat dan bahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keberadaan Kota Palu bermula dari kerajaan yang terdiri dari kesatuan empat kampung yang membentuk satu Dewan Adat disebut Patanggota.

Kesatuan empat kampung yang menyusun Kerajaan Palu terdiri dari Besusu, Tanggabanggo yang sekarang bernama Kelurahan Kamonji. Lalu, Panggovia yang sekarang bernama Kelurahan Lere, dan Boyantongo yang sekarang bernama Kelurahan Baru.

Kerajaan Palu tumbuh menjadi salah satu kerajaan yang dikenal dan sangat berpengaruh.

Pada masa penjajahan Belanda, Kerajaan Palu masuk dalam Afdeling Donggala.

Wilayah Kota Palu dibagi menjadi wilayah-wilayah kecil (Onder Afdeling Palu) meliputi tiga wilayah Swapraja yaitu Swapraja Palu, Swapraja Dolo, dan Swapraja Kulawi.

Hingga pada 1942, terjadi pengambilalihan kekuasaan dari Pemerintahan Belanda oleh pihak Jepang.

Kota Donggala yang kala itu merupakan ibu kota Afdeling Donggala hancur sehingga pada 1950 pusat pemerintahan dipindahkan ke kota Palu.

Kota ini mulai berkembang setelah dibentuknya Residen Koordinator Sulawesi Tengah Tahun 1957 yang menempatkan Kota Palu sebagai Ibu kota Karesidenan.

Kemudian dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964, status Kota Palu sebagai ibu kota ditingkatkan menjadi Ibu kota Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah.

Selanjutnya di tahun 1978, status Kota Palu kembali berubah dan ditetapkan sebagai kota administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978.

Dasar hukum pembentukan wilayah Kota Administratif Palu yang dibentuk tanggal 27 September 1978 atas Dasar Asas Dekonsentrasi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah.

Palu kemudian menjadi kota kesepuluh yang ditetapkan pemerintah menjadi kota administratif. Kini, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1994 Kota Palu resmi berstatus menjadi Kotamadya Palu. (aaa/paluekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam