Sejumlah Pos Belanja Pemda Donggala Bakal dikurangi, Alasannya…

  • Whatsapp

DONGGALA, PE – Pemilihan Kepala Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Kabupaten Donggala bakal digelar pada 2018 mendatang. Berkenaan dengan itu, DPRD Donggala pun mulai mengalokasikan dukungan anggaran melalui APBD.

Ketua DPRD Donggala M Yasin, mengatakan, saat ini pihaknya bahkan telah mengalokasikan sejumlah dana untuk dukungan terhadap hajatan lima tahunan itu. Pada 2017, DPRD Donggala bahkan telah mengalokasikan dana untuk kepentingan sosialisasi. Namun sosialisasi ini tidak melekat di KPU melainkan di Kesbangpol.
“Kita lihat tupoksinya lebih mengarah ke Kesbangpol, jadi kita lekatkan di sana dananya,’’ ungkap Yasin di ruang kerjanya, Senin (13/3).

Bacaan Lainnya

Mengingat pelaksanaan Pilkada yang masih setahun lagi, pihaknya mengalokasikan dananya secara bertahap. Nanti setelah anggaran sosialisasi rampung, pada APBD Perubahan 2017 kembali akan dialokasikan.

Bahkan pada APBD 2018 yang dibahas pada akhir 2017, dana dukungan Pilkada akan kembali dialokasikan. Masih menurut Yasin, karena besarnya dukungan anggaran untuk pesta demokrasi itu, ia memastikan akan ada sejumlah pos belanja yang dikurangi. Kecuali gaji, akan ada belanja yang dikurangi.

Namun ia menjamin, tiga sektor yang berkaitan dengan infrastruktur dasar tidak akan terkena pengurangan, yaitu, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

“Tiga hal ini tidak boleh dikurangi, karena tiga sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika dikurangi akan memengaruhi pelayan pada sektor vital tersebut,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Donggala mengusulkan anggaran biaya untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Donggala pada 2018 sebesar Rp30,45 miliar.

Seperti yang dikemukakan  Ketua KPU Donggala, Mohamad Saleh pihaknya  mengusulkan anggaran biaya untuk pelaksanaan Pilkada Donggala 2018  sebesar Rp30 M lebih.

Anggaran terbesar untuk honor penyelenggara, berkisar 40 persen. Kemudian sisanya untuk biaya logistik, bahan kampanye dan alat peraga kampanye.

(kia/Palu Ekspres)

Pos terkait