Dua Jamaah Haji Sulteng Meninggal Dunia

  • Whatsapp

 

90 Jamaah Lainnya Dinyatakan Hilang
PALU, PE – Dua di antara 1.391 jamaah haji asal Sulteng yang menunaikan haji tahun 2015 dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi Mina pada 24 September lalu. Keduanya bernama Hj Ruswati Karim Lawadang (66) dan H. Abdul Wahab Samangka (73). Pasangan suami istri berasal dari  Kabupaten Tojo Una Una.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama  Sulawesi Tengah, Zulkifli Tahir mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima dari Petugas Haji Sulteng di sana, keduanya yang terbang dengan kloter lima embarkasi Balikpapan meninggal disebabkan insiden yang menewaskan ratusan jamaah haji dari berbagai negara itu.
Zulkifli Tahir yang mengutip laporan dari petugas haji di tanah suci, menjelaskan, usai melaksanakan wukuf  di Arafah, Rabu 23 september 2015, dua jamaah haji Sulteng tersebut kemudian menuju Muzdalifah untuk mengambil batu di sana untuk selanjutnya akan dipakai untuk melontar jumrah di Mina pada keesokan harinya 24 September 2015.

”Informasi yang diperoleh, suami-istri itu dari Muzdalifah, mereka tidak ke tenda lagi,” rinci Zulkifli Tahir.
Walau sudah mendapat kepastian jamaah haji yang wafat  Zulkifli Tahir mengimbau agar tetap menunggu pernyataan resmi dari Petugas Haji Indonesia untuk Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Lebih jauh ia mengatakan, dari laporan para ketua kloter, sebanyak 90 jamaah haji asal Sulteng belum teridentifikasi keberadaannya. Mereka yang hilang jejaknya terhitung sejak  pasca melontar jumrah di Mina 24 September lalu.

”Sampai saat ini, belum diketahui 90 Jamaah Haji Sulteng yang hilang tersebut berasal dari Kloter berapa,” katanya. Banyaknya jamaah yang abai terhadap peringatan dan imbauan ketua kloter  disinyalir menjadi penyebab puluhan jamaah haji tersebut masih belum ditemukan. Pihaknya bahkan belum mengetahui apakah mereka yang hilang itu, sekadar tersesat atau di rumah sakit. Zulkifli masih menunggu  perkembangan dari waktu ke waktu. ”Kadang-kadang mereka ini kepala batu,” keluhnya.

Sementara itu, Jumlah jemaah haji asal Indonesia yang menjadi korban tewas tragedi Mina kembali bertambah. Dari semula 34 orang, kini bertambah tujuh orang lagi sehingga data terakhir ada 41 jemaah haji asal tanah air yang wafat akibat tragedi yang terjadi Kamis (24/9) pagi itu.

Dirjen Peyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, jumlah itu diperoleh setelah tim Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) mengunjungi pemulasaran jenazah di Al Mu’ashim.

“Ada tambahan tujuh korban yang meninggal dunia, sehingga total menjadi 41 orang,” ujarnya tadi pagi.
Di luar tujuh tambahan itu ada juga empat warga negara Indonesia yang menjadi korban jiwa di Tragedi Mina. Keempat orang itu merupakan mukimin atau WNI yang sudah bermukim di Arab Saudi. Dengan demikian jumlah total WNI korban Tragedi Mina menjadi 45 orang.

Selain jemaah yang wafat, lanjut dia, ada 10 haji yang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi. Jumlah tersebut naik dari pemberitahuan sebelumnya sebanyak enam orang.

Abdul Djamil juga mengungkapkan, jumlah jemaah yang belum kembali ke pemondokan sebanyak 82 orang sejak Kamis (24/9).  Rinciannya adalah delapan jemaah dari Kloter 14 embarkasi Batam (BTH 14), 46 orang dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61), lima orang dari Kloter 10 embarkasi Makasar (UPG 10), tujuh orang dari Kloter 62 embarkasi Solo (SOC 62), 14 orang dari Kloter 48 embarkasi Surabaya (SUB 48).
Selain itu ada juga dua orang dari Kloter 36 embarkasi Surabaya (SUB 36) yang masih hilang. “Kami akan terus melakukan pencarian untuk memperjelas 82 orang yang belum kembali, sampai tuntas,” pungkasnya.(ndy/hyt/JPG)

Pos terkait