oleh

Prof Hasan: Pemenang Tak Pernah Lari dari Tantangan

AKHMAD USMAR/HUMAS UNTAD
BERI WEJANGAN; Ketua Senat Untad, Prof Hasan Basri PhD memberikan wejangan kepada 1.261 wisudawan Untad yang diwisuda pada Rabu 30 September 2015.

Pesan Kepada Wisudawan Ke-80 Untad
PALU,PE-Ketua Senat Untad, Prof Dr Hasan Basri memberi petuah kepada 1.261 wisudawan ke-80 Untad, Rabu 30 September 2015. Mantan wakil rektor bidang akademik Untad ini memotivasi para sarjana yang diluluskan Untad agar pantang berputus asa dalam perjuangan meraih kesuksesan. Apalagi di tengah kondisi perekonomian yang memprihatinkan seperti saat ini.

Meski kondisi perekonomian bangsa saat ini kata Prof Hasan kurang bagus namun dia berharap itu tak mematahkan semangat para wisudawan untuk terus berjuang.”Ingat kata-kata bijak, pemenang tak pernah lari dari tantangan. Pemenang adalah mereka yang berani menghadapi tantangan,”ujarnya.

Prof Hasan berharap para lulusan untad menjadi pejuang tangguh yang berlandaskan semangat ketadulakoan.
Dia pun menitipkan sebaris doa untuk kesuksesan para wisudawan di masa mendatang. “Insya Allah semoga dengan semangat ketadulakoan meski di tengah kondisi perekonomian yang kurang bagus para wisudawan Untad bisa mencapai kesuksesan selepas dari Untad,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemprov Sulteng, Abdul Salam Mathar, juga menitipkan harapan yang sama pada para wisudawan itu. Dia berharap predikat sarjana yang disandang para wisudawan tak hanya sekadar embel-embel yang dipamerkan di belakang sebuah nama. Namun, dia berharap gelar tersebut merupakan gambaran atas perwujudan mindset yang luwes dan berkembang dalam menghadapi tantangan zaman.Dia pun berharap lulusan Untad adalah lulusan yang siap menghadapi ketatnya persaingan pasar bebas di ASEAN (MEA).

Karenanya, dia berpesan agar Untad sebagai lembaga pendidikan tinggi lebih mengedepankan kualitas lulusan yang dicetak. Karenanya dia berpesan agar Untad mulai berbenah diri dan menghapus tradisi-tradisi penerimaan mahasiswa baru yang tidak mengarah pada pengembangan karakter mahasiswa. Seperti tradisi perpeloncoan.

“Tradisi perpeloncoan harus dihapus, mari tingkatkan mutu lulusan menghadapi MEA 2015,” ujarnya.
Wisudawan kali ini cukup membeludak dibanding gelombang-gelombang sebelumnya. Ini bisa terlihat dari keberadaan para wisudawan yang  memenuhi ruang auditorium hingga ke samping kiri kanan balkon atas ruangan tersebut. Ini diakui Rektor Untad Prof Dr Ir Muh Basir Cyio SE MS.

“Mohon maaf ini pertama kali dalam sejarah wisuda Untad ada wisudawan yang harus menempati ruang atas balkon,” ujar mantan Dekan Faperta Untad itu. Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada wisudawan dan para orangtua pendamping wisudawan atas kondisi itu.

“Mohon maaf atas kondisi ini. Kami terpaksa memberi disposisi kepada wisudawan yang ingin diwisuda pada periode kali ini. Padahal sejogjanya kami sudah closing sejak sebulan lalu. Namun karena banyak yang berminat diwisuda saat ini sehingga akhirnya kami wisuda,” ujarnya. Pada saat itu juga diumumkan wisudawan terbaik, tercepat, termuda dan memiliki IPK yang tinggi. (mrs)

News Feed