Kamis, 14 Mei 2026

Setnov Tak Disebut dalam Putusan Vonis Irman dan Sugiharto

PALU EKSPRES, JAKARTA — Selain Setya Novanto, sejumlah nama yang sebelumnya disebut jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam surat dakwaan mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, juga menghilang.

Majelis yang dipimpin Jhon Halasan Butarbutar dalam pertimbangannya menyebutkan ada tiga nama yang ikut diperkaya dari proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Ketiga nama itu adalah Miryam S Haryani, Markus Nari, dan Ade Komaruddin.

Anggota Majelis Hakim Franky menjelaskan Irman dan Sugiharto telah memberikan USD 1,2 juta kepada Miryam dalam empat kali penyerahan.

Menurut majelis, uang itu berasal dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Majelis juga memerinci penerimaan uang oleh Markus Nari. Menurut hakim, pemberian itu berawal dari permintaan Markus kepada Sugiharto.

Markus meminta uang kepada Irman karena merasa membantu meloloskan anggaran e-KTP tahap pertama.

“Bahwa uang yang diterima terdakwa itu diserahkan kepada Markus Nari sejumlah USD 400 ribu. Uang yang diberikan pada Markus Nari bermula saat Markus datang ke Kemendagri dan meminta uang Rp 5 miliar,” kata Franky membacakan pertimbangan vonis Irman dan Sugiharto pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/7).

Atas permintaan itu, terdakwa kemudian meminta kepada Anang S Sudihardjo.

“Kemudian Anang minta uang kepada Vidi Gunawan (adik Andi),” tambah Franky.

Kemudian, Anang memberikan kepada Markus di kawasan Senayan. Namun, uang itu nilainya tidak seperti yang diminta Markus yakni Rp 5 miliar. Melainkan hanya diberikan Rp 4 miliar.

“Hanya ada 4 miliar. Uangnya engga cukup dan dijawab Markus enggak apa-apa,” kata Franky menirukan.

Sementara, terkait aliran USD 100 ribu ke Ade Komaruddin, diserahkan oleh Sugiharto melalui Drajat Wisnu Setiawan. “Bahwa selain itu, terdapat pihak lain yang diuntungkan oleh para tersakwa yakni Ade Komarudin sebesar USD 100 ribu,” ujar Hakim Franky

Dari vonis Irman dan Sugiharto, Novanto tidak ikut menerima atau meminta uang seperti tiga anggota DPR lainnya, dan tidak melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi, seperti dimaksudkan pad pasal 3 junto pasal 55 ayat 1 kesatu Undang-Undang Tipikor.

(boy/jpnn/fajar)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengembangan Strategi Digital yang Lebih Efektif melalui Analisis Mendalam terhadap Pola Permainan yang Tepat
Perilaku Pemain Kini Semakin Banyak Dikaji untuk Membentuk Strategi Bermain yang Lebih Efisien dan Terarah
Sistem Adaptif di Gates Of Olympus Perlahan Menyusun Ulang Interaksi dan Membuka Pola Baru yang Lebih Dinamis
Teknik Manajemen Risiko Bermain di Game Online Viral melalui Observasi Pola Kemenangan
Tren Media Sosial Terbaru Disebut Membuat Feed Pengguna Semakin Variatif Majong Ways 2
Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online