Minggu, 20 September 2026

Bidan harusnya Mendapat Tunjangan Profesi

DISKUSI – Anggota DPD-RI Komite III, dr Delis J Hehi bersama Wakil Gubernur Sulteng, H Sudarto dan Ketua PD IBI Sulteng dalam kegiatan seminar nasional IBI, Kamis 29 Oktober 2015 di Restoran Marannu Palu.

DPD Dorong Percepatan Pembahasan RUU Kebidanan
PALU,PE-Isu kesejahteraan profesi tenaga kesehatan khususnya bidan mengemuka dalam seminar nasional yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD-IBI) Sulteng, Kamis 29 Oktober 2015 di Restoran Marannu Palu. Beban kerja dan tanggung jawab bidan dinilai jauh lebih berat ketimbang profersi lainnya. Namun beban kerja itu tidak diikuti dengan pemberian kesejahteraan yang layak dari pemerintah.

Dalam seminar yang dirangkai dengan perayaan ulang tahun IBI ke 64 ini, panitia menghadirkan narasumber anggota DPD-RI Komite III, dr Delis J Hehi. Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Gubernur Sulteng, H Sudarto.

Dalam kesempatan itu, dr Delis berpendapat bahwa kesejahteraan tenaga bidan memang masih jauh dari harapan. Sementara beban kerja dan tanggung jawab jauh lebih besar. Beban itu tidak hanya datang secara fisik, melainkan juga melibatkan beban fsikis ketika berhadapan dengan kasus emergency.

Makanya kata senator asal Sulteng ini, sudah saatnya pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan bidan terutama mereka yang bertugas di pelosok daerah terpencil. Harusnya kata Delis, tenaga bidan juga mendapat tunjangan profesi seperti yang telah diberikan pada tenaga guru.
“Alhamdulillah kita sudah memperjuangkan tunjangan profesi untuk guru. Saat ini tenaga kesehatan juga harus mendapat tunjangan yang sama dengan guru,”kata Delis.

Sejumlah alasan subtansi dikemukakan Delis mengapa pemerintah harus memperhatikan kesehateraan tenaga kesehatan. Yang pertama dari segi waktu kerja. Waktu kerja disektor kesehatan tidak terbatas. Mereka harus bekerja 24jam dalam sehari dan harus selalu siaga sewaktu-waktu untuk dipanggil bertugas.

Kedua adalah soal libur kerja. Tenaga kesehatan katanya tidak diberikan hari libur frofesi semester seperti yang diberikan pada tenaga guru. Disisi lain, beban kerja tenaga kesehatan bahkan juga melibatkan psikis karena harus berhadapan dengan emosional pasien dan keluarga pasien. “Beban kerja tidak hanya secara fisik namun juga fsikis. Menolong kasus emergency biasanya sering  dimarah pasien dan keluarga pasien,”jelasnya.

Dari segi resiko pekerjaan. Tenaga kesehatan sangat rentan berhadapan dengan resiko tertular penyakit.
“Resiko tertular ini pernah saya saksikan langsung di Kabupaten Banggai Laut. Dimana seorang bidang harus memberikan pertolongan pertama dengan nafas bantuan pada pasien yang sedang dalam keadaan emergency,”ujar Delis.

Persoalan lain yang dihadapi tenaga bidan saat ini adalah soal kompetensi. Dimana bidan diwajibkan minimal bergelar D3. Karena itu menurutnya, pihak Kementerian Kesehatan RI harusnya memiliki solusi atas persoalan ini.
“Minimal pemerintah menghadirkan sekolah D3 tingkat kabupaten. Karena ternyata proyek ini sudah berjalan ditingkat provinsi,” jelasnya.

Masalah itu tambah Delis, sebenarnya sudah melalui pembahasan bersama antara DPD RI dengan pihak Kementerian Kesehatan RI. Bahkan saat ini, rencana pemberian tunjangan itu sudah termuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan. RUU menurutnya juga memuat hal lain selain soal tunjangan.
Menurutnya, RUU Kebidanan tersebut mengatur tiga hal terkait kebidanan. Pertama adalah soal kesejahteraan.

Dalam RUU itu ada rencana pemerintah memberikan tunjangan profesi bagi bidan. Kedua mengangkat masalah komptensi dan ketiga soal ketersediaan tenaga kesehatan. Terkait ketersediaan tenaga kesehatan bidan ini, Delis mengatakan bahwa masih terdapat ratusan desa yang belum memiliki tenaga bidan.Padahal semestinya, ketersediaan bidan harus memenuhi minimal satu bidan satu desa.

“Semua persoalan itu sifatnya sangat penting dan tentunya ini butuh kebersamaan dari kita semua utanya stake holder bidang kesehatan agar bersama-sama mendukung lahirnya UU kebidanan,”terangnya.
RUU Kebidanan sebenarnya sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2015 silam. Namun karena satu alasan, RUU tersebut rencananya baru akan kembali dimasukkan dalam Prolegnas tahun 2016.

“Kita bersukur ini sudah masuk Prolegnas untuk periode 2016 dan ini akan kami kawal terus. Karena saat ini DPD RI juga sudah terlibat dalam pembahasan RUU,”sebutnya.

Dalam waktu dekat tepatnya tanggal 7 Desember 2015 mendatang, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan RI untuk membahas dan memperjuangkan percepatan RUU itu dalam pembahasan DPR-RI.

“Kebetulan satu-satunya anggota DPD RI yang berprofesi dokter hanya saya sendiri. Makanya ini akan kami kawal terus karena dalam rangka pemenuhan kebutuhan bidan,”katanya.
Terakhir Delis juga meminta pada PD IBI Sulteng untuk mengajukan usulan pengadaan ambulans laut untuk fasilitas kesehatan di daerah terpencil. Sebab menurutnya, sebagaian rujukan kesehatan di daerah terpencil di wilayah Sulteng sebagian hanya bisa diakses melalui jalur laut. (mdi)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam