Sabtu, 16 Mei 2026

Bidan harusnya Mendapat Tunjangan Profesi

DISKUSI – Anggota DPD-RI Komite III, dr Delis J Hehi bersama Wakil Gubernur Sulteng, H Sudarto dan Ketua PD IBI Sulteng dalam kegiatan seminar nasional IBI, Kamis 29 Oktober 2015 di Restoran Marannu Palu.

DPD Dorong Percepatan Pembahasan RUU Kebidanan
PALU,PE-Isu kesejahteraan profesi tenaga kesehatan khususnya bidan mengemuka dalam seminar nasional yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD-IBI) Sulteng, Kamis 29 Oktober 2015 di Restoran Marannu Palu. Beban kerja dan tanggung jawab bidan dinilai jauh lebih berat ketimbang profersi lainnya. Namun beban kerja itu tidak diikuti dengan pemberian kesejahteraan yang layak dari pemerintah.

Dalam seminar yang dirangkai dengan perayaan ulang tahun IBI ke 64 ini, panitia menghadirkan narasumber anggota DPD-RI Komite III, dr Delis J Hehi. Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Gubernur Sulteng, H Sudarto.

Dalam kesempatan itu, dr Delis berpendapat bahwa kesejahteraan tenaga bidan memang masih jauh dari harapan. Sementara beban kerja dan tanggung jawab jauh lebih besar. Beban itu tidak hanya datang secara fisik, melainkan juga melibatkan beban fsikis ketika berhadapan dengan kasus emergency.

Makanya kata senator asal Sulteng ini, sudah saatnya pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan bidan terutama mereka yang bertugas di pelosok daerah terpencil. Harusnya kata Delis, tenaga bidan juga mendapat tunjangan profesi seperti yang telah diberikan pada tenaga guru.
“Alhamdulillah kita sudah memperjuangkan tunjangan profesi untuk guru. Saat ini tenaga kesehatan juga harus mendapat tunjangan yang sama dengan guru,”kata Delis.

Sejumlah alasan subtansi dikemukakan Delis mengapa pemerintah harus memperhatikan kesehateraan tenaga kesehatan. Yang pertama dari segi waktu kerja. Waktu kerja disektor kesehatan tidak terbatas. Mereka harus bekerja 24jam dalam sehari dan harus selalu siaga sewaktu-waktu untuk dipanggil bertugas.

Kedua adalah soal libur kerja. Tenaga kesehatan katanya tidak diberikan hari libur frofesi semester seperti yang diberikan pada tenaga guru. Disisi lain, beban kerja tenaga kesehatan bahkan juga melibatkan psikis karena harus berhadapan dengan emosional pasien dan keluarga pasien. “Beban kerja tidak hanya secara fisik namun juga fsikis. Menolong kasus emergency biasanya sering  dimarah pasien dan keluarga pasien,”jelasnya.

Dari segi resiko pekerjaan. Tenaga kesehatan sangat rentan berhadapan dengan resiko tertular penyakit.
“Resiko tertular ini pernah saya saksikan langsung di Kabupaten Banggai Laut. Dimana seorang bidang harus memberikan pertolongan pertama dengan nafas bantuan pada pasien yang sedang dalam keadaan emergency,”ujar Delis.

Persoalan lain yang dihadapi tenaga bidan saat ini adalah soal kompetensi. Dimana bidan diwajibkan minimal bergelar D3. Karena itu menurutnya, pihak Kementerian Kesehatan RI harusnya memiliki solusi atas persoalan ini.
“Minimal pemerintah menghadirkan sekolah D3 tingkat kabupaten. Karena ternyata proyek ini sudah berjalan ditingkat provinsi,” jelasnya.

Masalah itu tambah Delis, sebenarnya sudah melalui pembahasan bersama antara DPD RI dengan pihak Kementerian Kesehatan RI. Bahkan saat ini, rencana pemberian tunjangan itu sudah termuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan. RUU menurutnya juga memuat hal lain selain soal tunjangan.
Menurutnya, RUU Kebidanan tersebut mengatur tiga hal terkait kebidanan. Pertama adalah soal kesejahteraan.

Dalam RUU itu ada rencana pemerintah memberikan tunjangan profesi bagi bidan. Kedua mengangkat masalah komptensi dan ketiga soal ketersediaan tenaga kesehatan. Terkait ketersediaan tenaga kesehatan bidan ini, Delis mengatakan bahwa masih terdapat ratusan desa yang belum memiliki tenaga bidan.Padahal semestinya, ketersediaan bidan harus memenuhi minimal satu bidan satu desa.

“Semua persoalan itu sifatnya sangat penting dan tentunya ini butuh kebersamaan dari kita semua utanya stake holder bidang kesehatan agar bersama-sama mendukung lahirnya UU kebidanan,”terangnya.
RUU Kebidanan sebenarnya sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2015 silam. Namun karena satu alasan, RUU tersebut rencananya baru akan kembali dimasukkan dalam Prolegnas tahun 2016.

“Kita bersukur ini sudah masuk Prolegnas untuk periode 2016 dan ini akan kami kawal terus. Karena saat ini DPD RI juga sudah terlibat dalam pembahasan RUU,”sebutnya.

Dalam waktu dekat tepatnya tanggal 7 Desember 2015 mendatang, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan RI untuk membahas dan memperjuangkan percepatan RUU itu dalam pembahasan DPR-RI.

“Kebetulan satu-satunya anggota DPD RI yang berprofesi dokter hanya saya sendiri. Makanya ini akan kami kawal terus karena dalam rangka pemenuhan kebutuhan bidan,”katanya.
Terakhir Delis juga meminta pada PD IBI Sulteng untuk mengajukan usulan pengadaan ambulans laut untuk fasilitas kesehatan di daerah terpencil. Sebab menurutnya, sebagaian rujukan kesehatan di daerah terpencil di wilayah Sulteng sebagian hanya bisa diakses melalui jalur laut. (mdi)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan
Kajian Ritme dan Sebaran Aktivitas dari Evaluasi Sesi Pemula Mahjongways di Kasino Online
Standarisasi Operasional Kasino Online melalui Pemantauan Intensif Pergerakan RTP PGSoft Mingguan per User
Standarisasi Operasional Kasino Online lewat Kontrol Terukur terhadap Dinamika RTP Mingguan User
Bagaimana Strategi Adaptif Mahjongways Kasino Online Merespons Perkembangan AI di Industri
Modernisasi Algoritma Permainan Live RTP PGSOFT melalui Integrasi Teknologi AI
Analisis RTP PGSoft Berbasis Kalkulus Probabilis dalam Kerangka Konfigurasi Matematik Berakurasi Tinggi
Mahjong Ways 2 Kasino Online Tunjukkan Indikasi Stabilitas Ketika Pola Berulang Mulai Terbaca
Distribusi Data Nonlinear dalam Sistem Analitik Adaptif pada Gates of Olympus Super Scatter
Telaah Mendalam RTP dengan Kalkulus Probabilis dan Rancangan Konfigurasi Matematik Berpresisi Tinggi
Membaca Sosiometri Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Pengamatan Visual dan Stabilitas Sistem