Senin, 10 Agustus 2026

Gubernur: Kita Belum Perlu Menimbun Laut

PANTAI TALISE – Suasana nyaman di Pantai Talise menjadikan kawasan ini sebagai tempat rekreasi favorit .

Lahan Daratan Masih Sangat Luas
PALU, PE – Debur ombak yang memecah karang pantai, semilir angin laut dan tawa riang tetua muda yang bermain di pantai, mungkin saja tinggal kenangan. Suatu waktu bentangan pantai akan berganti gedung-gedung beton. Julukan Kota Palu sebagai Kota Lima Dimensi yang dibanggakan oleh Pemerintah Kota Palu akan tinggal catatan sejarah.

Ini terjadi karena reklamasi. PT Yauri Property Investama bersama Perusahaan Daerah Kota Palu yang sudah memulai menimbun laut Teluk Palu sejak 9 Januari 2014 dari pantai Talise memanjang hingga ke kawasan kampung nelayan. Luasan areal pantai yang akan direklamasi ini tidak kurang dari 38 hektare. Pemerintah Kota Palu yang ketika itu masih dipimpin Walikota Rusdi Mastura dan Wakil Walikota Andi Mulhanan Tombolotutu menyokong upaya ini.

Selain PT YPI-Perusda Palu ada pula PT Palu Prima Mahajaya yang juga bekerjasama dengan Perusda Palu telah memulai aksi penimbunan lautnya pada 25 Februari 2015 di Pantai Taman Ria, Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Lere. Luasan reklamasi lebih 24 hektare.

Ada pula tapak reklamasi pihak swasta lainnya di sebelah selatan salah satu hotel di Palu Barat. Lalu ada pula reklamasi dalam skala luasan lebih kecil untuk pembangunan dermaga galian C di sepanjang Teluk Palu bagian barat. Semua itu tentu atas izin dari Pemkot Palu.

Andi Mulhanan Tombolututu kepada media ketika itu, berujar tandas, ‘’Semua pembangunan pemerintah dan swasta untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk orang per orang”.” Menurut mantan Wakil Walikota Palu ini, reklamasi dilakukan dalam upaya menjadikan wilayah pesisir di Teluk Palu sebagai kawasan pengembangan ekonomi.

Namun semakin meluasnya reklamasi Teluk Palu ini disayangkan oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Ia menyebut bahwa pembangunan di Kota Palu belum membutuhkan reklamasi.
“Lahan daratan di Kota Palu masih sangat luas, kita belum perlu reklamasi. Belum perlu menimbun laut. Bila para investor mau masih banyak lahan daratan yang belum dimanfaatkan dan dikelola di kota ini,” kata Longki, tandas.

Soal ada yang menyebut bahwa reklamasi Teluk Palu atas dukungan dan rekomendasi Gubernur Longki, advokad Amir Pakude menilai bahwa itu anggapan keliru. Sebab yang dimaksud dalam surat rekomendasi bernomor 503/52/RD/ADM.EKON tertanggal 25 Oktober 2015 kepada PT YPI itu adalah rekomendasi pengelolaan kawasan pesisir Teluk Palu.

“Tidak ada rekomendasi untuk melakukan reklamasi Teluk Palu. Dan lagi pula dalam rekomendasi itu ada diktum yang mengatakan sepanjang sesuai dengan aturan dan perundangundangan yang berlaku. Bila bertentangan, tentu saja rekomendasi ini tidak berlaku. Rekomendasi itu juga menunjukkan itikad Gubernur/Pemprov Sulteng untuk mendukung pembangunan di Kota Palu, bukan untuk merusak lingkungan tentunya,” kata Amir menekankan. Rekomendasi serupa juga dikeluarkan DPRD Sulteng dengan nomor: 615.3/0879/DPRD tanggal 25 Oktober 2012, yang ditandangani ketua DPRD Sulteng, H Aminuddin Ponulele.

Padahal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam surat bernomor B.821/KP3K.3/IV/2014 tertanggal 16 April 2014, menyatakan bahwa pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi. Kemudian, surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) No: 660/9600/IV/Bangda tertanggal 26 November 2014, menyampaikan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palu tidak mendeliniasi kawasan reklamsi pantai Talise Kota Palu dalam rencana pola ruangnya. Atas itu pula, Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah sudah menyampaikan surat saran penghentian reklamasi.

Manager Advokasi dan Kampanye Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sulteng, Aries Bira dalam pernyataannya kepada media pada pelbagai kesempatan menyatakan tegas, “reklamasi Teluk Palu harus dihentikan.”

Sekarang, saatnya Gubernur Longki menunjukkan kebeperpihakannya pada masyarakat luas. Sebab sesuai pernyataannya dalam pelbagai kesempatan; Pembangunan di Kota Palu belum membutuhkan reklamasi sebab lahan daratan masih sangat luas. (aan)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization