Jam Pelajaran Agama Akan Ditambah

  • Whatsapp
adv

Upaya Walikota Palu Tangani Begal dan Kriminalitas
AKSI begal dan kriminalitas yang sebagian besar melibatkan anak usia remaja di Palu, mendapat perhatian  Walikota Palu Hidayat Msi. Meskipun mengaku belum merancang formula khusus, namun mantan pejabat Bupati Sigi ini sudah punya rencana sendiri dalam mengatasi persoalan begal dan kriminalitas di yang belakangan  meresahkan masyarakat.

Hamdi Anwar, Palu

Hidayat mengatakan  masih akan mengedepankan upaya preventif melalui pendekatan pendidikan keagamaan di sekolah-sekolah untuk mengatasi kriminalitas di tingkat remaja.

Pendekatan yang dimaksud adalah dengan menambah porsi jam pendidikan agama di tingkat sekolah dasar atau tingkat menengah jalur pendidikan umum. Pola itu menurutnya memang menjadi program kerja sesuai visi misinya yaitu menjadikan Kota Palu kota jasa berbudaya dan beradat dilandasi iman dan taqwa. “Ada kebijakan kami ke depan, paling tidak harus ada pendidikan agama tambahan setiap sore untuk jalur pendidikan umum,”kata Hidayat, Jumat 19 Februari 2016.

Sebab menurutya, pelaku begal dan kriminal saat ini mayoritas adalah usia remaja umur belasan tahun. Fenomena itu katanya bisa saja terjadi karena minimnya sentuhan pendidikan agama ditingkat sekolah.  Apalagi saat ini persentase pilihan anak untuk memilih jalur pendidikan umum jauh lebih besar ketimbang sekolah jurusan keagamaan. Hal itu diperparah juga dengan porsi waktu mata pelajaran agama pada jalur pendidikan umum yang jauh lebih singkat daripada pelajaran umum lainnya.

“Ini pandangan saya, mungkin hanya ada dua jam mata pelajaran agama dalam seminggu di sekolah umum. Sementara persentase anak untuk memilih jalur pendidikan umum mungkin mencapai 90persen. Hanya ada sepuluh persen yang memilih jalur pendidikan agama,”jelas Hidayat.

Artinya kata Hidayat, pemerintah harus kembali membangun karakter generasi muda yang berbasis pada nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama.Menumbuhkan nilai agama dan kebudayaan sebagai pijakan dalam berfikir, secara otomatis katanya akan menciptakan budaya toleransi, saling menghargai, gotong royong dan kekeluargaan.

“Bagaimana bangsa ini kita mau bangun bangsa ini kalau pendidikan agama generasi muda kita sangat kurang. Ini yang coba kita tumbuhkan dalam kehidupan kita nanti. Dengan begitu  kehidupan sosial kita akan selalu terjaga oleh budaya dan agama. Sebab faktor kehidupan sosial masyarakat merupakan faktor penting untuk menciptakan ketertiban dan keamanan,”jelasnya.

Namun lanjut Hidayat, Pemkot dalam meminimalisir aksi begal dan kriminalitas di Kota Palu tentunya juga akan menempuh upaya preventif dengan membangun koordinasi bersama aparat penegak hukum lainnya. Termasuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat melalui program kerja. “Ini semua memang butuh kajian. Saya kira kami berdua inikan masih perlu mendalami lebih jauh perosalan-persoalan itu bersama pihak terkait lainnya,”demikian Hidayat.(***).

Pos terkait