Pemerintah pusat, kata dia, patut mewujudkan harga ideal terhadap tiket pesawat, sehingga dapat diterima pihak maskapai dan masyarakat.
Sementara itu, District Manager Sriwijaya Air Tarakan Dandy Harianto Santosa menilai harga tiket maskapai Sriwijaya Air masih murah. Alasannya, harga tiket pada kisaran Rp 400 ribu hingga 500 ribu merupakan harga promo yang diberlakukan maskapai penerbangan.
“Kalau tiket kami sih masih murah lah, kalau dikatakan peningkatan harga, itu bukan. Tapi lebih tepatnya promo yang kami berikan itu sudah berkurang,” ungkapnya.
Untuk menaikkan harga pihaknya selalu bersandar pada prinsip ekonomi. Kenaikan harga tiket pesawat ini dimulai sejak Januari 2019. Kenaikan itu didasari variabel yang jelas. “Yang jelas kami tidak melanggar peraturan pemerintah tentang tarif batas bawah dan batas atas,” tegasnya.
Kenaikan harga tidak hanya pada Sriwijaya saja, namun juga oleh maskapai lain seperti Lion Air dan Garuda Indonesia. Namun hal ini tidak dilakukan secara bersamaan.
“Kalau janjian enggak, soalnya enggak boleh begitu. Saya enggak tahu juga kenapa lainnya juga melakukan hal yang sama. Pokoknya strategi setiap airlines berbeda-beda. Kalau ada yang naik, akan ada penyesuaian sedikit,” ucapnya.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan Syamsi Sarman mengatakan kenaikan harga tiket mengingatkan pada zaman pemerintahan Wali Kota Jusuf Serang Kasim. Informasi harga batas atas dan bawah tiket pesawat diumumkan dalam sebuah papan di bandara.
“Kalau dibandingkan dengan normalnya kan ini kemahalan, hampir 2 kali lipat. Pada waktu normalnya kan tiket bisa 450 ribu sampai 500 ribu dari Tarakan ke Balikpapan. Tapi kalau hari ini sampai sejuta, ya kemahalan,” tuturnya.
Jika harga tiket pesawat dinaikkan hanya 20 hingga 50 persen, menurut Syamsi kemungkinan tidak memberatkan masyarakat.
“Jadi maskapai itu jangan bersifat aji mumpung. Memang betul teori ekonominya kan begitu, ketika kebutuhan meningkat ya harga bisa naik, tapi kami membutuhkan perlindungan konsumen,” tegasnya.
(*/shy/agf/nis/lyn/jpg/lim)