Rabu, 2 September 2026
Opini  

Pentingnya Seni Bertanya Dalam Proses Pembelajaran

Firima Z. Tanjung. Foto: Istimewa

Firima Zona Tanjung

(Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan)

Mengajukan pertanyaan merupakan hal mendasar dalam berkomunikasi, terlebih pada konteks pembelajaran. Seorang pendidik yang memiliki peran signifikan di kelas tentu sangat dinantikan performanya guna melibatkan peserta didik secara aktif dalam aktivitas pembelajaran melalui interaksi tanya-jawab.

Cough lewat tulisannya berjudul “What is so important about asking questions?” menyatakan bahwa keterampilan seorang pendidik mengajukan pertanyaan akan berdampak positif pada eksplorasi pemahaman konsep atau pola berpikir peserta didiknya. Bahkan, seorang pendidik dapat mendeteksi miskonsepsi peserta didik melalui cara mereka mengelaborasi. Ringkasnya, interaksi intensif menggunakan pertanyaan dapat membangun komunikasi konstruktif di kelas.

Namun, pada tataran praktik, seni bertanya masih belum optimal implementasinya. Zein dkk dalam artikel reviunya “English language education in Indonesia: A review of research (2011–2019)” yang terbit di tahun 2020 menyatakan bahwa kemampuan bertanya masih menjadi momok dalam proses pembelajaran berdasarkan hasil riset Sunggingwati dan Nguyen di tahun 2013.

Lebih lanjut, temuan penelitian tersebut mendapati pertanyaan hanya berorientasi pada pemahaman tekstual dan dominansi level pertanyaan tingkat rendah. Sebagai konsekuensi, aktivitas pembelajaran terkesan monoton. Kondisi inilah yang menyebabkan kurang “riuhnya” kelas akan letupan gagasan atau pertanyaan peserta didik. Namun demikian, kita tak bisa mungkir bahwa pemelajar saat ini mempunyai akses informasi yang tak terbatas, baik melalui aplikasi, website, portal berita digital, maupun media sosial.

Lantas, apa yang dapat dilakukan para pendidik untuk menciptakan suasana kelas yang interaktif dan bermakna agar peserta didik lebih kritis dan berkembang ditinjau dari kecerdasan intrapersonal melalui seni bertanya di era Artificial Intelligence (AI) ini?

Pertama, ciptakan hubungan mutual di kelas. Hal ini primer dalam proses pembelajaran. Bahkan, lewat tulisan ilmiah “The effect of teacher-student relationships on the academic engagement of students”, Varga menyebutkan hubungan pendidik dan peserta didik merupakan pondasi yang harus dibangun dengan kokoh agar motivasi dan kerjasama, serta capaian yang ditetapkan dalam aktivitas pembelajaran dapat terwujud.

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa pendidik harus mengupayakan terlaksananya beberapa hal seperti rekognisi kemampuan akademik, minat, dan analisis masalah yang dialami oleh peserta didik. Tentu saja, dengan mengimplementasikan ketiganya, sense of belonging peserta didik terhadap pembelajaran di kelas dan perkembangan sosial mereka akan terbentuk secara gradual.

Kedua, gunakan beragam tipe pertanyaan diantaranya clarifying, adjoining, funneling, dan elevating questions sebagaimana diusung Pohlmann dan Thomas dalam artikel “Relearning the Art of Asking Questions”. Masing-masing tipe pertanyaan akan memberikan kesempatan untuk:

1) mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan oleh peserta didik atau pendidik sebelumnya dan mengarahkan keduanya pada serangkaian pertanyaan lanjutan yang relevan terkait objek bahasan;

2) menanyakan suatu hal yang tidak dibahas selama membaca teks atau selama sesi diskusi berlangsung di kelas. Tipe kedua ini sangat penting agar peserta didik mampu mengeksplorasi suatu bidang kajian pada konteks yang berbeda dengan dibantu oleh pendidik. Dengan demikian, pemahaman yang terbentuk akan lebih komprehensif dan multikonteks;

3) menanyakan suatu hal secara analitik sehingga terelaborasilah faktor penyebab dan pondasi berpikir seseorang;

dan 4) menanyakan isu lebih besar yang melatarbelakangi suatu permasalahan atau objek bahasan. Dengan mengkombinasikan empat tipe pertanyaan tersebut, bentuk interaksi peserta didik dan pendidik menjadi lebih konstruktif, komprehensif, dan menghadirkan situasi pembelajaran yang suportif bagi seluruh anggota komunitas belajar di kelas.

Ketiga, ambil jeda berpikir. Artinya, pendidik mengajarkan peserta didik untuk tidak tergesa-gesa membuat perspektif yang berimplikasi pada prematurnya pemahaman. Tentu saja, pertanyaan tersebut perlu ditelaah secara holistik. Tindakan ini penting bagi peserta didik agar mereka mampu menganalisis komponen yang ditanyakan dan urgensinya. Benar, saat ini akses informasi sangat luas, tetapi kemampuan mengontrol dan mengambil jeda sejenak melalui perangkaian simpul bertaut antarvariabel sangat penting sebagai motor penggerak untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Secara singkat, sikap tidak terburu-buru inilah yang dibutuhkan agar diskusi kelas menjadi lebih kritis, analitik, konstruktif, dan berimbang.

Keempat, ajarkan literasi digital. Poin penting terakhir ini juga memerlukan porsi khusus dalam proses pembelajaran. Di dunia yang serba digital dengan beragam opsi generative AI (kecerdasan buatan generatif) untuk membantu proses pembelajaran, pendidik harus memberi arahan dan batasan penggunaan generative AI.

Artinya, generative AI dapat digunakan sebagai alat untuk mendapatkan informasi. Akan tetapi, suatu informasi yang dihasilkan oleh generative AI tidak dapat serta-merta dianggap sebagai sesuatu yang valid, mengingat urgensi penelusuran dan eksplorasi ilmiah atas variabel dan konteks terkait perlu dilakukan secara saksama.

Dengan demikian, utilisasi sumber digital termasuk website, aplikasi digital, media sosial, dan generative AI bisa digunakan sebagai langkah awal eksplorasi jawaban atas suatu pertanyaan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pendekatan saintifik dalam proses penguraian faktor penyebab, potensi masalah, dan alternatif penyelesaiannya.

Pada akhirnya, seorang pendidik harus mampu membangun hubungan peserta didik-pendidik sebagai faktor penentu terciptanya atmosfer kondusif dalam penyelenggaraan pendidikan. Tentu saja, utilisasi tipe pertanyaan yang variatif dan generative AI secara tepat dengan mengarusutamakan literasi digital, pemberian jeda dalam berpikir, serta implementasi pendekatan saintifik turut mendukung terbentuknya pola pikir peserta didik yang kritis, analitik, dan komprehensif.

Kiranya, serangkaian proses tersebut menjadi sentuhan seni seorang pendidik agar rasa keingintahuan maupun kemampuan analisis masalah berbasis konteks peserta didik perlahan-lahan terakomodir melalui aktivitas bertanya di kelas. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam