Tashoora, Band Pendatang Baru yang Wajib Disimak

  • Whatsapp

PALU EKSPRES- Pada pertengahan pekan ini, jpnn.com berkesempatan berbincang dengan enam personel Tashoora yang datang dari Yogyakarta ke Jakarta. Bertempat di kantor Juni Records, kawasan Bangka, Jakarta Selatan, mereka berbicara menjelaskan bagaimana profil hingga ambisi band yang didirikan.

Tashoora adalah unit rock asal Yogyakarta yang beranggotakan enam personel. Mereka adalah Danang (vokal/gitar), Dita (akordeon/keyboard), Gusti (bass/vokal), Sasi (gitar/vokal), Danu (biola/vokal), dan Mahesa (drum).

Nama band tersebut diambil dari studio musik tempat mereka biasa berkumpul, yang berlokasi di Jalan Tasura, Yogyakarta. Tashoora resmi berdiri sejak September 2016 silam.

“Kami dulu sudah punya proyek masing-masing, akhirnya kepingin buat band yang diseriuskan,” kata Dita ditemui jpnn.com di kantor Juni Records, Bangka, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Setelah terbentuk, Tashoora menghabiskan satu tahun pertama di dalam studio. Mereka meramu materi dengan gabungan isi kepala enam personel yang berbeda latar belakang musik. Tidak ada pakem awal musikalitas yang akan dibuat. Tashoora meraciknya secara mengalir seiring berkembangnya ide para personel.

“Kami bikin lagu mengalir aja, bahkan banyak berubah hingga sekarang aransemennya,” ujar Dita.

“Kami selalu tes di panggung, kalau dirasa kurang asik, kami ubah lagi musiknya,” ujar Danang menambahkan.

Bermodal beberapa lagu awal, Tashoora mulai tampil di panggung sekitar Yogyakarta. Mereka menunjukkan musikalitas yang dibangun bersama. Perlahan image masing-masing personel maupun secara band mulai melekat di ingatan pendengar.
Pada Oktober 2018 lalu, Tashoora berani menggelar private showcase pertama. Acara ini diberi nama ‘Ruang Pertama Tatap Muka’ dan bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta. Aksi mereka di showcase inilah yang akhirnya diwujudkan menjadi mini album pertama Tashoora bertajuk ‘Ruang’.

“Sengaja merekam album ini live karena di balik itu semua ada keresahan yang sama, soal banyak anak band yang rekaman di studio bagus dan dipoles, pas live kurang bagus. Makanya kami kepikiran kenapa enggak bikin live aja,” beber Danang.

Pertunjukan Ruang Pertama Tatap Muka itu ternyata mempertemukan Tashoora dan Juni Records, label yang didirikan Raisa dan Adryanto Pratono. Juni Records ternyata tertarik bekerja sama dengan Tashoora. Gayung bersambut, pihak Tashoora setuju dan menandatangi kerja sama dua minggu setelah bertemu.

“Akhirnya kami mau kerja sama dengan Juni Records karena kami emang nyari tahu perkembangan zaman sekarang,” tutur Danang yang dulunya juga manajer band di Yogyakarta.

Juni Records akhirnya meluncurkan karya pertama dari Tashoora pada akhir tahun 2018. Dalam merilis mini album Tashoora, Juni Records berkerja sama dengan Degup Detak Records asal Yogyakarta. Ini merupakan kali pertama Juni Records bersinergi dengan pihak luar Jakarta.

Dari proses tersebut, Tashoora akhirnya kini menghadirkan mini album pertama yakni ‘Ruang’. Album itu berisi lima lagu yakni Tatap, Terang, Ruang, Sabda, dan Nista.

“Dalam album ini, Tashoora banyak bercerita tentang situasi sosial. Selain itu kami pengin mengungkap sesuatu di sudut mata yang tidak terungkap,” kata Gusti.

Bermodal album Ruang dan sejumlah agenda ke depannya, Tashoora siap melanglang buana di industri musik tanah air. Tidak berlebihan bila jpnn.com menyebut bahwa Tashoora adalah band pendatang baru yang patut diperhitungkan. Tashoora merajut asa. (mg3/jpnn)

Pos terkait