oleh

Gubernur: Kalau Tidak Mau Tutup Saja

Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola

Semua Objek Wisata di Sulteng Hentikan Ekslusivitas 

PE – Sikap eksklusif yang ditunjukan sejumlah pengelola Pariwisata di Sulteng membuat Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola geram. Bentuk ekslusifitas itu, yaitu mereka hanya menerima turis mancanegara dan menolak wisatawan domestik dan lokal untuk masuk di arena tersebut. Bahkan Longki pun sempat ditolak di objek wisata “Prince John Resort” yang terletak di Tanjung Karang.

“Saya tidak setuju itu. Mereka tidak boleh menerapkan aturannya sendiri. Ini bukan negara dalam negara,” tegas Gubernur di hadapan sejumlah tokoh pariwisata, akademisi Untad, anggota DPRD dan dinas Pariwisata Sulteng di ruang kerja gubernur, Senin 21 November 2016.

Longki meminta Kepala Dinas Pariwisata Sulteng Hj Norma Mardjanu, untuk memberi peringatan kepada pengelola Pariwisata Tanjung Karang itu agar membuka lokasi wisatanya untuk semua kalangan wisatawan lokal dan manca negara. “Peringati dia, untuk ikut peraturan daerah. Kalau tidak, suruh tutup saja. Pasti ada pengelola lain yang bisa mengelola tempat itu,” tandas Longki.

Pada kesempatan itu Longki juga menyampaikan keyakinannya terhadap pengelolaan wisata di Sulteng. Menurut dia, provinsi ini memiliki potensi wisata bahari yang sangat indah. Bahkan beberapa telah dikenal di mancanegara, misalnya Pulau Togean di Kabupaten Tojo Unauna. Sayangnya, kata dia, Sulteng belum banyak memperoleh pendapatan dari wisata Pulau itu.

“Turis-turis itu yang membawa visa masuk melalui Gorontalo, yang rugi kita,” ujarnya sambil tersenyum miris.
Namun, kini Longki percaya diri untuk terus mempromosikan kekayaan wisata di Sulteng ini karena beberapa fasilitas sudah tersedia.

“Tahun depan (2017) semua bandara yang ada di Sulteng sudah beroperasi,” ujarnya. Maka kata dia, tak ada alasan lagi untuk pihak Pariwisata beralasan tak bisa menjual wisata di Sulteng.

Apalagi direncanakan Sulteng akan menggelar Celebes Tour yaitu tour dengan bersepeda mengelilingi sejumlah kabupaten di Sulteng, seperti Tour Singkarak, di Sumatera Barat. Kesempatan ini kata dia harus dimanfaatkan oleh seluruh kabupaten di Sulteng untuk mempromosikan wisatanya masing-masing.

“Jadi, tidak hanya dikerjakan oleh provinsi tetapi masing-masing kabupaten juga menyiapkan diri untuk menjadi tuan rumah pada gelaran ini,” tandasnya.

Dia berharap lewat tour itu nanti kesempatan untuk wisata Sulteng mempromosikan pesona laut selain Togean, Tanjung Karang. “Kita punya Pulau Tomori yang seperti Raja Ampat di Papua, coba kita promosikan ini,” harapnya. (aaa)

News Feed