Sabtu, 15 Agustus 2026
Opini  

Kabar dari Danau

Nur sangaji

Oleh : Nur Sang Adji

DUA hari lamanya saya ada di Jakarta untuk hadiri Rakor tentang Danau Indonesia dari tanggal 25 sd 26 Maret 2019. Hari pertama diisi pemaparan pakar dan presentasi interaktif Kementerian terkait.

Salah satu pakar lingkungan adalah Prof Emil Salim. Seseorang yang pernah saya injak sepatunya dengan sengaja saat kunjungan mahasiswa teladan tahun 1985. Saya bilang kepada beliau, agar dalam sejarah hidup ku, pernah injak sepatunya menteri. Alasan itu yang bikin beliau tertawa.

Sedangkan, hari ke dua adalah pernyataan komitmen para menteri, gubernur dan bupati yang punya danau. Termasuk Bupati Poso, Darmin A Sigilipu dan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola. Kegiatan yang dipusatkan di kantor kementerian LHK itu tergolong istimewa untuk tiga alasan. Pertama, menghadirkan multistakeholder. Kedua, memamerkan kondisi danau prioritas. Ketiga, ada komitmen pengambil kebijakan untuk bertindak selamatkan danau. Pertanyaannya, mengapa danau harus diselamatkan..?

Banyak alasan menarik untuk pertanyaan ini. Tapi, yang maha penting adalah melindungi air untuk kehidupan. Data mengungkap bahwa danau menyimpan 70 persen dari total air permukaan (water surface). Sementara air permukaan ini melayani sebahagian besar kebutuhan mahluk hidup. Danau sendiri berkontribusi melaui airnya, banyak akifitas sektoral. Sebutlah, air baku, irigasi, listrik tenaga air, perikanan, transportase, olahraga, pariwisata, pendidikan, budaya dan lain sebagainya.

Masalahnya, banyak danau yang teracam rusak bahkan punah. Trend degradasi dan susut luasannya sangat menyolok. Ada danau yang 10 tahun lalu seluas 15 ribu hektar. Kini, tinggal 800 hektar saja. Ada danau yang terancam jadi daratan. Ada juga danau yang penuh sampah plastik, eceng gondok hingga keramba ampung.

Pokoknya, di pertemuan ini, saya menguping berbagai khabar yang menyedihkan tentang danau kita.

Dibalik kekuatiran ini, tampilnya para pihak yang mewakili kementeriannya sebagai panelis, cukup memberi harapan. Dan, saat dapat kesempatan pertama untuk kilas balik, saya menekankan beberapa poin.

Secara konsepsional, cerita para punggawa kementerian ini, bagus semua. Sayang, di lapangan tidaklah demikian. Saya sebut bahwa setiap pertemuan periodik seperti ini, kita selalu lihat pemaparan tentang grafik linier dari degradasi. Jauh lebih cepat dari kemampuan kita memperbaikinya.  Karena itu, dibutuhkan tindakan luar biasa untuk mengatasinya.

Memang patut diakui bawa danau dan juga sungai adalah wilayah tak bertuan. Laut, ada menterinya, hutan ada menterinya, tanah ada menterinya. Tapi, danau dan sungai, tidak ada. Padahal, di danau dan sungai, ada sekian juta manusia menggantung hidup baik secara deterministik maupun tidak langsung. Barangkali itu, sehingga status kewenangan untuk mengurusnya amatlah lemah.

Pernyataan komitmen yang saya dengar dari Menteri LHK, Bappenas dan PUPR saat beri pidato kebijakan, sangat baik. Tapi, siapa atau pihak mana yang memegang kandali, mempertemukan, memonitor, mengevaluasi dan menindaklanjutinya, masih jadi soal.

Saya beri satu contoh tentang ancaman kepunahan ikan sidat di danau Poso. PLTA Sulewana telah merancang pasang Fish way, tapi efektivitasnya masih diragukan. Ada usulan teknologi lift seperti yang ada Perancis untuk ikan Salmon. Namun, siapa yang mau mengambil tanggung jawab ini ?

Di soal yang lain, saya mencatat berkali kali menteri PUPR menyentil dalam pemaparannya. Ketika kami bekerja di lapangan untuk urusan danau ini, kami selalu merasa kesepian. Saya diskusikan hal ini dengan kawan-kawan di kementerian LHK, mereka jawab dengan kelakar tapi serius. Bagaimana tidak sepi, kami tidak diajak.
Selanjutnya, akan makin panjang pertanyaannya, kalau dibolak balik. Semua akan memproduksi alasan masing-masing.

Nah, inilah masalah kita yang sesungguhnya kalau bekerja. Tidak mengajak (kolaborasi). Tidak mau diajak (partisipasi, malas). Tidak berkomunikasi (koordinasi). Tidak mau tahu (masa bodoh). Tidak peduli (takut rugi). Tidak berinisiatif (baku harap). Tidak bertanggung jawab (lalai, hianat). Semua tabiat ini selalu mencuat ketika kita evaluasi menagemen pengelolaan, tentang apa saja di negeri kita. Ini contoh kongkritnya.
Selaku penyusun Amdal dan KLHS, saya sering menemukan rekomendasi dan implementasi yang berjarak menyolok. RKL dan RPL Amdal mengamanahkan penanaman sawit hanya boleh pada kemiringan tertentu. Namun, di lapangan akan kita temui pohon sawit ditanam di puncak gunung oleh pemrakarsa. Mengapa bisa..? Mungkin, karena peraturan dibuat untuk dilanggar.
Maka, bisa tercegah, hanya bila monitoring, evaluasi dan komitmen dijalankan secara periodik dan konsisten.

Dalam hal ini, kita butuh manusia setengah dewa. Manusia yang punya inisitif tinggi dan pantang resiko. Ada ahli yang memilahnya jadi tiga kategori : 1). “What is forbidden, is not allowed”. 2). “What is allowed, is not forbidden”. 3). “What is not forbidden is not allowed”.
Kategori yang ketiga inilah, manusia dimaksud.

Yaitu, mereka yang punya spirit terobosan yang tinggi. Dia berprinsip, yang penting tidak dilarang berarti dibolehkan. Bila prinsip ini dibarengi dengan iklas, peduli, tanggung jawab dan amanah, danau dan negeri ini bisa diperbaiki.

Semogalah, manusia-manusia dalam kategori ini adalah termasuk kita. Yakni, Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati dan kita yang menginisiasi lahirnya Forum Penyelamatan Danau Nusantara.***

IMIP - Dirgahayu RI
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius