Sabtu, 15 Agustus 2026
Opini  

Kursi Parlemen

MUHD NUR SANGADJI online

Oleh : Nur Sangadji (Email, muhdrezas@yahoo.com)

Di tengah hiruk pikuk informasi tentang siapa yang terpilih menjadi anggota DPR/DPRD, seorang sahabat, Saleh Awal, bertanya tentang kursi. Dia menyoal, mengapa jumlah perwakilan kita atau partai di legislatif, identik dengan jumlah kursi? Banyak sahabat coba menjawab secara serius hingga berkelakar.

Saya menimpali, lebih kurang begini. DPR itu dipanggil parlement. Dari sumber aslinya, dibaca Parlemong (France pronounciation). Berasal dari kata dasar “Parler” yang berarti bicara (baca : pogombo, bahasa Lauze di Sulawesi Tengah) atau suara.
Pogombo ini lalu menjadi nama satu ruang pertemuan di kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pasti, tujuannya sama, yaitu tempat Orang berbicara. Tapi, akan lebih cocok kalau ada di gedung DPRD.

*******
Nah, suara inilah yg diproporsikan, melahirkan angka perwakilan. Angka, lalu diterjemahkan menjadi “KURSI”. Mengapa kursi. Karena dalam bersidang, semua perwakilan ini harus punya tempat duduk. Maka jumlah orang perwakilan = jumlah tempat duduk (baca : kursi).
Kalau seandainya mereka tidak duduk,, misalnya berdiri dan atau berlari. Mungkin sebut jumlah orang saja. Seperti sepak bola, karena jumlah 11 orang maka disebut keseblasan. Atau boleh juga ini soal “idiom” saja. Karena, main voly,, tidak disebut ke enaman. Atau, main takraw, ke tigaan…

*******
Jadi, kursi adalah “Idom”. Tentang tempat duduk yang selanjutnya bermakna kedudukan. Kedudukan yang sering disebut singgasana yang berarti kekuasaan. Penguasa parlemen akan menentukan arah kebijakan yang harus dijalankan eksekutif dalam perspektif trias pilitika.

Hal terpenting dari peran parlement adalah kualitas anggotanya yang sekarang sedang dihitung perolehan suaranya. Kualitas mereka ditentukan, pertama oleh, kiprah individu sesuai “track record” nya masing masing. Kedua, oleh upaya institusi kepartaian melalui proses kaderisasi. Konfergensi dari keduanya akan berujung pada kemajuan daerah dan atau bangsa.
Bayangkan, parlemen yang punya tugas lagislasi (legislation), pengawasan (controlling) dan keuangan (budgeting). Akan tetapi, dipenuhi anggota yang terpilih karena popularitas semata. Kharismatik, juragan dan atau borjuis semata. Apa yang bakal terjadi? Karena itu, saya menghayal. Perlu ada seleksi khusus tentang calon parlementer. Kalau mungkin, ada sekolah khusus tentang ini.

*******
Di Perancis, negeri tempat lahirnya kata Parlement dan Trias Politika, kaderisasi anggota parlement disiapkan sejak dini. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses ini berlangsung. Setahun sekali, ada pertemuan yang disebut sidang parlemen anak-anak.
Sidang ini persis seperti sidang parlemen biasa. Namun, semua anggota parlemennya adalah anak-anak. Mereka mewakili daerahnya masing-masing. Agenda sidang disusun seperti biasa. Dan, anak-anak ini menyuarakan permasalahan yang berkait dengan kebutuhan mereka, maupun hal yang bersifat umum.

Waktu sidang berlangsung, media meliput secara luas. Seluruh warga mengikutinya dengan cermat. Saya, mendapat pelajaran yang luar bisa. Tentang, bagaimana negeri itu mempersiapkan generasi yang disebut “parlementer”. Itu semua, saya saksikan pada tahun 1996. Entahlah sekarang. Wallahualam bi syawab.***

IMIP - Dirgahayu RI
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius