Senin, 7 September 2026
Opini  

Kursi Parlemen

MUHD NUR SANGADJI online

Oleh : Nur Sangadji (Email, muhdrezas@yahoo.com)

Di tengah hiruk pikuk informasi tentang siapa yang terpilih menjadi anggota DPR/DPRD, seorang sahabat, Saleh Awal, bertanya tentang kursi. Dia menyoal, mengapa jumlah perwakilan kita atau partai di legislatif, identik dengan jumlah kursi? Banyak sahabat coba menjawab secara serius hingga berkelakar.

Saya menimpali, lebih kurang begini. DPR itu dipanggil parlement. Dari sumber aslinya, dibaca Parlemong (France pronounciation). Berasal dari kata dasar “Parler” yang berarti bicara (baca : pogombo, bahasa Lauze di Sulawesi Tengah) atau suara.
Pogombo ini lalu menjadi nama satu ruang pertemuan di kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Pasti, tujuannya sama, yaitu tempat Orang berbicara. Tapi, akan lebih cocok kalau ada di gedung DPRD.

*******
Nah, suara inilah yg diproporsikan, melahirkan angka perwakilan. Angka, lalu diterjemahkan menjadi “KURSI”. Mengapa kursi. Karena dalam bersidang, semua perwakilan ini harus punya tempat duduk. Maka jumlah orang perwakilan = jumlah tempat duduk (baca : kursi).
Kalau seandainya mereka tidak duduk,, misalnya berdiri dan atau berlari. Mungkin sebut jumlah orang saja. Seperti sepak bola, karena jumlah 11 orang maka disebut keseblasan. Atau boleh juga ini soal “idiom” saja. Karena, main voly,, tidak disebut ke enaman. Atau, main takraw, ke tigaan…

*******
Jadi, kursi adalah “Idom”. Tentang tempat duduk yang selanjutnya bermakna kedudukan. Kedudukan yang sering disebut singgasana yang berarti kekuasaan. Penguasa parlemen akan menentukan arah kebijakan yang harus dijalankan eksekutif dalam perspektif trias pilitika.

Hal terpenting dari peran parlement adalah kualitas anggotanya yang sekarang sedang dihitung perolehan suaranya. Kualitas mereka ditentukan, pertama oleh, kiprah individu sesuai “track record” nya masing masing. Kedua, oleh upaya institusi kepartaian melalui proses kaderisasi. Konfergensi dari keduanya akan berujung pada kemajuan daerah dan atau bangsa.
Bayangkan, parlemen yang punya tugas lagislasi (legislation), pengawasan (controlling) dan keuangan (budgeting). Akan tetapi, dipenuhi anggota yang terpilih karena popularitas semata. Kharismatik, juragan dan atau borjuis semata. Apa yang bakal terjadi? Karena itu, saya menghayal. Perlu ada seleksi khusus tentang calon parlementer. Kalau mungkin, ada sekolah khusus tentang ini.

*******
Di Perancis, negeri tempat lahirnya kata Parlement dan Trias Politika, kaderisasi anggota parlement disiapkan sejak dini. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses ini berlangsung. Setahun sekali, ada pertemuan yang disebut sidang parlemen anak-anak.
Sidang ini persis seperti sidang parlemen biasa. Namun, semua anggota parlemennya adalah anak-anak. Mereka mewakili daerahnya masing-masing. Agenda sidang disusun seperti biasa. Dan, anak-anak ini menyuarakan permasalahan yang berkait dengan kebutuhan mereka, maupun hal yang bersifat umum.

Waktu sidang berlangsung, media meliput secara luas. Seluruh warga mengikutinya dengan cermat. Saya, mendapat pelajaran yang luar bisa. Tentang, bagaimana negeri itu mempersiapkan generasi yang disebut “parlementer”. Itu semua, saya saksikan pada tahun 1996. Entahlah sekarang. Wallahualam bi syawab.***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam