Sabtu, 29 Agustus 2026
Daerah  

Pahlawan Itu, Berani Benar Meskipun Sendiri

Muh. Nur sangadji

Oleh : Muhd Nur Sangadji (Muhdrezas@yahoo.com)

Di WA group IKA Universitas Tadulako,  seorang kawan, Ahyar,  meneruskan pesan berikut ini. “Dunia sekarang, sudah sulit bertindak jujur, karena sulit berpikir secara obyektif. Seseorang yang terlanjur dibenci walau orang tersebut berbuat kebaikan, tetap ditonjolkan kesalahannya. Atau pasti selalu menilainya salah, tidak ada benarnya.

Begitu pula sebaliknya, kalau seseorg sangat dicintai, kesalahan apapun dia buat, selalu ditutupi dan dicarikan pembenarannya walaupun salah.

Padahal kalau kita juga, seandainya menjabat jabatan orang yang kita kritisi, belum tentu juga kita lebih baik dari orang yang kita kritik.

Makanya Alquran menyebutkan: “Asaa Ayyakuunuu khairan minhum”.  Artinya : Bisa jadi orang yang kamu cemoh, di balik itu dia lebih baik dari kamu yg mencemohkannya (surah al Hujurat). Makanya, berlaku adil lah kamu menilai sesuatu. Dikala sedang marah. Atau, janganlah memutuskan sesuatu dikala kamu sedang marah.

Tidak ada seseorang sempurna, pasti ada plus minusnya. Di sinilah diuji pikiran yang jujur menilai berita hoaks atau bukan. Bisa jadi, kalau terlalu membencinya, berita hoaksnya disebarkan terus, demikian pula sebaliknya. Quran mengatakan chek and re-chek”.

***

Saya membalas pesan bernada nasehat itu  dengan uraian berikut.

Pak Ahyar, nasihatnya sangat berhikmah. Insya Allah kita tetap istiqamah dalam fikiran, sikap dan perbuatan.

Sebetulnya hal begini bukan monopoli tabiat masa kini (temporer). Kezaliman dan kebaikan itu selalu ada di setiap episode zaman.  Dahulu, banyak yang lebih parah. Allah SWT, sampai membalasnya dengan bencana. Ambil lah dua contoh, dua figur untuk mewakili dua zaman. Firaun dan Namrudz mewakili zaman nabi-nabi. Adolf Hitler dan Benito Musssolini mewakili zaman di akhir abad 19.

Manusia yang hidup di zaman itu pasti juga terpilah selalu pada tiga posisi. Pertama, mereka ada di pihak penzalim. Kedua, ada juga di pihak penentang. Dan ketiga, pihak yang di tengah. Boleh jadi mereka yang terakhir ini netral. Tapi, bisa juga oportunis atau cari selamat. Selalu begitu hingga kini.

***

Sejarah 350 tahun indonesia terjajah memperlihatkan posisi kelompok pertama dan ketiga ini. Mereka kelompok khianat sering menjadi informan atau mata-mata bagi penzalim. Motivasinya adalah materi atau jabatan. Peran spionase inilah yang membuat penjajah bercokol begitu lama, lewat politik pecah belah “devide et empera”.

Jadi benar, tidak akan pernah ada orang disenangi semua orang. Tapi yang terpenting,  kita ada di pihak yang benar. Meskipun dibenci manusia satu kolong bumi. Sebagus apa pun akhlaknya kita. Sebab, kurang apa mulianya akhlak para nabi. Tapi relatif, hampir tidak ada nabi yang tidak dibenci oleh umatnya.

Nabi Muhammad SAW dalam keyakinan kaum Muslimin, dilempari umat di negeri Thaif. Riwayat menyebut, berdarah-darah karena gigi beliau  patah. Juga, direncanakan dibunuh kaum kafir Qurais hingga  hijrah ke Madinah. Sementara, Nabi Isa dalam keyakinan kaum Kristiani, disiksa di tiang salib. Semuanya karena mengajak kepada kebenaran. Lantas, kurang apa akhlak keduanya..? Selembut apa ajakan mereka ?

***

Saya dikirimi cerita tentang lukisan dari pelukis Prancis, Jean Leon Gerome, tahun 1896. Judulnya : “kebenaran keluar dari sumur.” Menurut legenda abad 19, pada suatu hari kebenaran dan kebohongan bertemu. Kebohongan berkata kepada Kebenaran: “Hari ini luar biasa indahnya!”

Kebenaran memandang ke sekeliling dan mengangguk, “Ya, memang indah. Merekapun berjalan-jalan, hingga tibalah di samping sebuah sumur. Kebohongan membujuk kebenaran, “Airnya sangat nyaman, ayo kita mandi bersama. Kebenaran menguji air itu dan ternyata memang sungguh nyaman.

Mereka membuka pakaian dan mulai mandi. Tiba-tiba kebohongan keluar dari air, merebut dan memakai pakaian kebenaran lalu melarikan diri. Kebenaran terkejut dan marah, ia segera keluar dan mengejar kebohongan. Ketika melihat kebenaran telanjang, dunia spontan mengalihkan pandangannya dengan rasa jijik dan marah. Kebenaran yang malang akhirnya kembali ke sumur dan lenyap bersembunyi memendam rasa malunya.

Sejak itu kebohongan berkeliling dengan mengenakan pakaian kebenaran guna memuaskan kebutuhan manusia. Dunia tidak punya keinginan dan keberanian untuk berhadapan dengan kebenaran yang telanjang, yang mengusik hati nuraninya. Tidak ada lagi yang berani melawan kebohongan, meskipun mereka tahu.

***

Berhikmah pada cerita ini,  saya berfikir untuk bikin indikator hidup.  Berpatoklah pada nurani sendiri. Kalau kita berperangai buruk. Insya Allah yang menolak atau bahkan membenci adalah orang baik. Sebaliknya, kalau kita orang baik. Pasti, yang memusuhi adalah orang jahat. Itu, hukum kehidupan.

Sekarang, tinggal nurani kitalah yang menjawabnya. Masuk kategori yang manakah, kita ? Dan atau,  kita berpihak kepada yang mana ? Siapa orang di sekitar, yang senang atau membenci kita ? Siapapun mereka. Pointnya, beranilah benar meskipun sendiri. Karena itulah yang dilakukan oleh semua Nabi dan Rasul. Serta, semua mereka yang hari ini kita elukan sebagai pahlawan. Mereka, yang karena keberaniannya  berkorban.  Kita Merdeka. Dirgahayu Hari Pahlawan RI ke 75. ***

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global