Jumat, 28 Agustus 2026

Aset Tadulako Yang Melapuk

Karena, hanya generasi yang tahu berterima kasih dan menghargai jasa jasa pendahulu yang akan bertindak mulia. Merawat aset yang diwariskan oleh pendahulunya. Mereka tidak akan "sampai hati" membiarkannya melapuk. Penulis Muhd Nur Sangadji/ Foto: istimewa

Oleh Muhd Nur Sangadji

Sewaktu main tenis di lapangan tenis Universitas Tadulako, kampus bumi bahari, saya tergoda memotret. Tergoda, karena objek ini begitu akrab dengan kehidupan akademikku. Dia penanda (landmark) yang nyaris terlupa. Kendati oleh warga Kampus Universitas Tadulako sendiri.

Seperti lagu pusara tak bernama lantunan groups band Black Brother. Tapi, yang ini masih ada namanya. Terbaca jelas. Universitas Tadulako. Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia meresmikan saat itu. Ditandatangani oleh Prof Dr. D. A. Tisna Amidjaya, Direktur jenderal Pendidikan Tinggi. Itulah kata kata yang tertulis di prasasti yang menandai kampus Tadulako berdiri sebagai Universitas Negeri pada 18 Agustus 1981.

Baca juga : gubernur-dorong-untad-kembangkan-pendidikan-khususnya-gempa

Di belakang prasasti itu, ada Gedung Rektorat. Itulah gedung rektorat pertama ketika status negeri diletakkan. Inilah universitas negeri satu satunya di Sulawesi Tengah saat itu. Di gedung ini, Profesor Matulada meletakan kewibawaan dan keadaban kampus Tadulako. Tradisi intelektual dibentuk. Di sinilah pula, tempat kebanggaan sekaligus wadah berkumpulnya kaum ilmuan di punggung lembah tanah Kaili.

*****

Puluhan tahun aset ini tertidur pulas. Seperti kuburan. Tidak ramai lagi orang menziarahinya. Sebagian mereka sekadar lewat. Namun, tidak singgah untuk menengok lama. Padahal, tempat ini dahulu kala, sangat ramai bersemarak. Di tempat ini pula, saya secara pribadi diterima tanpa test. Oleh Rektor pertama saat berstatus negeri itu. Menjadi mahasiswa fakultas pertanian universitas Tadulako.

Baca juga : anleg-dprd-sulteng-nilai-ada-pembiaran-peti-di-parimo

Kampusnya sangat sederhana. Tapi values yang ditanamkan para guru berkarakter mulia itu, sangatlah agung. Kebanyakan guru guru ini hanya mengendarai motor tua saat ke kampus.

Mereka ikut membesarkan kampus ini dengan merangkak. Saat ini, sebagian besar mereka telah tiada. Andaikan mereka hidup kembali. Dan, menemukan fakta tentang tabiat kaum yg diberi amanah mengelola kampus ini. Mereka pasti menangis menyaksikan para oknum pengelola, menyulap diri mereka menjadi penjarah aset kampus.

Baca juga : Nur Sangadji: Majunya Sulteng Ditentukan Untad

Di sebelahnya ada aula, tempat pertemuan pertama. Di tempat ini, Bapak Samsuddin Hi Halid mengumpulkan mahasiswa baru penerima beasiswa yang masuk tanpa tes. Kala itu, Bulan Mei tahun 1982. Saya ada dalam kumpulan mahasiswa baru itu. Satu satunya kawan dalam deretan yang masih saya ingat adalah Baharudin Hi Hasan. Memori ku tak sanggup lagi mengingat mereka yang lain.

Baca juga : anggota-dprd-diminta-dahulukan-agenda-dewan

Di Aula ini juga, saya pernah mendebat Kolonel Zainal Palaguna. Komandan KOREM 732 Tadulako yang kemudian menjadi gubernur Sulawesi Selatan. Kami para ketua Senat mahasiswa Universitas Tadulako terlibat diskusi dengan beliau. Diskusi agak panas saat bicara premis peran tentara dalam peristiwa penembakan Bromocorah. Zaman itu, Panglima ABRI adalah Jenderal LB Murdani. Pokoknya, gedung gedung itu menyimpan cerita yang sama tua dengan fisiknya yang kian remuk.

*****

Baca juga : /38861/jangan-biarkan-k2-berjuang-sendiri

Sekarang tahun 2022. Artinya, sudah 41 tahun, berpijak dari tahun dalam prasasti pengresmiannya. Pada umur yang mencapai setengah abad itu, gedung gedung itu masih ada. Tapi, kalau dia manusia, pasti menderita karena di biarkan terlantar.

Ingatanku tertuju saat mengunjungi Universitas Kassesart di Bangkok Thailand, tahun 2019. Saya menyaksikan bagaimana kampus itu memelihara sejarahnya untuk diteruskan kepada generasi mereka. Kampus itu membangun gedung khusus, dua lantai. Itulah museum yang menyimpan semua benda peninggalan sejarah sejak berdirinya hingga saat ini. Benda sekecil pisau dan parang. Pacul, skop dan bahkan, baju yang dikenakan rektor pertama dan para tokoh saat universitas itu di bangun. Tersimpan rapi dan terawat apik. Itulah salah satu gedung yang paling bersih dan steril untuk menjamin keawetan dari benda benda sejarah itu.

Baca juga : antara-harapan-dan-tantangan

Semogalah generasi baru Universitas Tadulako, ada kewarasan untuk menjaga aset sejarah mereka yang tersisa. Mengapa penting ? Karena, hanya generasi yang tahu berterima kasih dan menghargai jasa jasa pendahulu yang akan bertindak mulia. Merawat aset yang di wariskan oleh pendahulunya. Mereka tidak akan “sampai hati” membiarkannya melapuk. ***

(Penulis, Associate Profesor bid Ekologi Manusia, Pengajar MK Pendidikan Karakter dan Antikorupsi di Faperta Universitas Tadulako)

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global