Senin, 6 April 2026
Daerah  

Kampung KB Desa Pangi Tolitoli Layak Percontohan

Bramanda Garibaldi Noya. Foto: Istimewa.

PALU EKSPRES, PALU– Pemantauan Dana Alokasi Khsusus (DAK) yang digelar Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di kabupaten/kota sekaligus dirangkai memantau kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Kasubag Umum dan Humas Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng, Bramanda Garibaldi Noya menjelaskan dalam kegiatan itu pihaknya sempat memantau Kampung KB di Desa Sandana Kecamatan Galang dan Desa Pangi Kecamatan Baolan.

Menurutnya dua Kampung KB dua desa ini berjalan optimal sekaitan dengan tujuan pencanangannya.

“Kampubg KB percontohan Desa Sandana Kecamatan Galang, sudah cukup bagus. Komitmen desa dan masyarakat memang sudah layak jadi percontohan,”kata Bramanda, belum lama ini.

Akan tetapi jelas, Bram, sapaan akrabnya, Kampung KB di Desa Pangi Kecamatan Baolan tidak kalah berkembang dengan Kampung KB Desa Sandana.

“Berdasarkan pantauan kami, Kampung KB pertama yang dicanangkan di Desa Pangi Kecamatan Baolan, lebih luar biasa lagi perkembangannya,” jelas Bram.

Kampung KB di Desa Pangi ini berjalan seperti harapan. Terjadi kerjasama baik antar pemerintah, lintas sektor terkait dan masyarakat.

“Benar-benar sesuai harapan bagaimana kampung KB.Semuanya terjalin dari sektor terkait yang ikut terlibat membantu,”ujarnya.

Masih menurut Bram, saat ini warga setempat sedang menginisiasi pengembangan sekretariat Bina Keluarga Lanjut Usia (BKL). Dan sudah mendapat bantuan anggaran dari Dinas Sosial (Dinsos) dan dinas terkait lainnya.

“Saat ini sedang mengurus pembebasan lahan,” terangnya.

Bram kemudian merinci kegiatan yang rutin berjalan Kampung KB di Desa Pangi tersebut. Selain berusaha membangun sekretariat Lansia, warga desa juga sedang berencana membangun fasilitas gedung olahraga. Dalam rencana ini ,pihak desa mendapat bantuan anggaran dari Dinas Pemuda dan Olah raga ,(Dispora) dan Dinsos.

“Karena Kampung KB inilah diharapkan sumber daya manusia juga ikut membaik. Contoh program bedah rumah yang tadinya hanya 25 rumah menjadi 50 rumah,”imbuhnya.

Demikian halnya jumlah kepesertaan KB jangka panjang. Bram mengatakan, sejauh ini kata dia jumlahnya terus meningkat. Utamanya kepesertaan KB jangka panjang.

“Dari tiga tahun lalu dicanangkan 2016, setiap tahun ada yang ganti cara dari IUD. Karena IUD memang agak sulit untuk diyakinkan keorang,”sebutnya.

Karena itu Kampung KB di Desa Pangi ini menurutnya layaka jadi oercontohan.

“Kalau saya bisa jadi salahsatu percontohan untuk tingkat Provinsi. Selain Kampung KB lorong bakso di Kota Palu,”imbuhnya.

Adapun indikantor secara umum untuk percontohan kampung KB adalah sekaitan partisipasi ber KB warga, keterlibatan dinas dan sektor terkait yang terjalin baik.

keluarga berkualitas mukai terlihat dari rumah, sanitasi, drainase dan kesadaran masyarakat hidup bersih dan sehat termasuk kesadaran ber KB

“Sumber daya manusia. Mulai dari anak SD bahkan memahami apa itu KB. Kampung KB percontohan harusnya setiap masyarakat yang kita tanya ber KTP disitu bisa menjelaskan apa itu KB,”jelasnya lagi.

Melalui program kampung KB Desa Pangi, saat ini juga warga terfasilitasi dengan fasilitas internet menggunakan Wi-Fi.

“Di Desa Pangi tidak ada provider. Tapi mereka mengadakan WiFi di KKB. Seminggu sekali buat pengajian tingkat kelompok Bina Keluarga Remaja, Pusat Informasi dan Konseling Remaja berjalan,”tandasnya.

Selanjutnya jajaran pemerintah dan pemerintah desa aktif membantu semua kegiatan dalam mendukung kampung KB meski dengan segala keterbatasan.

“Dan pada intinya, mereka memang meminta jadi percontohan. Itu target desa dan PKB madya yang ada disana berdasarkan indikator dalam Juknis,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)