Senin, 10 Agustus 2026

Pasien Kanker dengan Keganasan Darah Paling Rentan Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi penyakit kanker. Orang dengan penyakit penyerta atau komorbid rentan terinfeksi Covid-19 salah satunya penderita kanker. Foto: Pixabay

PALU EKSPRES – Orang dengan penyakit penyerta atau komorbid rentan terinfeksi Covid-19 salah satunya penderita kanker. Jika sudah terinfeksi Covid-19, maka berisiko berat atau fatal. Ternyata ada kategori penderita kanker tertentu yang paling parah jika terinfeksi Covid-19.
Internis, Konsultan Hematologi dan Onkologi RS Kanker Dharmais Jakarta dr. Ronald A. Hukom menjelaskan pasien dengan kanker telah terbukti sebagai kelompok yang dapat memiliki risiko infeksi Covid-19 parah yang lebih tinggi. Di antara pasien dengan kanker, tampaknya keganasan (darah) hematologis dan paru-paru serta adanya penyakit metastasis (kanker sudah menyebar) dikaitkan dengan peningkatan risiko.
“Infeksi berat terutama dialami oleh pasien-pasien kanker dengan keganasan darah/hematologi,” katanya dalam keterangan virtual baru-baru ini.
Sedangkan pasien dengan tumor padat atau solid jauh lebih rendah risikonya jika terinfeksi Covid-19 dengan pasien yang mengalami keganasan darah. Namun pasiem dengan tumor padat tetap berisiko terutama saat tahun-tahun pertama pengobatan atau saat didiagnosis.
“Terutama pada tahun pertama setelah diagnosis yang turun mendekati orang normal jika diagnosis> 5 tahun sebelumnya. Untuk keganasan apa pun, penyakit aktif memberikan peningkatan risiko Covid-19 parah yang signifikan,” jelas dr. Ronald.
Namun, insiden dan tingkat keparahan Covid-19 yang lebih tinggi pada pasien dengan kanker, dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita kanker. Dan ini adalah masih pengamatan berdasarkan studi retrospektif non-komparatif.
Lalu terkait vaksinasi Covid-19 untuk pasien kanker, menurut dr. Ronald, pasien kanker (atau dengan riwayat kanker) bisa mendapatkan beberapa jenis vaksin yang ada saat ini, tetapi ini tergantung juga pada banyak faktor. Misalnya seperti data vaksin, jenis kanker yang diderita, apakah masih dalam perawatan untuk kanker, dan kepastian sistem kekebalan bekerja dengan baik.
“Karena itu, sebaiknya bicarakan dengan dokter Onkologi atau internis sebelum mendapatkan jenis vaksin apa pun,” tegasnya.
Hal itu senada dengan American Society of Clinical Oncology (ASCO) yang telah memberikan jawaban untuk beberapa pertanyaan penting terkait pemberian vaksin Covid-19 pada pasien kanker. Haruskah penderita kanker divaksinasi untuk melawan Covid-19?
Saat ini, pasien kanker dapat ditawarkan vaksinasi Covid-19 selama komponen vaksin tersebut tidak dikontraindikasikan. Panduan klinis sementara CDC saat ini membahas individu dengan gangguan sistem imun. Dinyatakan orang dengan kekebalan yang terganggu masih dapat menerima vaksinasi Covid-19 jika mereka tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksinasi.
Namun, mereka harus diberi penjelasan tentang profil keamanan vaksin yang tidak diketahui dan keefektifannya pada populasi yang terganggu kekebalannya, serta potensi penurunan respons imun dan kebutuhan untuk terus mengikuti semua panduan saat ini untuk melindungi diri mereka dari Covid-19.
Panel ahli mencatat bahwa sementara beberapa pasien immunocompromised mungkin mengalami penurunan respons terhadap vaksin, hal itu mungkin masih tetap memberikan beberapa manfaat dan penting untuk mengurangi risiko atau keparahan Covid-19 untuk pasien kanker, terutama mengingat bukti terbaru tentang tingkat infeksi parah yang lebih tinggi.
Lalu haruskah orang yang sedang menjalani pengobatan aktif untuk kanker divaksinasi untuk melawan Covid-19? Saat ini, pasien yang menjalani pengobatan kanker dapat ditawari vaksinasi untuk melawan Covid-19 selama tidak ada komponen vaksin yang dikontraindikasikan. Ahli Onkologi Medik memiliki pengalaman memberikan jenis vaksin lain kepada pasien yang menerima pengobatan kanker, termasuk kemoterapi, imunoterapi, terapi radiasi, atau transplantasi sel induk.
Strategi seperti menyediakan vaksin di antara siklus terapi, dan setelah masa tunggu yang tepat untuk pasien yang menerima transplantasi sel induk. Pengobatan imunoglobulin dapat digunakan untuk mengurangi risiko sambil mempertahankan kemanjuran vaksinasi. Lalu orang yang sudah menyelesaikan pengobatan kanker dan dinyatakan sembuh (survivors) dapat ditawari vaksinasi untuk melawan Covid-19, selama komponen vaksin apa pun tidak dikontraindikasikan. (jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization