Sabtu, 8 Agustus 2026

Hapus TBC Lewat Gerakan Bersama dari Desa dan Kelurahan

Jakarta, Paluekspres.com – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia masih tercatat lebih dari satu juta per tahun, dengan sekitar 125 ribu di antaranya berujung pada kematian. Presiden Prabowo Subianto berusaha mengeliminasi TBC melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Hariqo Wibawa Satria mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen melindungi segenap bangsa Indonesia, dengan mempercepat eliminasi penyakit ini, agar tidak lagi menjadi masalah kesehatan utama di Tanah Air. Percepatan eliminasi kasus TBC dilakukan melalui penguatan Gerakan Bersama Desa dan Kelurahan Siaga TBC.

“Mengapa perlu gerakan bersama? Karena untuk menekan TBC, kita memerlukan kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Peran perangkat desa dan kelurahan di tingkat kota dan kabupaten sangat menentukan dalam memberdayakan masyarakat melawan penyakit ini. Kami optimistis, karena kekompakan dan kebersamaan bangsa kita semakin kuat. Hal ini tercermin dari suksesnya retret pembekalan Kabinet Merah Putih dan seluruh kepala daerah, yang dihadiri dan dibekali langsung oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Hariqo, Kamis, 8 Mei 2025.

Dalam rangka mewujudkan penguatan komitmen dan aksi nyata dalam upaya bersama mengentaskan TBC, Kementerian Kesehatan meluncurkan Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC, pada Jumat 9 Mei 2025. Gerakan Nasional ini dipusatkan di Kantor Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur dan dapat disaksikan secara langsung di televisi serta akun youtube Kementerian Kesehatan RI.

Tingginya kasus di Tanah Air, yang mencapai satu juta kasus per tahun, menempatkan Indonesia berada di peringkat kedua Tubercolosis terbanyak di bawah India. Secara global, penyakit mematikan ini masih menulari 10 juta lebih orang dengan kasus kematian di atas satu juta.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan target eliminasi Tubercolosis dengan menurunkan insidensinya menjadi kurang dari satu kasus per satu juta penduduk pada 2050.

Pemerintah, jelas Hariqo, ingin mempercepat eliminasi Tb di Indonesia pada 2030 atau 20 tahun lebih cepat dari target global WHO. Pun pada tahun 2025, ditargetkan tercapai 90% deteksi kasus, 100% inisiasi pengobatan, dan tingkat keberhasilan pengobatan di atas 80%. Guna mencapai target-target ini, pemerintah menetapkan berbagai strategi konkret.

Kementerian Kesehatan menetapkan sejumlah strategi, antara lain penguatan promosi dan pencegahan, pemanfaatan teknologi, integrasi data dengan rumah sakit dan Puskesmas, termasuk pengembangan dan adopsi vaksin yang lebih baik untuk pencegahannya. Ini bagian dari pelaksanaan Asta Cita, Program Prioritas dan Program Hasil Terbaik Cepat dari Pemerintah saat ini.

Sebenarnya, pemerintah telah menggratiskan pengobatan TBC sejak 2016. Namun, upaya pemerintah ini perlu diperkuat lagi dengan komitmen bersama antara masyarakat dan pelibatan aparat, mulai dari tingkatan desa dan kelurahan, agar strategi penanggulangannya bisa berjalan lebih efektif.

Melalui Gerakan Bersama Desa dan Kelurahan Siaga TBC, dikembangkan strategi penanggulangan TBC, antara lain treatment enrollment, investigasi kontak, penghentian stigma, transportasi dan akses pengobatan, dan lain-lain, yang kerjanya berbasis kewilayahan dari bawah, yakni melalui desa dan kelurahan, secara berkelanjutan.

Penuntasan TBC merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2025. “Terinfeksi TBC bukanlah akhir dari segalanya. TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan disiplin. Maka dari itu, dengan hormat kami mengimbau,mari kita hentikan stigma dan pikiran negatif yang justru menghambat penyembuhan. Segera kunjungi Puskesmas di desa atau kelurahan terdekat. Pengobatan TBC tersedia secara gratis dari pemerintah,” ujar Hariqo. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital