PALU EKSPRES, PARIMO– Beberapa tahun terakhir ini, sungai di Desa Sendana, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sering meluap dan menggenangi permukiman di sekitarnya. Akibatnya, kondisi aliran sungai tersebut saat ini sudah mulai dangkal.
“Selaku pemerintah Desa Sendana, saya berharap ada pemasangan berojong dan normalisasi sungai sepanjang tiga kilometer Sungai Sendana,” kata Kepala Desa Sendana, Mahyudin, Sabtu (20/2/2021).
Banjir yang baru saja melanda Desa Sendana katanya, terjadi pada Kamis (18/2/2021), akibat hujan mengguyur wilayah Kasimbar dan sekitarnya. Sekitar 26 rumah dilaporkan terendam banjir.

Mahyudin mengatakan, setiap tahun di musim penghujan, banjir sering terjadi sehingga sungai yang membela dua desa yakni, Desa Kasimbar induk dan Desa Sendana meluap.” Diguyur hujan semalaman air sungai meluap hingga ke permukiman warga,” ujar Mahyudin.
Selain merendam rumah warga katanya, air juga naik hingga ke badan jalan Trans Sulawesi di wilayah tersebut. “Hujan diperkirakan mulai turun sekitar pukul 21.00 WITA hingga dini hari,” tuturnya.
Banjir menggenangi permukiman warga juga disebabkan saluran draenase yang ada di wilayah desa itu ukuranya kecil. Sehingga, tidak mampu menampung debit air yang mengalir.
“Dengan kejadian ini, sudah dua kali Desa Sendana terkena musibah yang sama,” ungkapnya.
Beruntung dalam kejadian ini tidak ada kerusakan rumah maupun fasilitas lainnya. Sementara, puluhan rumah yang terendam banjir tersebut sudah bisa teratasi, dan warga yang terdampak banjir sudah mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman. (asw/palu ekspres)






