Guru Desainer Pembelajaran

  • Whatsapp
Melvina. Foto: Istimewa
adv

Melvina (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Sumatera Barat)

MENINGKATNYA kasus Covid-19 di banyak daerah di Indonesia menyebabkan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran baru yang akan dimulai tanggal 12 Juli 2021 masih dilaksanakan secara online/daring. Sementara siswa dan guru sudah mulai jenuh dan sangat merindukan bisa belajar di sekolah. Belajar bersama dengan teman-temannya di ruang kelas, sambil sekali-kali bercanda dan bercerita pengalaman mereka masing-masing. Para guru pun rindu dengan derai tawa dan teriakan pertanyaan dari siswanya yang belum paham dengan materi pelajaran yang dipelajari.
Pembelajaran daring saat ini kembali menjadi pilihan dan tidak dapat dielakkan. Kondisi ini menuntut para guru dan sekolah harus berfikir keras untuk mendisain program pembelajaran yang dapat mengatasi kejenuhan siswa belajar dari jarak jauh. Aktivitas belajar daring yang dapat menjaga dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Desain pembelajaran ini dibuat tentunya sebagai pedoman bagi guru untuk melaksanakan programnya. Agar tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan rancangan yang sudah disusun. Mulai dari materi pelajaran, strategi belajar, metode belajar, dan penilaian pembelajaran.
Ada beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai, agar dapat dilaksanakan dengan baik. Pertama, pentingnya meningkatkan skills dan kompentensi guru dalam mendesain pembelajaran. Tidak baik jika guru hanya mencontoh dan menyalin ulang desain pembelajaran yang sudah ada, seperti mencari sumber materi pelajaran melalui media youtube, google dan lain sebagainya. Karena hal ini bisa menghadirkan ketidaksesuaian antara rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya. Untuk itu guru harus terampil dalam merancang pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai.
Kedua, ketika mendesain pembelajaran guru harus memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi sekolah, karakter siswa dan lingkungan belajarnya. Meskipun belajar secara daring, guru harus menyadari bahwa kondisi setiap sekolah berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya Tentu saja akan terdapat perbedaan dalam mendesain program pembelajaran. Begitu juga dengan karakter siswa yang dinamis dan lingkungan belajar yang beragam juga harus menjadi perhatian dan pertimbangan guru ketika mendesain pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar tidak melenceng apa yang sudah dirancang dengan yang akan dilaksanakan.
Ketiga, dalam merancang pembelajaran di saat pandemi ini tidak hanya skill yang diperlukan, tetapi seorang guru dituntut untuk lebih kreatif. Guru harus bisa merancang pembelajaran dengan materi dan aktivitas yang relevan dan sistematis. Belajar dengan sistem daring tentu berbeda dengan belajar di kelas. Ketika belajar di kelas, guru bisa langsung melaksanakan program yang sudah dirancangnya. Sedangkan saat belajar daring, siswa belajar mandiri didampingi oleh orangtuanya di rumah.
Bisa saja pelaksanaan program belajar yang sudah dirancang oleh guru tidak dapat terlaksana dengan baik, yang disebabkan karena kurang dimengertinya materi belajar, atau strategi belajar yang tidak tepat. Sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai dan rancangan pembelajaran hanya menjadi sebuah bukti fisik bahwa guru sudah melaksanakan salah satu tugas pentingnya yaitu mendesain pembelajaran.
Oleh sebab itu, kreativitas seorang guru dalam mendesain pembelajaran sangat menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. Namun melihat pengalaman sebelumnya, masih ada saja guru yang hanya mengirim tugas atau link pembelajaran melalui pesan tertulis di grup Whatsapp atau aplikasi lainnya. Guru tidak ada memberikan penjelasan materi, instruksi, dan pembahasan dari materi yang dipelajari hari itu. Kegiatan belajar berlalu begitu saja dan hal yang serupa terjadi kembali keesokan harinya.
Seharusnya guru sebagai desainer pembelajaran bisa berperan langsung dalam merancang proses pembelajaran. Untuk kondisi saat ini, ada baiknya guru memberikan materi pelajaran lengkap dengan penjelasannya yang beirisikan tujuan pembelajaran, instruksi, materi, aktifitas, dan rubrik penilaian dalam bentuk sebuah catatan atau modul. Sehingga akan memudahkan siswa belajar mandiri di rumah. Hal ini juga akan sangat membantu orangtua dalam mendampingi dan mengajarkan materi pelajaran yang belum dipahami oleh anaknya.
Guru yang kreatif juga bisa memanfaatkan teknologi digital untuk membuat video pembelajaran singkat yang menarik, jelas, dan lengkap dengan instruksinya. Tidak perlu video professional, dengan video sederhana dari kamera smartphone sudah cukup untuk memberikan panduan proses belajar siswa di rumah. Permasalahan teknis seperti tidak memiliki smartphone untuk mengunduh materi pelajaran dari internet, sinyal yang buruk, dan tidak cukupnya paket data untuk belajar online melalui zoom atau google meet tentunya bisa diatasi.
Berdasarkan penjelasan materi dan instruksi proses belajar yang disampaikan guru dengan jelas baik itu tertulis dalam sebuah modul ataupun melalui tayangan video singkat, secara tidak langsung tanggung jawab siswa untuk belajar, mencari tambahan materi dari berbagai sumber dan menyelesaikan latihan-latihan akan muncul. Setelah munculnya tanggung jawab belajar maka motivasi belajar siswa akan meningkat juga. Siswa memahami apa yang akan dipelajari, kapan harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Bahkan siswa akan memiliki kemampuan untuk memilih strategi belajar yang effektif dan mengevalusi pembelajarannya sendiri dengan menggunakan rubrik yang sudah dibagikan.
Semoga saja para guru mampu mendesain pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar anak selama belajar daring ini. sehingga tujuan pembelajaran bisa dicapai secara maksimal.***

Pos terkait