Minggu, 5 April 2026

Belum ada kota di Indonesia Yang cerdas

Prof Suhono H Supangkat, M.Eng.CGEIT, Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC)/foto:istimewa/pe

PALUEKSPRES, JAKARTA- Belum ada satu kota pun di Indonesia yang cerdas. Yang ada baru menuju cerdas. “Masih banyak yang berpikir bahwa kota cerdas itu karena banyak aplikasi.” Demikian Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC), Prof Suhono H Supangkat, M.Eng.CGEIT di pembukaan acara Riset Transformasi Digital Indonesia (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2021, secara daring Senin,(2/8/2021).

Menurut Suhono tak hanya soal aplikasi, dan transformasi digital, Kota Cerdas atau smart city juga perlu transformasi budaya.

Di era Internet of things ini kata dia, data menjadi aset untuk membangun kota. Keberadaan dua program ini kata dia, menjadi riset untuk memahami bagaimana kota kita, bagaimana sebaiknya untuk membangun kualitas kehidupan kota.

RKCI merupakan suatu rangkaian kegiatan dua tahunan yang telah dilakukan sejak tahun 2015. Tahun ini ditambahkan RTDI untuk mendukung keseluruhan penelitian pembangunan kota cerdas di Indonesia.

“Dalam perjalanan penelitian yang kami lakukan, baik melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, industri, baik level nasional maupun internasional telah menghasilkan beberapa pengembangan dan perbaikan, baik cara memandang, mengukur maupun metode pembangunan kota cerdas,” ujarnya.

Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah, mengatakan RTDI dan RKCI bukan untuk menilai peringkat kota. Tujuannya sangat fundamental dukungan ITB untuk menjaga sustainability pengembangan kota-kota di Indonesia. Harapannya impleme ntasi kedua program ini dapat menjadi self-evaluation bersama kata rektor.

Reini mengatakan program ini bisa menjadi bahan evaluasi, rating akan saling membantu. “Kota yang terbaik bisa jadi narasumber, bisa saling share, langkah apa yang efektif untuk membangun. untuk itu kita meminta semua mendukung, kota cerdas Indonesia. Ini akan jadi pembelajaran bagi pemimpin di kota, bermanfaat untuk semua stake holder,” harap Reini.

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa transformasi digital merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mendukung pembangunan berbagai bidang di Indonesia.

Menurut Wapres, ada 5 agenda Percepatan Nasional, sesuai dengan arahan presiden yaitu; 1) Penuntasan pembangunan infrastruktur internet berkecepatan tinggi di daerah yang belum terjangkau;

2). Membangun Pusat Data Nasional (PDN) untuk terwujudnya kebijakan Satu Data; Farming dan Re-farming frekuensi radio ke arah pengembangan teknologi 5G (Five Ji);

3). Pembangunan SDM bidang digital yang komprehensif dan berkelanjutan mulai dari literasi digital, talenta digital, sampai ke level kepemimpinan digital;

4). Penguatan ekosistem ekonomi digital dengan memfasilitasi program-program seperti UMKM online, pemanfaatan teknologi digital oleh petani/nelayan, dan pengembangan start-up digital; serta,

5). Penyelesaian legislasi primer pendukung yang mampu mendorong akselerasi nasional.

Hal itu dikatakan Wapres KH Amin Ma’ruf saat membuka acara Riset Transformasi Digital Indonesia (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2021.

Wapres mengatakan sama halnya dengan transformasi digital, smart city merupakan program jangka panjang yang dikembangkan untuk meningkatan kualitas hidup warga kota khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Melalui program smart city, pemerintah terus berupaya meningkatkan pencapaian peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan hingga tahun 2050.

“Saat ini smart city sudah menjadi salah satu konsep yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi kota. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban perguruan tinggi sebagai salah satu stakeholders untuk menyediakan riset-riset inovatif yang memberikan solusi terhadap permasalahan berbagai kota yang ada di Indonesia,” ujar Wapres.

Wapres memulai sambutannya dengan memberi apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah memberikan kontribusinya melalui karya inovasi sebagai bentuk sumbangsih intelektual bagi kemajuan transformasi digital di tanah air, khususnya terkait digitalisasi tata kelola kota di Indonesia.

Wapres juga memuji ITB karena telah menyumbangkan konsep pembangunan kota cerdas melalui Garuda Smart City Framework yang tidak hanya memberikan indikator kota cerdas, tetapi juga memberikan gambaran bagaimana melakukan transformasi menuju kota cerdas.

Itu sebabnya, pemerintah kata Wapres, mendukung kegiatan Riset dan Rating Tranformasi Digital & Kota Cerdas Indonesia 2021. “Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah dan tujuan pengembangan kota agar menjadi kota cerdas yang bergerak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sumber daya yang ada,”ujarnya.

Diharapkan kegiatan ini juga menjadi jembatan bagi pemerintah untuk melakukan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan literasi digital, serta mengevaluasi proses transformasi digital di Indonesia secara mandiri.

“Saya harapkan pemerintah kota bisa memanfaatkan penelitian ITB ini untuk meningkatkan kinerjanya dan memperbaiki kualitas kota sesuai aspirasi masyarakat,” tandas Wapres.

Hadir dalam acara ini diantaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko, Rektor ITB Reini Wirahadikusumah, sejumlah Wali Kota di Indonesia. Sementara hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi. (Setwapres/aaa/pe)