PALU EKSPRES, PARIMO– Ada fakta yang menunjukkan terkait dugaan kelalaian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), dalam penanganan pasien COVID-19, khususnya mengenai ketersediaan stok oksigen.
Bahkan, fakta ini telah ada sebelum terjadinya kasus meninggalnya pasien Covid-19 secara beruntun pada tanggal 7 sampai 8 Agustus 2021 lalu. Hal itu diungkapkan oleh Ketua tim ahli Satgas penanganan COVID-19 RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Muhammad Mansyur pada rapat koordinasi Satgas COVID-19 di lantai dua Kantor Bupati Parimo, beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, dr. Muhammad Mansyur mengaku, terjadi tiga kematian di RSUD Anuntaloko Parigi, disebabkan tidak tersedianya oksigen. Karena, memang kebutuhan oksigen saat ini di RS Anuntaloko itu sangat tinggi.
Pada kasus pertama kata dia, dua pasien meninggal secara bersamaan. Kemudian, kasus kedua dan ketiga satu orang pasien.
“Terkadang kita sangat kekurangan oksigen. Kita bahkan sudah tiga kali kematian di rumah sakit karena tidak ada oksigen,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Fery Budi Utomo, Rabu (11/8/2021), mengatakan, sedianya RSUD Anuntaloko Parigi sudah menyiapkan payung sebelum hujan.
Menurut Fery, seharusnya ada kesigapan melalui kontrol ketersediaan cadangan dengan jumlah pasien, sembari menunggu alat pengisian oksigen di rumah sakit diperbaiki kembali, untuk mengantisipasi kekosongan atau kelangkaan oksigen tersebut.
Ia mengaku, pada malam Sabtu 7 Agustus 2021, seorang pasien dirawat di rumah sakit itu menyampaikan persoalan mengenai oksigen melalui pesan WhatsApp.
Sehingga, ia pun langsung mengkomunikasikan ketersediaan stok oksigen di rumah sakit tersebut.
Sesuai penyampaian pihak rumah sakit saat itu lanjut dia, bahwa oksigen telah dipesan ke Aneka Gas Palu pada Sabtu 7 Agustus 2021.
Namun, ternyata pihak Aneka Gas masih melakukan produksi hingga Minggu 8 Agustus 2021 dini hari.
“Pihak Aneka Gas menyebutkan akan mengusahakan pengiriman pagi. Kalau orang mereka masuk kantor,” ujar Fery menirukan perkataan pihak rumah sakit.
Dia mengatakan, kebutuhan oksigen pasien sangat jelas ditengah pandemi COVID-19 saat ini. “Jalan satu-satunya adalah pihak rumah sakit harus segera melakukan maintenance atau pemeliharaan terhadap alat pengisian gas yang mengalami kerusakan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad mengaku, tidak dapat dipungkiri kondisi ketersediaan oksigen saat ini memang terbatas.
Namun, pihaknya berpendapat RSUD Anuntaloko Parigi tidak mungkin melakukan kelalaian atas meninggalnya pasien COVID-19 saat itu karena unsur kesengajaan.
“Karena tidak ada yang berkeinginan membuat pasiennya bermasalah. Tapi semua orang tahu, kondisi saat ini mengalami keterbatasan oksigen,” ujarnya.(asw/palu ekspres)






