Tanggul Jebol, Puluhan Rumah di Dusun Empat Desa Olaya Parimo Digenangi Air 

  • Whatsapp

PALUEKSPRES, PARIMO – Sedikitnya 30 rumah warga di dusun 4 Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, terendam air luapan banjir akibat tanggul sungai di desa itu jebol.

Asri Azis, salah salah satu warga dusun 4 Desa Olaya mengatakan, luapan banjir masuk ke permukiman warga, Selasa 17 Mei 2022, sekitar pukul 06.00 WITA, akibat hujan deras mengguyur wilayah Parigi dan sekitarnya sejak Senin (16/5/2022) malam.

Bacaan Lainnya

“Di sini kalau terjadi hujan deras seperti ini, kami harus lebih waspada karena pasti terjadi banjir, dan meluap hingga merendam rumah-rumah yang ada di sini. Sehingga aktivitas kami terganggu,” ungkap Asri Azis di Parigi, Selasa (17/5/2022).

Menurut dia, penyebab banjir juga berkaitan dengan adanya aktivitas pertambangan emas ilegal yang ada di Desa Kayuboko. Karena sedimen lumpur yang mengendap di aliran sungai menyebabkan jalur sungai menjadi dangkal.

“Air banjir tadi menghantam tanggul hingga jebol. Makanya masuk disela-sela pohon dan semak lalu mengalir dan merendam puluhan rumah di dusun 4,” ujarnya.

Ia berharap, kepada pemerintah daerah setempat segera melakukan penanganan, terutama melakukan normalisasi sungai untuk mengantisipasi luapan air. 

Dengan demikian kata dia, masyarakat yang terdampak banjir bisa tenang dan kembali melakukan aktivitas mereka seperti biasa.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Amirudin mengatakan, luapan air ke pemukiman warga terjadi pada pukul 06.00 WITA.

“Air meluap muali pukul 06:00 sampai pukul 07 .00 WITA, dan kami telah menugaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk turun ke lokasi banjir. Kemudian, mereka (TRC) melaporkan ke kami, bahwa luapan banjir terjadi karena tanggul sungai jebol tepatnya di dusun 4 desa Olaya dekat Pantai,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk memastikan penanganan, pihaknya terlebih dahulu turun meninjau situasi dilokasi banjir.” Jadi memang beberapa hari ini kami terkonsentrasi dengan situasi curah hujan.” kata dia.

Karena, selain desa Olaya kata Amirudin, dua desa di Kecamatan Torue juga terdampak banjir pekan lalu, yakni, desa Tanalanto dan desa Torue. Menurut dia, kejadianya sama karena sifatnya hanya luapan air dan merendam puluhan rumah warga di wilayah tersebut.

“Jadi karena curah hujanya tinggi, sehingga sungai Tokasa meluap merendam pemukiman warga di desa Tanalanto dan juga desa Torue. Karena itu merupakan satu jalur sungai,” ujarnya.

Ia menambahkan, adanya laporan banjir terebut pihaknya bersama Bupati akan turun langsung ke lokasi untuk mamastikan penangananya apakah kategorinya status darurat atau penanganan pascabencana.

“Karena, kalau status darurat itu penangananya langsung, dan menetapkan beberapa hari waktu penangananya,” ujarnya.(asw/paluekspres)

Pos terkait