oleh

Kok Pengecer Elpiji Sulit Ditindak?

PALU, PE – Permainan harga elpiji 3 Kg di tingkat pengecer belakangan ini makin meresahkan warga Kota Palu. Tarifnya beragam, mulai dari Rp20 ribu sampai paling tinggi Rp30 ribu. Jauh diatas penetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp16 ribu.

Rumitnya persoalan ini  diakui Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Palu, Tamin Tombolotutu. Sayangnya kata Tamin, pengecer yang mempermainkan harga sulit ditindaki.

Selain karena tak ada landasan hukum,  pengecer menurutnya juga tidak masuk dalam objek pengawasan tim pengawas barang subsidi.

“Yang masuk dalam pengawasan hanya agen dan pangkalan. Dua bagian ini bisa ditindak secara internal dengan aturan yang disepakati bersama PT Pertamina,”jelas Tamin, Rabu, 15 Maret 2017.

Agen atau pangkalan yang menjual diatas HET menurutnya bisa diberi sanksi berupa pencabutan izin operasional.

“Itu jika terbukti,”jelasnya. Masalah lain seputar elpiji subsidi ini adalah tidak terkontrolnya penyaluran elpiji kepada masyarakat dari tingkat pangkalan. Situasi ini kemudian dimanfaatkan pengecer.

“Sulit diketahui. Karena pengecer biasanya membeli satu atau dua tabung di pangkalan berbeda. Karena aturannya setiap rumah tangga memang hanya dijatah dua tabung,”urainya.
Tabung yang terkumpul, oleh pengecer kemudian dijual dengan harga tinggi. Akan tetapi kata Tamin, jika ada pengecer yang menjual tinggi kemudian beralasan bahwa mereka juga diberi harga tinggi dari pangkalan, maka hal ini bisa ditelusuri.

“Kalau pengecer mengaku mendapat harga diatas HET dari pangkalan, ini bisa segera dilapor ke kami. Kita akan tindaklanjuti,”tegasnya.

Masyarakat juga bisa mengadukan kepada pejabat lurah dan camat jika menemukan pangkalan yang menjual diatas HET.

Namun Tamin mengimbau jika ingin mendapat elpiji 3Kg sesuai HET, terhitung Senin 13 Maret lalu, pihak Pertamina sudah melakukan operasi pasar disetiap kecamatan.

“Tiap kecamatan itu ada operasi pasar dengan menyediakan 800 tabung elpiji,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

News Feed