Minggu, 26 April 2026
Daerah  

Pohon Peneduh Jadi Ancaman, DLH Parimo Akan Lakukan Peremajaan

Kepala DLH Parimo, Irfan Maraila. Foto : Ist.

PALU EKSPRES, PARIMO- Tujuan penanaman pohon peneduh di tepi jalan antara lain untuk membuat suasana sejuk dalam kota dan mengurangi panas, dan juga sebagai jalur hijau.

Namun, belakangan ini keberadaan pohon peneduh itu menjadi ancaman bagi warga sekitar maupun para pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Kejadian  pohon peneduh tumbang baru saja terjadi, Selasa (1/9/2020), di jalur Trans Sulawesi Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi, Kabupaten Moutong. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban.

Kejadian serupa kerap terjadi di wilayah Kota Parigi khususnya di Desa Bambalemo,  disebabkan faktor usia pohon peneduh sudah tua. Ditambah lagi saat ini, Parigi Moutong dan sekitarnya sering diguyur hujan disertai angin kencang, sehingga dikhawatirkan rawan terjadinya pohon tumbang.

Bahkan, di tahun 2018 silam di Desa Bambalemo Ranomaisi, kejadian pohon tumbang menewaskan seorang warga Desa Petapa Kecamatan Parigi Tengah yang sedang melintas berboncengan motor saat itu.

Yanto, salah seorang warga Parigi kepada wartawan mengatakan, di beberapa lokasi khususnya Desa Bambalemo kerap terjadi pohon tumbang di jalan hingga menghambat arus lalulintas. 

Sehingga, ancaman seperti ini tidak bisa hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya pencegahan oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong.

“Pemerintah khususnya dinas terkait segera melakukan upaya pencegahan seperti, pemangkasan dan lainnya,” kata Yanto.

Dengan usia pohon peneduh yang diperkirakan puluhan tahun dan berpotensi tumbang itu, sebaiknya kata dia, dinas terkait melakukan peremajaan atau menggantinya dengan bibit yang baru.

Hal tersebut menurutnya, sebagai bentuk pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang yang suatu saat akan membahayakan pengendara yang melintas maupun warga di sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong, Irfan Maraila di konfirmasi di Parigi, Rabu (2/9/2020), mengatakan, terkait pohon peneduh di tepi jalan Trans Sulawesi yang kerap tumbang di saat hujan, pihaknya akan melakukan upaya pencegahan dengan memangkas dan peremajaan.

“Memang kita ada rencana pencegahan, dan bukan hanya upaya pemangkasan yang kita lakukan tetapi peremajaan dan mungkin kita ganti dengan eboni,” jelasnya.

Menurut Irfan, dipilihnya eboni sebagai pohon peneduh di tepi jalan karena akar eboni dinilai kuat dan bisa bertahan lama.

“Dulu kan, waktu jamanya Pak Longki bilang kenapa kita ini terlalu gersang padahal kita ini daerah subur, maka ditanamlah pohon trembesi sebagai peneduh,” tuturnya.

Sekaitan hal itu, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak merusak batang pohon peneduh yang akan mengakibatkan pohon rusak dan mati.

“Saya juga meminta kesadaran dari masyarakat kalau ada pohon peneduh jangan dikupas yang mengakibatkan pohon mati,” ujarnya.

“Insya Allah kita akan usulkan juga anggaran untuk pembelian chainsaw (Alat pemotong kayu) minimal tiga alat mesin pemotong kayu itu yang harus kita siapkan,” tambahnya. 

Ia mengaku, saat ini pihaknya memang mengalami kekurangan dana dengan dilakukanya pemangkasan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Sebenarnya ini, kalau tidak ada pemangkasan anggaran Covid-19 kemarin kita sudah usahakan pengadaan sekitar 2 ribuan eboni, akhirnya tiba-tiba ada pemangkasan anggaran maka tidak jadi kita beli itu,” ujarnya.

Menurutnya, untuk pohon peneduh yang sudah tua dan lapuk dan berpotensi tumbang ke badan jalan memang perlu peremajaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. (asw/palu ekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777