Jumat, 28 Agustus 2026

Ketika Mentan Amran Membakar Semangat Ribuan Alumni ITS

Oleh Agus Muhammad Hatta (Wakil Rektor IV ITS)

Seharusnya, siang itu, 9 November, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman sudah di dalam pesawat. Kembali ke Jakarta.

Tapi, beliau batal pulang.

Rupanya, beliau “jatuh hati” pada ITS.

Kunjungan ini memang khusus. Beliau datang sebagai anggota terpilih untuk Majelis Wali Amanat (MWA) ITS periode 2026–2031. Dari unsur masyarakat. Ini seperti kunjungan ke “rumah baru”-nya.

Acara pertama, impulsif. Tanpa diagendakan. Beliau meninjau Taman Buah yang baru ditanami pagi itu. Lebih dari 2.000 pohon buah ditanam sivitas ITS.

Lanjut. Beliau mampir ke Galeri Riset Inovasi Teknologi (GRIT) ITS. Melihat “jagoan-jagoan” kampus. Ada jagung hibrida, olahan sorgum, sampai motor trail listrik. Siap untuk pertanian.

Selesai melihat, beliau langsung masuk acara kedua. Diskusi dengan para peneliti alat mesin pertanian. Beliau bawa tim lengkap. Staf khusus dan tenaga ahlinya.

Di forum itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati memaparkan potensi ITS untuk sektor pertanian.

Pak Menteri Amran mendengarkan. Selesai. Lalu, beliau langsung memberi tantangan.

“ITS harus bisa wujudkan mesin tanam otomatis,” ujarnya. “Juga traktor perahu dan sejenisnya.” Beliau menantang karena tahu ITS bisa.

Acara ketiga, diskusi dengan para guru besar ITS.

Pak Amran adalah sosok lengkap. Akademisi, pengusaha sukses, dan kini birokrat. Beliau “gemas” dengan kondisi para peneliti di kampus.

“Penyakit kita,” katanya, “berhenti di publikasi Scopus.”

Para peneliti dan dosen, kata beliau, tidak berani mengambil langkah komersialisasi. Takut. Dan seringkali, risetnya tidak ditekuni sampai tuntas.

“Tuntas, unggul, dan bisa komersial!” tegasnya.

Beliau justru melempar ide radikal. “Konglomerat itu seharusnya lahir dari peneliti di kampus,” serunya.

Peneliti punya ide brilian. Tapi ada syaratnya. Ide itu harus “masuk ke ruang kosong”. Sesuatu yang belum banyak dipikirkan orang. Dan, tentu saja, merupakan kebutuhan masyarakat.

Para peneliti juga jangan merasa jadi yang paling pintar. Perlu kolaborasi. Perlu keberanian.

Beliau mencontohkan dirinya. Ia butuh 13 tahun! Menekuni riset dan komersialisasi racun tikus. Mereknya: TIRAN. Singkatan dari: Tikus Diracun Amran.

Riset 13 tahun itu yang mengantarnya jadi pengusaha sukses. Bukan instan.

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai,” tambahnya. “Banyak cerita sukses bahkan dimulai dari umur 60 tahunan.”

Ia berpesan khusus kepada Pak Rektor. Agar ITS menekuni pengembangan alat permesinan pertanian.

Karena “jatuh hati” pada atmosfer ITS itulah, jadwal ke Jakarta siang itu dibatalkan. Beliau memutuskan lanjut. Ikut acara keempat. Reuni Akbar Alumni ITS 2025.

Di dalam Graha ITS, lebih dari 2.000 alumni sudah menanti. Tentu, beliau langsung didaulat naik panggung.

Di depan ribuan alumni, pesannya jauh lebih tajam. “Gagasan tanpa action adalah nol!” serunya. “Sudah terlalu banyak narasi di negeri ini. Yang diperlukan adalah aksi!”

Beliau lantas cerita bagaimana Kementan menggenjot swasembada beras. Bagaimana mencetak sawah 1 juta hektar. Caranya? Orang dan sistem harus “dalam tekanan”.

“Dengan tekanan, kita bisa maju berprestasi secara cepat,” katanya. “Tidak ada santai. Perlu kerja keras.”

Beliau menantang alumni. “Jadilah pengusaha!” dorongnya. “Ciptakan lapangan pekerjaan. Ciptakan kebaikan bagi negeri ini.”

Lalu, beliau sampaikan hal menarik. Pesan utamanya. Ia sangat bangga dan mendukung karya anak bangsa.”Meskipun pada awalnya tidak sempurna,” katanya. “Kita dukung. Agar lebih baik.” Jangan minder dulu.

Lalu, Pak Menteri melakukan sesuatu yang tidak terduga. Buktinya. Beliau meminta alumni ITS pengusaha yang berkiprah di sektor pertanian untuk maju ke panggung.

Dan ini bagian terbaiknya. Para alumni itu tidak hanya diberi saran. Tidak hanya diajak diskusi. Beberapa dari mereka, hari itu juga, langsung diberi order!

“Saya beli produk pangan ini!” katanya, menunjuk satu produk.
“Anda buat mesin traktornya, saya transfer dananya,” tunjuknya ke alumni lain.
“Anda, bisa buat kapal tapi lebih murah? Nah, kalau ini bicara berdua, karena untuk bisnis saya, kita tindak lanjuti.”

Inilah aksi nyata. Bukan wacana.

Ternyata, “aksi” hari itu tidak berhenti di panggung. Setelah menantang para peneliti soal mesin tanam. Setelah memberi order langsung ke alumni. Pak Amran tidak mau gagasannya jadi nol.

Di akhir acara, ada “pengikat” resminya.

ITS, hari itu juga, langsung meneken MoU. Dengan siapa? Dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian. Beliau menyaksikan penandatanganan ini.

Itu. Badan yang pas mengurusi alat-alat yang beliau tantang di acara kedua tadi.

Pak Menteri tidak hanya melempar tantangan. Beliau siapkan jalannya. Tantangan membuat “traktor perahu” itu kini punya alamat yang jelas.

Kunjungan ini bukan sekadar menyapa atau hanya memberikan tantangan. Ini adalah pengikat.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global