Sabtu, 26 September 2026

Ketika Mentan Amran Membakar Semangat Ribuan Alumni ITS

Oleh Agus Muhammad Hatta (Wakil Rektor IV ITS)

Seharusnya, siang itu, 9 November, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman sudah di dalam pesawat. Kembali ke Jakarta.

Tapi, beliau batal pulang.

Rupanya, beliau “jatuh hati” pada ITS.

Kunjungan ini memang khusus. Beliau datang sebagai anggota terpilih untuk Majelis Wali Amanat (MWA) ITS periode 2026–2031. Dari unsur masyarakat. Ini seperti kunjungan ke “rumah baru”-nya.

Acara pertama, impulsif. Tanpa diagendakan. Beliau meninjau Taman Buah yang baru ditanami pagi itu. Lebih dari 2.000 pohon buah ditanam sivitas ITS.

Lanjut. Beliau mampir ke Galeri Riset Inovasi Teknologi (GRIT) ITS. Melihat “jagoan-jagoan” kampus. Ada jagung hibrida, olahan sorgum, sampai motor trail listrik. Siap untuk pertanian.

Selesai melihat, beliau langsung masuk acara kedua. Diskusi dengan para peneliti alat mesin pertanian. Beliau bawa tim lengkap. Staf khusus dan tenaga ahlinya.

Di forum itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati memaparkan potensi ITS untuk sektor pertanian.

Pak Menteri Amran mendengarkan. Selesai. Lalu, beliau langsung memberi tantangan.

“ITS harus bisa wujudkan mesin tanam otomatis,” ujarnya. “Juga traktor perahu dan sejenisnya.” Beliau menantang karena tahu ITS bisa.

Acara ketiga, diskusi dengan para guru besar ITS.

Pak Amran adalah sosok lengkap. Akademisi, pengusaha sukses, dan kini birokrat. Beliau “gemas” dengan kondisi para peneliti di kampus.

“Penyakit kita,” katanya, “berhenti di publikasi Scopus.”

Para peneliti dan dosen, kata beliau, tidak berani mengambil langkah komersialisasi. Takut. Dan seringkali, risetnya tidak ditekuni sampai tuntas.

“Tuntas, unggul, dan bisa komersial!” tegasnya.

Beliau justru melempar ide radikal. “Konglomerat itu seharusnya lahir dari peneliti di kampus,” serunya.

Peneliti punya ide brilian. Tapi ada syaratnya. Ide itu harus “masuk ke ruang kosong”. Sesuatu yang belum banyak dipikirkan orang. Dan, tentu saja, merupakan kebutuhan masyarakat.

Para peneliti juga jangan merasa jadi yang paling pintar. Perlu kolaborasi. Perlu keberanian.

Beliau mencontohkan dirinya. Ia butuh 13 tahun! Menekuni riset dan komersialisasi racun tikus. Mereknya: TIRAN. Singkatan dari: Tikus Diracun Amran.

Riset 13 tahun itu yang mengantarnya jadi pengusaha sukses. Bukan instan.

“Tidak ada kata terlambat untuk memulai,” tambahnya. “Banyak cerita sukses bahkan dimulai dari umur 60 tahunan.”

Ia berpesan khusus kepada Pak Rektor. Agar ITS menekuni pengembangan alat permesinan pertanian.

Karena “jatuh hati” pada atmosfer ITS itulah, jadwal ke Jakarta siang itu dibatalkan. Beliau memutuskan lanjut. Ikut acara keempat. Reuni Akbar Alumni ITS 2025.

Di dalam Graha ITS, lebih dari 2.000 alumni sudah menanti. Tentu, beliau langsung didaulat naik panggung.

Di depan ribuan alumni, pesannya jauh lebih tajam. “Gagasan tanpa action adalah nol!” serunya. “Sudah terlalu banyak narasi di negeri ini. Yang diperlukan adalah aksi!”

Beliau lantas cerita bagaimana Kementan menggenjot swasembada beras. Bagaimana mencetak sawah 1 juta hektar. Caranya? Orang dan sistem harus “dalam tekanan”.

“Dengan tekanan, kita bisa maju berprestasi secara cepat,” katanya. “Tidak ada santai. Perlu kerja keras.”

Beliau menantang alumni. “Jadilah pengusaha!” dorongnya. “Ciptakan lapangan pekerjaan. Ciptakan kebaikan bagi negeri ini.”

Lalu, beliau sampaikan hal menarik. Pesan utamanya. Ia sangat bangga dan mendukung karya anak bangsa.”Meskipun pada awalnya tidak sempurna,” katanya. “Kita dukung. Agar lebih baik.” Jangan minder dulu.

Lalu, Pak Menteri melakukan sesuatu yang tidak terduga. Buktinya. Beliau meminta alumni ITS pengusaha yang berkiprah di sektor pertanian untuk maju ke panggung.

Dan ini bagian terbaiknya. Para alumni itu tidak hanya diberi saran. Tidak hanya diajak diskusi. Beberapa dari mereka, hari itu juga, langsung diberi order!

“Saya beli produk pangan ini!” katanya, menunjuk satu produk.
“Anda buat mesin traktornya, saya transfer dananya,” tunjuknya ke alumni lain.
“Anda, bisa buat kapal tapi lebih murah? Nah, kalau ini bicara berdua, karena untuk bisnis saya, kita tindak lanjuti.”

Inilah aksi nyata. Bukan wacana.

Ternyata, “aksi” hari itu tidak berhenti di panggung. Setelah menantang para peneliti soal mesin tanam. Setelah memberi order langsung ke alumni. Pak Amran tidak mau gagasannya jadi nol.

Di akhir acara, ada “pengikat” resminya.

ITS, hari itu juga, langsung meneken MoU. Dengan siapa? Dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian. Beliau menyaksikan penandatanganan ini.

Itu. Badan yang pas mengurusi alat-alat yang beliau tantang di acara kedua tadi.

Pak Menteri tidak hanya melempar tantangan. Beliau siapkan jalannya. Tantangan membuat “traktor perahu” itu kini punya alamat yang jelas.

Kunjungan ini bukan sekadar menyapa atau hanya memberikan tantangan. Ini adalah pengikat.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam