Sabtu, 4 April 2026
Opini  

Cyberbullying, Ajarkan Orangtua Kenali Dunia Gen-z yang Serba Digital, Persoalan, Serta Solusinya

Penulis bersama Ko-Produser : Sunarti Sain (kanan) dan Novita Sutopo (kiri)
Penulis bersama Ko-Produser : Sunarti Sain (kanan) dan Novita Sutopo (kiri)

Oleh: Anita Amier

Bagi saya, Film Cyberbullying, menjadi setidaknya sepenggal jawaban serta edukasi bagi orang tua menghadapi generasi Z dan dunianya, generasi saat ini, anak-anak dan remaja yang lahir dan tumbuh sebagai generasi digital native.

Bagi orangtua yang rata-rata berasal dari kalangan generasi X, apalagi generasi Baby Boomer, dunia digital seperti bayang-bayang , tak terlalu jelas dan terkadang agak sulit dipahami. Sayangnya, anak-anak kita lahir di dunia serba digital ini. Dan kewajiban kita sbgai orangtua harus bisa mengerti, memahami kehidupan generasi digital ini agar bisa menyelami dan membangun hubungan yang indah dengan anak kita.

Untuk itu, saya mengapresiasi ide sineas-sineas lokal Makassar melahirkan Film Cyberbullying, membangun cerita berbalut pendidikan soal dunia digital dan permasalahannya serta mereka yang bertumbuh di dunia ini.

Mengangkat isu perundungan di era digital, film ini relevan dengan situasi saat ini, dimana perundungan tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga marak di ruang maya.

Diproduksi oleh DL Entertainment, film Cyberbullying disutradarai oleh Rusmin Nuryadin, dengan Liani Kawati sebagai produser, serta Sunarti Sain dan Novita Sutopo sebagai co-produser.

Film yang tayang sejak Kamis 23 Oktober 2025 di seluruh bioskop di Indonesia ini, adalah kepedulian sineas lokal terhadap isu sosial yang dekat dengan kehidupan anak-anak, sekaligus mendorong tumbuhnya film bertema edukatif di Indonesia.

Menurut produser Liani Kawati, film ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menyasar keluarga secara utuh.

“Film ini sangat cocok ditonton oleh keluarga, bukan hanya anak-anak, tapi juga orang tua dan tenaga pendidik,” ujarnya.

Harapannya, pesan yang disampaikan mampu menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang ramah dan aman bagi generasi muda.

“Generasi dengan digital native ini butuh bimbingan bukan hanya sekadar bisa menggunakan teknologi. Kemampuan teknik harus diimbangi dengan etika dan butuh kerjasama semua pihak untuk melindungi generasi digital,” jelas Liani.

Proses syuting Cyberbullying dilakukan seluruhnya di Kota Makassar. Kehadiran film ini kembali menunjukkan bahwa kota Makassar terus tumbuh sebagai salah satu pusat kreativitas di Indonesia, khususnya dalam sub sektor film sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

“Makassar tidak hanya menghadirkan talenta-talenta berbakat, tetapi juga menjadi lokasi yang mampu menopang produksi film nasional,” tambah Sunarti Sain.

Film Cyberbullying dikemas dengan gaya yang ringan, menyentuh, dan penuh nilai edukasi. Melalui kisah anak-anak yang bersahabat dan saling mendukung, film ini ingin menegaskan pentingnya empati, literasi digital, serta keberanian melawan perundungan, baik di dunia nyata maupun di ruang maya.

Dengan menggabungkan unsur hiburan dan pesan moral, Cyberbullying diharapkan bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Hadirnya film ini juga menambah optimisme bahwa karya anak bangsa dapat memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan karakter, sekaligus memperkaya industri perfilman Indonesia.

Cyberbullying berkisah tentang kehancuran dan penyembuhan, keberanian untuk bangkit, dan perjuangan seorang remaja menemukan kembali suaranya di tengah dunia yang kejam. Sebuah pengingat bahwa kekuatan sejati lahir dari luka, dan harapan bisa tumbuh meski dari reruntuhan.

Sangat baik bila kita orang dewasa, baik sebagai ayah dan ibu, sebagai pendidik untuk menyaksikan film ini untuk menambah pemahaman tentang dunia anak-anak kita saat ini. *

Nama Pemain : Roy Marten, Amanda Revina Putri, Mohammad Rannan Tristan Azizulzillan, Cahya Arynagara, Arlita Reggiana, Andi Putri Najwah, Adi Surya, Mellonk, Checa, Makka, Habibie, Rajwa, Abd. Rojak.
Sutradara : Rusmin Nuryadin
Executive Produser : David Tjioe, Liani Kawati
Produser : Liani Kawati, Suherman Suhari
Associated Producer : Bagus Hariyanto
Ko-Produser : Sunarti Sain, Novita Sutopo