Senin, 21 September 2026
Opini  

Amirudin Tamoreka

Hari Minggu lalu, 13 Desember 2025, ia genap berusia 54 tahun. Yang membuatnya bahagia di momen ulang tahunnya adalah menerima penghargaan “Innovative Government Award” (IGA) 2025 yang digelar BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai “Kabupaten Sangat Inovatif” di Jakarta pada 10 Desember 2025. “Ini kado terindah di akhir tahun,” ujarnya.

Ia adalah Ir. H. Amirudin Tamoreka SP,MM: Bupati Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Yang juga membuatnya bangga dan tersenyum sumringah karena daerah yang dipimpinnya dua periode (2021-2024) dan (2025-2030) menjadi satu-satunya penerima penghargaan bergengsi ini dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Bagi yang belum tahu, kabupaten Banggai ibukotanya Luwuk. Pakai “K” untuk membedakan dengan daerah kabupaten di Sulawesi Selatan. Luwuk Banggai berhadapan dengan laut maluku di timur dan selat peleng di selatan, yang terhubung ke Laut Banda. Karena letak geografis itu, memperkuat posisinya sebagai wilayah maritim dan “pintu gerbang” di jazirah timur pulau Sulawesi.

“Ini adalah prestasi daerah yang kami harapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi-misi pembangunan Banggai. Terima kasih kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah bekerja keras menghadirkan inovasi–inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Bagi Haji Amir – begitu sang Bupati biasa disapa – bahwa capaian ini merupakan perwujudan “Gerbang Amanah”, yang mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berkelanjutan di kabupaten Banggai. Prestasi ini juga menjadi bagian dari pencapaian RPJMD pada tahun pertama periode kedua pemerintahan dirinya bersama Wakil Bupati Drs. Furqanuddin Masulili, MM.

Saya pernah ke Luwuk Banggai. Namun sudah lama sekali. Terakhir beberapa tahun lalu. Banyak sekali terlihat perubahan wajahnya. Lebih bersih dan tertata rapi. Daerah ini berkembang pesat sejak sekitar 15 tahun lalu, ditemukan sumber gas di laut Banggai. Dialirkan ke daratan terdekat: Luwuk. Sebagian untuk PLN untuk pemenuhan kebutuhan listrik, sebagian besar lagi dijadikan LNG untuk diekspor ke Jepang.

Bandara Luwuk juga sudah lebih ramai. Termasuk arus barang kargo.Terminal penumpang lebih lebar, runway pesawatnya lebih panjang. Tak hanya pesawat ATR yang sebelumnya, kini jenis Boeing 737 sudah bisa mendarat di Luwuk. Jadwalnya dua kali sehari. Dari dan ke Makassar. Dan seat pesawatnya kerap penuh dengan tingkat okupansi rata-rata diatas 80 persen. Saya pernah coba go show, tak kebagian tiket, mesti pesan beberapa hari sebelumnya.

Saya tahu dari para wartawan, bahwa Amirudin anak desa yang sejak muda digembleng orangtuanya sebagai sosok pekerja keras dan ulet. Tidak heran jika selepas sarjana, ia sukses di dunia usaha dan bisnis.

Pria kelahiran 13 Desember 1971 di desa Toili, Banggai adalah orang yang awalnya tidak punya keinginan sama sekali untuk menjadi Bupati. Dia terbilang sudah mapan hidupnya dari bisnisnya yang besar. Dia adalah pengusaha, bukan tipe orang yang gila jabatan. Dia adalah orang yang memilih mengabdikan hidupnya di dunia sosial dan kemasyarakatan.

Amiruddin anak dari pasangan H. Abdul Hamid Tamoreka- Hj. Nurhayati H. Nur. Sang ayah Banggai, ibunya Bugis. Ia menghabiskan masa kecilnya di Banggai. Usai lulus di SDN 1 Toili, dia melanjutkan pendidikan di SMP 1 Toili. Setelah itu Amirudin melanjutkan pendidikan di SMA 1 Luwuk, lalu kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makassar.

Semasa kuliah, ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Agronomi (Himagro) dan Ketua Senat Fakultas serta Ketua Himpunan HMI Badko. Dikalangan temannya, ia dikenal aktif berorganisasi dan pandai bergaul sehingga punya banyak networking.

Awalnya setelah merampungkan pendidikan, ia ditawari jadi asisten dosen di kampusnya. Tapi Amirudin lebih tertarik mengaplikasikan ilmunya diluar kampus. Ia pun memutuskan untuk pulang kampung di Banggai dan kemudian bekerja di sebuah perusahaan sawit.

Berselang beberapa waktu, Amirudin bertekad mengembangkan karirnya di dunia pertambangan migas. Pilihannya tak salah, dirinya kemudian menjelma menjadi pengusaha berskala nasional. Dengan menjabat Komisaris Utama pada beberapa perusahaan seperti PT. Petro Jasa Energi, PT. Tiga Dimensi Jaya, PT. Amico Putra Perkasa dan PT. Amirul Insani. Pekerjanya kurang lebih 3.000 orang yang sebagian besar direkrut dari anak-anak Banggai.

Setelah dari dunia bisnis, atas permintaan masyarakat dan panggilan hatinya ingin mengabdi kepada kampung halaman, Amirudin memutuskan terjun ke dunia politik. Ia sudah kalkulasi dan menghitung segala konsekuensinya.

Dalam pengamatan saya, Banggai sendiri punya cerita “panggung politik” yang unik dengan melibatkan keluarga Murad Husain, seorang pengusaha sawit. Namanya populer seantero Nusantara lantaran menukar uang 4 juta dolar ke rupiah tatkala kurs Rp 17.000. Pada saat itu Indonesia dilanda krisis moneter dan politik.

Dunia perpolitikan Banggai, terutama pemilihan Bupati dalam 20 tahun terakhir, diwarnai keterlibatan kerabat Murad Husain. Diawali Pilkada 2011 ketika Herwin Yatim, menantu Murad, terpilih menjadi Wakil Bupati berpasangan Sofhian Mile. Lalu Pilkada 2015, Herwin Yatim “naik kelas” dan berhasil menjadi Bupati Banggai.

Pasca itu, terjadilah pertarungan internal keluarga Murad. Herwin Yatim cerai dengan istrinya, Sulianti Murad. Sekaligus menjadi perceraian politik atau pecah Kongsi. Pada Pilkada 2020, Sulianti Murad maju menjadi calon Bupati menantang petahana Herwin Yatim. Di tengah jalan, Herwin Yatim didiskualifikasi KPU karena sebagai petahana melakukan rotasi pejabat saat Pilkada sudah berlangsung. Namun, diskualifikasi itu dianulir PTUN Makassar. Apa akhir pertarungan mantan suami-istri itu? Keduanya kalah. Yang menang calon lain, politisi pendatang baru Amiruddin Tamoreka.

Pada Pilkada 2024, perseteruan itu belum berakhir. Sulianti Murad kembali menjadi calon Bupati, Herwin Yatim juga. Keduanya mengeroyok petahana Amiruddin Tamoreka. Hasilnya, incumbent tetap menjadi pemenang, meski MK memerintahkan PSU. Sulianti Murad yang didukung koalisi parpol gemuk kalah suara tipis.

Sebagai orang swasta yang terjun ke pemerintahan, saya bisa membayangkan apa yang ada dikepala Amiruddin saat pertama kali dilantik Bupati Banggai tahun 2021. Hampir sama dengan yang dibayangkan pengusaha pada umumnya. Yakni ingin membuat mesin birokrasi bekerja lebih efektif dan efisien. Untuk itu, harus melakukan perombakan di segala bidang.

Sebagai politisi berlatarbelakang pengusaha, ia tentu merasakan bagaimana ruwetnya menghadapi birokrasi selama ini. Tapi sebagai pengusaha pula Amirudin tentu banyak akal. Apalagi kultur birokrasi di Banggai sudah begitu kuatnya di bawah pendahulunya selama puluhan tahun.

Sebagai Bupati, ia ingin birokrasi itu bekerja cepat ibarat pelari sprint bukan marathon. Amirudin lalu menerapkan “manajemen talenta” menjadi langkah strategis dalam membangun birokrasi yang sehat, profesional, kompeten, dan berintegritas.

Hal itu, menurutnya, sangat membantu kepala daerah dalam memperkuat sistem meritokrasi. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong pelayanan publik yang lebih profesional.

Salahsatu hasil dari sistem meritokrasi ini Mohamad Ramli Tongko, aparatur sipil negara (ASN) yang berkarir dari bawah dan berjenjang dalam tugas kedinasan hingga dipercaya dan dilantik pada 29 September 2025 menjadi Sekda Kabupatan Banggai. ***

Penulis: Rusman Madjuleka (Editor dan Content Creator yang berdomisili di Jakarta

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam