Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Cerita Ibu Hasna Korban Banjir di Ujuna, Tak Semua Musibah Diratapi

“Iya foto keluarga itu penting, di situ banyak foto kenangan saya dengan papanya, dengan pacar papanya juga foto foto selfie keluarga,” balas Ibu Hasna tergelak. Kalau burung suami yang mana? “itu di sangkarnya,” ujarnya sembari menujuk burung kecil tergantung nyaman di kandangnya. Lagi-lagi Ibu Hasna terpingkal menunjuk ke arah burung peliharaan kesayangan suaminya itu.

Sebentar lagi  persiapan buka puasa. Walaupun tidak tahu hendak memasak dimana, karena air  keruh merendam dapur hingga sebatas paha dewasa. ”Kalau tidak bisa  memasak, kita pinjam perahu orang, beli kue di jalan seberang,” ujarnya. Lagi-lagi ia berkelakar. Saat mengatakan itu, tak terlihat guratan muram di wajah yang terlihat tua di usia yang masih kepala tiga itu. Ibu Hasna pernah tidak kehilangan  keceriaannya.

Sepanjang bincang-bincang itu, Ibu Hasna dengan dua anaknya memang tidak terlihat galau walaupun harus berdiri di atas  genangan air keruh yang terus masuk mengepung rumahnya dari segala arah.

Ia tetap jenaka dengan guyonan ringan. Ibu Hasna melanjutkan, banjir tahun ini setidaknya sudah lebih bagus. Air tidak dengan leluasa menerobos ke rumah warga.  Berbeda dengan beberapa tahun silam.

Tatkala pemerintah belum membangun tanggul di kedua sisi sungai. Kala itu, banjir kiriman adalah momok yang mengerikan bagi ia dan teman-temannya di kawasan itu. Apa lagi jika munculnya malam hari.

Dulu, kisahnya, arus deras masuk dengan sangat cepat disebabkan tidak ada pembatas yang menahan air kencang. Pernah kata dia, pagi harinya ia ditemani anak-anaknya berjalan berjingkat menyusuri sungai memunguti panci, wajan dan tudung saji yang terbawa arus ke arah hilir.

Sedih bercampur ceria berbaur dalam perburuan peralatan dapur itu. Sedih, karena setiap tahun harus berjibaku dengan banjir kiriman. Ceria, karena aksi dadakan itu tak pelak menghadirkan kelucuan yang  memberikan hiburan di tengah kerasnya kompetisi hidup.

Sekalipun harus menertawakan diri mereka sendiri, bagi Ibu Hasna, suami dan dua anaknya, itu bukan sebuah lelucon tabu – asalkan keceriaan dan kehangatan keluarga terus hadir menghiasi hari-hari mereka.

Hari-hari, warga yang menyasar kawasan aliran sungai (DAS) sebagai salah satu sumber penghidupan mereka.

(kia/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital