oleh

Lagi, Transmisi Listrik Terganggu

 

PLTU Terhenti, Butuh Tiga Hari untuk Menghidupkan
PALU,PE – Belum lagi cukup sepekan PT PLN berhasil mengatasi gangguan transmisi suplay PLTA Sulewana, PLN Kantor Area Palu lagi-lagi terpaksa melakukan pemadaman listrik. Kali ini pemadaman dilakukan karena gangguan transmisi yang terjadi pada PLTD Kelurahan Silae dan PLTU Kelurahan Mpanau.

Gangguan itu terjadi pada kawat penghantar jaringan distribusi tegangan menengah yang putus di sekitar Jalan Diponegoro akibat diterpa atap seng salah satu rumah warga yang diterpa angin, pada Selasa 6 Oktober 2015 sekitar pukul 16.00 WITA. “Jadi sekitar pukul 4 sore kemarin (Selasa) seng warga terbang diterpa angin yang memutuskan kabel penghubung,” kata Asisten Manager Pembangkit Listrik Kantor PLN Area Palu, Sigit Haryono, dikonfirmasi Rabu 7 Oktober 2015.

Kabel itu jelas Sigit memutuskan sambungan suplay listrik dari PLTU Kelurahan Mpanau dan PLTD Kelurahan Silae serta turut mengganggu kinerja sistem kontrol masing-masing pembangkit. Gangguan itu katanya menyebabkan pemadaman terjadi sedikitnya di tiga lokasi yaitu jalan Diponegoro dan sekitarnya, jalan Rambutan dan sekitarnya serta jalan Zebra.

Sigit mengaku tidak bisa memberi target kapan pekerjaan normalisasi gangguan bisa selesai. “Hingga saat ini kami masih terus bekerja, ya mudah-mudahan bisa lah secepatnya selesai,” kata Sigit.
Akibat kerusakan itu  pemadaman yang terjadi cukup panjang, ada yang 12 hingga 16 jam.

Ditemui di kantornya, Direktur PLN Area Palu, Novalince Pamosu mengatakan pemadaman listrik bergilir di Kota Palu bakal terjadi hingga dua atau tiga hari ke depan.
Pasalnya putusnya kawat penghantar jaringan distribusi tegangan menengah di Jalan Diponegoro tersebut, kata Novalince, menyebabkan PLTU Mpanau berhenti beroperasi. “Jadi karena putus, mesin PLTU Mpanau jadi dingin dan tidak menghasilkan daya,” kata dia.

PLTU Mpanau jelas Novalince, membutuhkan waktu beberapa hari untuk memanaskan mesin pembangkitnya dan kembali menghasilkan daya. “Itu PLTU kan mengahsilkan daya dari uapnya. Uapnya itu kan dihasilkan kalau sudah dipanaskan, jadi sama seperti memanaskan air,”katanya.
Saat ini lanjut Novalince, Kota Palu mendapat suplai listrik dari PLTD Silae. itu pun daya yang mampu dihasilkan PLTD Silae hanya 8 Mega Watt (MW) saja. “Beban puncak di Kota Palu itu mencapai 65 sampai 66 MW,”ujar dia.
Bukan hanya Kota Palu saja yang mengalami hal serupa, sebagian Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi dikatakan Novalince, saat ini juga mengalami pemadaman bergilir.

Sebab sebagian daya listrik yang dihasilkan PLTU Mpanau juga dialirkan ke tiga kabupaten tersebut. “Jadi bukan hanya Kota Palu saja yang mengalami pemadaman bergilir, sebagian Donggala, Sigi dan Parigi juga mengalami pemadaman sebab kebutuhan listrik di sana disuplay dari PLTU Mpanau,” terang Novalince.
Putusnya kawat penghantar jaringan distribusi tegangan menengah di Jalan Diponegoro tersebut, menyebabkan PLTU Mpanau berhenti beroperasi. ”Jadi karena putus, mesin PLTU Mpanau jadi dingin dan tidak menghasilkan daya,” ujarnya rinci.

PLTU Mpanau jelas Novalince, membutuhkan waktu beberapa hari untuk memanaskan mesin pembangkitnya dan kembali menghasilkan daya. Saat ini  Kota Palu mendapat suplai listrik dari PLTD Silae. Daya yang mampu dihasilkan PLTD Silae hanya 8 Mega Watt (MW) saja. ”Beban puncak di Kota Palu itu mencapai 65 sampai 66 MW,”ujar dia. (mdi/ndy)

News Feed