Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Gegara Ini, Pemuda 16 Tahun Nikahi Nenek 3 Cucu

Slamet lantas mengungkapkan perasaannya. Ibarat pepatah,” Gayung pun bersambung.” Ternyata, benih-benih cinta juga tumbuh di hati Rohaya. Apalagi, di usianya tak muda lagi. Dia butuh pendamping. Kedua anaknya sudah menikah. Masing-masing punya rumah.

Ketiga cucunya juga ikut orang tua mereka. “Pernikahan ini ditentang. Makanya sempat tertunda,” ujar Slamet lirih. Saat disinggung soal malam pertama, keduanya hanya senyum-senyum. “Belum,” singkat Slamet. Begitu juga dengan rencana punya momongan. Mulut keduanya seolah terkunci. Tak ada jawaban.

Meskidemikian, Slamet berjanji akan selalu membahagiakan istrinya. “Saya biasa ambil upahan membersihkan kebun warga dan kerja serabutan lainnya,” ungkapnya. “Ya harus kerja keras. Doakan langgeng,” ungkapnya lagi.

Di tengah perbincangan dan kerumunan warga, tiba-tiba cucu Rohaya datang. Dia tendang pintu utama rumah dengan keras. Langsung masuk tanpa melepas helm. Aksi nekat itu, kemudian dihalau oleh warga.

“Mau diapakan lagi? Kan sudah terjadi,” celetuk seorang warga seolah mengingatkan pria 20 tahunan itu.

Baik Slamet maupun Rohaya hanya bisa terdiam menyaksikan kejadian di depan mata mereka. Sang cucu kemudian pergi menggunakan sepeda motor. Siswoyo, Ketua RT setempat menegaskan kalau pernikahan keduanya murni didasari cinta dan kasih sayang. Bukan karena harta benda. “Harta tidak ada. Kecuali rumah ini,” ucapnya.

Bahkan, lanjutnya, untuk biaya ijab kabul saja, kedua pasangan itu, tak punya. Semua ditanggung secara bersama-sama oleh aparat desa dan warga setempat yang bersimpati. Namun, khusus mahar Rp200 ribu langsung dari Slamet sendiri. Pernikahan keduanya berlangsung di rumah Ketua RT 01, Siswoyo. “Meski baru pertama kali, namun ijab qabul yang diucapkan Slamet sangat lancar. Hanya satu kali uji coba. Setelah nikah, keduanya tinggal di rumah mempelai perempuan, ” ungkapnya.