Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Gegara Ini, Pemuda 16 Tahun Nikahi Nenek 3 Cucu

Kepala Dusun (Kadus) setempat, Amzal menambahkan, sambutan warga luar biasa. Ratusan yang datang.

“Kalau digelar siang hari, bisa lebih ramai lagi. Pernikahannya sudah mendapat restu dari keluarga,” ungkapnya.

Kepala Desa Karang Endah, Cik Ani membenarkan kehebohan di wilayah yang dipimpinnya. Menurut dia, pernikahan antara Slamet dengan Rohaya sebenarnya direncanakan Jumat (30/6) pekan lalu.

Bahkan akan digelar di gedung serba guna desa. Tidak hanya itu, pemerintah Desa berencana mengundang unsur muspika.

“Namun, rencana dibatalkan, karena ada salah satu pihak keluarga meminta agar jangan dibuat ramai. Takut heboh.”

Sebenarnya, nasihat agar keduanya tak menikah sudah dilakukan. Itu karena jarak usia terpaut sangat jauh. Belum lagi dari pihak salah satu keluarga tak mendukung pernikahan tersebut.

Namun, keduanya mengeluarkan ancaman. Akan bunuh diri jika tak dinikahkan. “Mau minum racun rumput kalau tak dinikahkan,” imbuhnya.

Karena ancaman itulah, pemerintah maupun warga mendukung niat keduanya. Termasuk ibu kandung Slamet. Memberikan restu setelah dihubungi via handphone. “Saya yang menghubungi. Tapi, ibunya tak bisa hadir.”

Slamet dan ibu kandungnya memang tinggal terpisah. Sang ibu tinggal bersama suami barunya di Desa Sundan Kecamatan Lengkiti.

“Bapaknya Slamet sudah wafat dan ibunya menikah lagi. Di Karang Endah, Slamet tinggal bersama orangtua angkatnya. Tak jauh dari rumah Rohaya,” tuturnya.

Bagi Slamet, Rohaya adalah cinta pertamanya. Sebaliknya, bagi Rohaya ini pernikahan kali ketiga. Dua suami sebelumnya yang telah wafat berstatus duda saat menikahinya.

“Hanya dengan Slamet ini dia menikah dengan perjaka,” pungkas Cik Ani.

(gsm)